Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang?

Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang
Hukum Mengeluarkan Zakat fitrah dengan Uang, Nominal dan Tatacaranya Zakat Fitrah Liputan6.com, Jakarta Dalam konteks kontemporer saat ini, khususnya di Indonesia, hukum menggunakan uang terdapat setidaknya 4 (empat) pendapat/pandangan. Pertama, tidak boleh (tidak sah) zakat fitrah menggunakan uang (qîmah), berpegang secara konsisten pada mazhab Syafi’iyah, yang mewajibkan zakat fitrah dengan makanan pokok, seperti beras bagi orang Indonesia, dengan kadar 1 sha’ beras sebesar 2,75 kg atau 2,5 kg atau 3,5 liter.

  • Kedua, boleh zakat fitrah menggunakan uang dengan mengikuti pendapat yang membolehkan, seperti pendapat al-Tsaurî, dan mazhab Hanafiyah, tetapi harus konsisten bermazab Hanafiyah secara total.
  • Termasuk dalam kelompok ini, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta tentang Hukum dan Pedoman Pelaksanaan Zakat Fitrah dengan Uang, tanggal 9 Juni 2018, dan Surat Edaran Bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Timur dan Surat Edaran Lazisnu Jawa Timur tanggal 13 Mei