Mata Uang Yang Pertama Kali Muncul Di Indonesia Adalah?

Mata Uang Yang Pertama Kali Muncul Di Indonesia Adalah
Pada 3 Oktober 1945, Maklumat Pemerintah Republik Indonesia menetapkan bahwa Indonesia memiliki empat mata uang yang sah. ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah) mulai dikeluarkan dan diedarkan sesuai dengan kebijakan daerah masing-masing.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana sejarah penerbitan mata uang Indonesia?

Sejarah ORI, Mata Uang Indonesia Pertama Sebelum Jadi Rupiah Jakarta – Setiap negara di dunia pasti memiliki masing-masing sebagai instrumen pembayaran tunai. Di Indonesia, sebagaimana diketahui, mata uang yang berlaku adalah mata uang rupiah. Namun, jauh sebelum dikenal dengan sebutan rupiah, nama Indonesia awalnya adalah Oeang Republik Indonesia (ORI).

Tapi tahukah kamu bagaimana asal mula kemunculan mata uang pertama di Indonesia ini? ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Pemerintah Indonesia memberlakukan ORI secara resmi sebagai mata uang pertama pada 30 Oktober 1946, setahun setelah kemerdekaan RI. Sejarah berharga ini kemudian disahkan dalam UU RI NO.19 Tahun 1946.

Akan tetapi, penerbitan ORI sendiri ternyata melalui berbagai perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa ini. Sebelum disahkannya ORI, Indonesia punya lebih dari satu mata uang yang beredar. Terdiri dari tiga jenis mata uang berasal dari Jepang dan satu jenis dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

Tiga jenis mata uang dari Jepang disebut Gulden Jepang, Gunpyo dan uang Invasi. Satu jenis mata uang lainnya dari Belanda merupakan keluaran Bank Sentral Hindia Belanda atau De Javasche Bank yang disebut Gulden. Beragamnya saat itu dianggap merugikan perekonomian Indonesia. Maka, dua bulan setelah kemerdekaan, tepatnya pada Oktober 1945, ide mencetak mata uang tunggal Republik Indonesia muncul.

Digagas pertama kali oleh Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (badan legislatif sementara RI/BP-KNIP) yang kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu itu, Sjafruddin menyodorkan usulannya itu kepada Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta.

  • Awalnya Hatta sempat ragu, namun perlahan diyakinkan Sjafruddin hingga akhirnya pemerintah sepakat mencetak uang sendiri.
  • Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia.
  • Panitia tersebut diketuai oleh T.R.B.
  • Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang anggotanya terdiri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Penerangan, Serikat Buruh Percetakan yaitu Oesman dan Aoes Soerjatna.

Pencetakan uang pertama pun akhirnya dimulai. Tepatnya pada Januari 1946 di Jakarta. Lalu, pada Mei 1946, saat situasi keamanan tidak kondusif, pencetakan uang di Jakarta dihentikan. Pencetakan uang itu kemudian beralih ke kota-kota lain, seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Akhirnya, mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB ORI ditetapkan secara sah sebagai mata uang Indonesia. Dengan penerbitan ORI, pemerintah kemudian menarik uang invasi Jepang dan Hindia Belanda yang beredar. Sebagai gantinya, setiap penduduk diberi Rp 1 sebagai pengganti sisa uang-uang tadi. Secara bersamaa, penarikan mata uang lama terus dilakukan berangsur-angsur lewat pembatasan pemakaian uang dan larangan membawa uang dari dari daerah ke daerah lain.

Namun, pada saat itu peredaranORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena seb agian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

  • Edua hal itu membuat pemerintah kewalahan untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan moneter.
  • Oleh karena itu, mulai tahun 1947 pemerintah terpaksa memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).
  • Uang tersebut bersifat sementara dan kebanyakan dinyatakan oleh pemimpin setempat sebagai alat pembayaran yang hanya berlaku di tempat tertentu.

Akibatnya, jumlah uang beredar di wilayah Republik Indonesia sulit dihitung dengan tepat. Kesulitan melakukan pemisahan data juga terjadi dalam memperkirakan indikator-indikator perekonomian lainnya, seperti neraca perdagangan, posisi cadangan devisa dan keuangan negara.

  1. Beberapa tahun berselang, konferensi meja bundar (KMB) pada 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS).
  2. Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pada 1 Januari 1950, ORI dan ORIDA ditarik dari peredaran.
  3. Penggantinya adalah uang federal atau rupiah RIS.

Menteri Keuangan Sjafruddin diberi kuasa untuk mengeluarkan uang kertas rupiah RIS tersebut. Mulai 27 Maret 1950 telah dilakukan penukaran ORI dan ORIDA dengan uang baru yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank. Sejalan dengan masa Pemerintah RIS yang berlangsung singkat, masa edar uang kertas rupiah RIS juga tidak lama, yaitu hingga 17 Agustus 1950 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa sejarah uang Indonesia menarik untuk dipelajari?

Uang Indonesia dari Masa Kerajaan, Penjajahan, Hingga Kemerdekaan – Sejarah uang Indonesia dimulai dari masa kerajaan di wilayah nusantara. Saat itu masing-masing kerajaan memiliki mata uang sendiri dengan tahun berdiri serta runtuhnya yang berbeda-beda. Pada masa penjajahan hingga merdeka, uang yang ada di Indonesia kian berubah dari waktu ke waktu dengan ciri khasnya masing-masing.
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Apa Bedanya Kartu Debit Dan Kartu Kredit?

Apa saja jenis mata uang dari Jepang?

Sejarah ORI, Mata Uang Indonesia Pertama Sebelum Jadi Rupiah Jakarta – Setiap negara di dunia pasti memiliki masing-masing sebagai instrumen pembayaran tunai. Di Indonesia, sebagaimana diketahui, mata uang yang berlaku adalah mata uang rupiah. Namun, jauh sebelum dikenal dengan sebutan rupiah, nama Indonesia awalnya adalah Oeang Republik Indonesia (ORI).

  • Tapi tahukah kamu bagaimana asal mula kemunculan mata uang pertama di Indonesia ini? ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Pemerintah Indonesia memberlakukan ORI secara resmi sebagai mata uang pertama pada 30 Oktober 1946, setahun setelah kemerdekaan RI.
  • Sejarah berharga ini kemudian disahkan dalam UU RI NO.19 Tahun 1946.

Akan tetapi, penerbitan ORI sendiri ternyata melalui berbagai perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa ini. Sebelum disahkannya ORI, Indonesia punya lebih dari satu mata uang yang beredar. Terdiri dari tiga jenis mata uang berasal dari Jepang dan satu jenis dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

  1. Tiga jenis mata uang dari Jepang disebut Gulden Jepang, Gunpyo dan uang Invasi.
  2. Satu jenis mata uang lainnya dari Belanda merupakan keluaran Bank Sentral Hindia Belanda atau De Javasche Bank yang disebut Gulden.
  3. Beragamnya saat itu dianggap merugikan perekonomian Indonesia.
  4. Maka, dua bulan setelah kemerdekaan, tepatnya pada Oktober 1945, ide mencetak mata uang tunggal Republik Indonesia muncul.

Digagas pertama kali oleh Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (badan legislatif sementara RI/BP-KNIP) yang kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu itu, Sjafruddin menyodorkan usulannya itu kepada Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta.

  1. Awalnya Hatta sempat ragu, namun perlahan diyakinkan Sjafruddin hingga akhirnya pemerintah sepakat mencetak uang sendiri.
  2. Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia.
  3. Panitia tersebut diketuai oleh T.R.B.
  4. Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang anggotanya terdiri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Penerangan, Serikat Buruh Percetakan yaitu Oesman dan Aoes Soerjatna.

Pencetakan uang pertama pun akhirnya dimulai. Tepatnya pada Januari 1946 di Jakarta. Lalu, pada Mei 1946, saat situasi keamanan tidak kondusif, pencetakan uang di Jakarta dihentikan. Pencetakan uang itu kemudian beralih ke kota-kota lain, seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Akhirnya, mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB ORI ditetapkan secara sah sebagai mata uang Indonesia. Dengan penerbitan ORI, pemerintah kemudian menarik uang invasi Jepang dan Hindia Belanda yang beredar. Sebagai gantinya, setiap penduduk diberi Rp 1 sebagai pengganti sisa uang-uang tadi. Secara bersamaa, penarikan mata uang lama terus dilakukan berangsur-angsur lewat pembatasan pemakaian uang dan larangan membawa uang dari dari daerah ke daerah lain.

Namun, pada saat itu peredaranORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena seb agian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

Edua hal itu membuat pemerintah kewalahan untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan moneter. Oleh karena itu, mulai tahun 1947 pemerintah terpaksa memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA). Uang tersebut bersifat sementara dan kebanyakan dinyatakan oleh pemimpin setempat sebagai alat pembayaran yang hanya berlaku di tempat tertentu.

Akibatnya, jumlah uang beredar di wilayah Republik Indonesia sulit dihitung dengan tepat. Kesulitan melakukan pemisahan data juga terjadi dalam memperkirakan indikator-indikator perekonomian lainnya, seperti neraca perdagangan, posisi cadangan devisa dan keuangan negara.

  • Beberapa tahun berselang, konferensi meja bundar (KMB) pada 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS).
  • Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pada 1 Januari 1950, ORI dan ORIDA ditarik dari peredaran.
  • Penggantinya adalah uang federal atau rupiah RIS.

Menteri Keuangan Sjafruddin diberi kuasa untuk mengeluarkan uang kertas rupiah RIS tersebut. Mulai 27 Maret 1950 telah dilakukan penukaran ORI dan ORIDA dengan uang baru yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank. Sejalan dengan masa Pemerintah RIS yang berlangsung singkat, masa edar uang kertas rupiah RIS juga tidak lama, yaitu hingga 17 Agustus 1950 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali.
Lihat jawaban lengkap

Apa mata uang pertama di Indonesia?

ORI, Uang Pertama di Indonesia 03 Desember 2015 21.59 WIB • 1 menit Mata Uang Yang Pertama Kali Muncul Di Indonesia Adalah ORI, Uang Pertama di Indonesia Sebenarnya, mata uang pertama Indonesia bukanlah Rupiah yang saat ini digunakan, melainkan ORI (Oeang Republik Indonesia). Bentuk uang pertama Indonesia adalah uang kertas yang bernominal 1 sen dengan gambar keris tanpa “bungkus” dan gambar teks Undang-Undang Dasar 1945 di baliknya.

Awal adanya mata uang yang pertama di Indonesia dikarenakan Indonesia sudah merdeka dan berdaulat. Mata uang sendiri merupakan salah satu penanda terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah di kala itu menetapkan Undang-Undang tentang Pengeluaran Uang Republik Indonesia dengan Undang-Undang No.17 dan 19 Tahun 1946.

Sebagai pendukung, pemerintah juga membuat Keputusan No SS/1/35 pada tanggal 29 Oktober 1946 mengenai tidak berlakunya uang jepang dan uang Javasche Bank, Pada saat itu yang menandatangani uang kertas ORI adalah A.A. Maramis yang menjadi menteri keuangan.

  • Uang kertas tersebut di cetak oleh Percetakan Canisius dan mempunyai ciri khas dua warna dengan pengaman serat yang halus.
  • Dalam sejarahnya, ORI hanya dicetak sampai seri ketiga.
  • Seri kedua dengan gambar wajah Presiden Soekarno yang dicetak di Yogyakarta pada 1 Januari 1947 dan Seri ketiga pada 26 Juli 1947.
You might be interested:  Pom Bensin Yang Bisa Pakai Kartu Kredit?

Meski sudah mempunyai mata uang sendiri, tak semuanya rakyat Indonesia menggunakan ORI, seperti di Sumatera. Kala itu, di Sumatera masih menggunakan mata uang rupiah Jepang. Namun karena permainan ekonomi dari pemerintah belanda, mata uang Jepang merosot tajam dan akhirnya inflasi.

Untuk menangani hal ini, pemerintah Sumatera mengeluarkan mata uang sendiri yang bernama URIPS (Uang Republik Indonesia Propinsi Sumatera). Jika dikonversi, 1 sen ORI sama dengan 1 sen URIPS dan 100 rupiah Jepang. ORI tidak bertahan lama sebagai mata uang pertama Indonesia. Pada tanggal 2 November 1949, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaan yang baru.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi, Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. : ORI, Uang Pertama di Indonesia
Lihat jawaban lengkap

Apa saja jenis mata uang dari Jepang?

Sejarah ORI, Mata Uang Indonesia Pertama Sebelum Jadi Rupiah Jakarta – Setiap negara di dunia pasti memiliki masing-masing sebagai instrumen pembayaran tunai. Di Indonesia, sebagaimana diketahui, mata uang yang berlaku adalah mata uang rupiah. Namun, jauh sebelum dikenal dengan sebutan rupiah, nama Indonesia awalnya adalah Oeang Republik Indonesia (ORI).

Tapi tahukah kamu bagaimana asal mula kemunculan mata uang pertama di Indonesia ini? ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Pemerintah Indonesia memberlakukan ORI secara resmi sebagai mata uang pertama pada 30 Oktober 1946, setahun setelah kemerdekaan RI. Sejarah berharga ini kemudian disahkan dalam UU RI NO.19 Tahun 1946.

Akan tetapi, penerbitan ORI sendiri ternyata melalui berbagai perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa ini. Sebelum disahkannya ORI, Indonesia punya lebih dari satu mata uang yang beredar. Terdiri dari tiga jenis mata uang berasal dari Jepang dan satu jenis dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

  • Tiga jenis mata uang dari Jepang disebut Gulden Jepang, Gunpyo dan uang Invasi.
  • Satu jenis mata uang lainnya dari Belanda merupakan keluaran Bank Sentral Hindia Belanda atau De Javasche Bank yang disebut Gulden.
  • Beragamnya saat itu dianggap merugikan perekonomian Indonesia.
  • Maka, dua bulan setelah kemerdekaan, tepatnya pada Oktober 1945, ide mencetak mata uang tunggal Republik Indonesia muncul.

Digagas pertama kali oleh Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (badan legislatif sementara RI/BP-KNIP) yang kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu itu, Sjafruddin menyodorkan usulannya itu kepada Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta.

Awalnya Hatta sempat ragu, namun perlahan diyakinkan Sjafruddin hingga akhirnya pemerintah sepakat mencetak uang sendiri. Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia. Panitia tersebut diketuai oleh T.R.B. Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang anggotanya terdiri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Penerangan, Serikat Buruh Percetakan yaitu Oesman dan Aoes Soerjatna.

Pencetakan uang pertama pun akhirnya dimulai. Tepatnya pada Januari 1946 di Jakarta. Lalu, pada Mei 1946, saat situasi keamanan tidak kondusif, pencetakan uang di Jakarta dihentikan. Pencetakan uang itu kemudian beralih ke kota-kota lain, seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Akhirnya, mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB ORI ditetapkan secara sah sebagai mata uang Indonesia. Dengan penerbitan ORI, pemerintah kemudian menarik uang invasi Jepang dan Hindia Belanda yang beredar. Sebagai gantinya, setiap penduduk diberi Rp 1 sebagai pengganti sisa uang-uang tadi. Secara bersamaa, penarikan mata uang lama terus dilakukan berangsur-angsur lewat pembatasan pemakaian uang dan larangan membawa uang dari dari daerah ke daerah lain.

Namun, pada saat itu peredaranORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena seb agian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

  1. Edua hal itu membuat pemerintah kewalahan untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan moneter.
  2. Oleh karena itu, mulai tahun 1947 pemerintah terpaksa memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).
  3. Uang tersebut bersifat sementara dan kebanyakan dinyatakan oleh pemimpin setempat sebagai alat pembayaran yang hanya berlaku di tempat tertentu.

Akibatnya, jumlah uang beredar di wilayah Republik Indonesia sulit dihitung dengan tepat. Kesulitan melakukan pemisahan data juga terjadi dalam memperkirakan indikator-indikator perekonomian lainnya, seperti neraca perdagangan, posisi cadangan devisa dan keuangan negara.

  • Beberapa tahun berselang, konferensi meja bundar (KMB) pada 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS).
  • Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pada 1 Januari 1950, ORI dan ORIDA ditarik dari peredaran.
  • Penggantinya adalah uang federal atau rupiah RIS.

Menteri Keuangan Sjafruddin diberi kuasa untuk mengeluarkan uang kertas rupiah RIS tersebut. Mulai 27 Maret 1950 telah dilakukan penukaran ORI dan ORIDA dengan uang baru yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank. Sejalan dengan masa Pemerintah RIS yang berlangsung singkat, masa edar uang kertas rupiah RIS juga tidak lama, yaitu hingga 17 Agustus 1950 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali.
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Berapakah Jumlah Uang Yang Didapatkan Peserta Kartu Pra Kerja?

Apakah penarikan mata uang lama bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia?

Sejarah ORI, Mata Uang Indonesia Pertama Sebelum Jadi Rupiah Jakarta – Setiap negara di dunia pasti memiliki masing-masing sebagai instrumen pembayaran tunai. Di Indonesia, sebagaimana diketahui, mata uang yang berlaku adalah mata uang rupiah. Namun, jauh sebelum dikenal dengan sebutan rupiah, nama Indonesia awalnya adalah Oeang Republik Indonesia (ORI).

  • Tapi tahukah kamu bagaimana asal mula kemunculan mata uang pertama di Indonesia ini? ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Pemerintah Indonesia memberlakukan ORI secara resmi sebagai mata uang pertama pada 30 Oktober 1946, setahun setelah kemerdekaan RI.
  • Sejarah berharga ini kemudian disahkan dalam UU RI NO.19 Tahun 1946.

Akan tetapi, penerbitan ORI sendiri ternyata melalui berbagai perjuangan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa ini. Sebelum disahkannya ORI, Indonesia punya lebih dari satu mata uang yang beredar. Terdiri dari tiga jenis mata uang berasal dari Jepang dan satu jenis dari peninggalan pemerintah Hindia Belanda.

  1. Tiga jenis mata uang dari Jepang disebut Gulden Jepang, Gunpyo dan uang Invasi.
  2. Satu jenis mata uang lainnya dari Belanda merupakan keluaran Bank Sentral Hindia Belanda atau De Javasche Bank yang disebut Gulden.
  3. Beragamnya saat itu dianggap merugikan perekonomian Indonesia.
  4. Maka, dua bulan setelah kemerdekaan, tepatnya pada Oktober 1945, ide mencetak mata uang tunggal Republik Indonesia muncul.

Digagas pertama kali oleh Sjafruddin Prawiranegara, anggota Badan Pengurus Komite Nasional Indonesia Pusat (badan legislatif sementara RI/BP-KNIP) yang kemudian menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada waktu itu, Sjafruddin menyodorkan usulannya itu kepada Wakil Presiden Indonesia Mohammad Hatta.

  1. Awalnya Hatta sempat ragu, namun perlahan diyakinkan Sjafruddin hingga akhirnya pemerintah sepakat mencetak uang sendiri.
  2. Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia.
  3. Panitia tersebut diketuai oleh T.R.B.
  4. Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang anggotanya terdiri dari Kementerian Keuangan, Kementerian Penerangan, Serikat Buruh Percetakan yaitu Oesman dan Aoes Soerjatna.

Pencetakan uang pertama pun akhirnya dimulai. Tepatnya pada Januari 1946 di Jakarta. Lalu, pada Mei 1946, saat situasi keamanan tidak kondusif, pencetakan uang di Jakarta dihentikan. Pencetakan uang itu kemudian beralih ke kota-kota lain, seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

  • Akhirnya, mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB ORI ditetapkan secara sah sebagai mata uang Indonesia.
  • Dengan penerbitan ORI, pemerintah kemudian menarik uang invasi Jepang dan Hindia Belanda yang beredar.
  • Sebagai gantinya, setiap penduduk diberi Rp 1 sebagai pengganti sisa uang-uang tadi.
  • Secara bersamaa, penarikan mata uang lama terus dilakukan berangsur-angsur lewat pembatasan pemakaian uang dan larangan membawa uang dari dari daerah ke daerah lain.

Namun, pada saat itu peredaranORI belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena sebagian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda. Hal ini dikarenakan selain faktor perhubungan, masalah keamanan juga berpengaruh karena seb agian wilayah Indonesia masih berada di bawah kedudukan Belanda.

  • Edua hal itu membuat pemerintah kewalahan untuk menyatukan Indonesia sebagai satu kesatuan moneter.
  • Oleh karena itu, mulai tahun 1947 pemerintah terpaksa memberikan otoritas kepada daerah-daerah tertentu untuk mengeluarkan uangnya sendiri yang disebut Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA).
  • Uang tersebut bersifat sementara dan kebanyakan dinyatakan oleh pemimpin setempat sebagai alat pembayaran yang hanya berlaku di tempat tertentu.

Akibatnya, jumlah uang beredar di wilayah Republik Indonesia sulit dihitung dengan tepat. Kesulitan melakukan pemisahan data juga terjadi dalam memperkirakan indikator-indikator perekonomian lainnya, seperti neraca perdagangan, posisi cadangan devisa dan keuangan negara.

Beberapa tahun berselang, konferensi meja bundar (KMB) pada 1949 menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Sebagai upaya untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, pada 1 Januari 1950, ORI dan ORIDA ditarik dari peredaran. Penggantinya adalah uang federal atau rupiah RIS.

Menteri Keuangan Sjafruddin diberi kuasa untuk mengeluarkan uang kertas rupiah RIS tersebut. Mulai 27 Maret 1950 telah dilakukan penukaran ORI dan ORIDA dengan uang baru yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank. Sejalan dengan masa Pemerintah RIS yang berlangsung singkat, masa edar uang kertas rupiah RIS juga tidak lama, yaitu hingga 17 Agustus 1950 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk kembali.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana sejarah mata uang Indonesia pada awal kemerdekaan?

Oeang Republik Indonesia (ORI) – Pada awal kemerdekaan, Indonesia menggunakan mata uang yang bernama Oeang Republik Indonesia (ORI). Sejarahnya bermula pada 7 November 1945 ketika Menteri Keuangan A.A. Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia. Mata Uang Yang Pertama Kali Muncul Di Indonesia Adalah ORI ditetapkan sebagai mata uang Indonesia secara sah mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00 WIB. Hal ini membuat pemerintah menarik uang Jepang dan Belanda yang masih beredar. Setelah pembentukan Republik Indonesia Serikat pada tahun 1949, mata uang kembali diseragamkan untuk semua wilayah RIS.

Menteri Keuangan Sjafruddin Prawiranegara diberi wewenang penuh untuk mengeluarkan uang kertas yang diberi nama Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA). Setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk, ORI dan ORIDA ditarik karena peredarannya terlalu banyak. Penarikan tersebut dilakukan lewat kebijakan Gunting Sjafruddin, yakni menggunting uang yang nilainya Rp5,00 ke atas.

Kebijakan tersebut dilakukan dengan menyetorkannya ke dalam rekening yang dibekukan.
Lihat jawaban lengkap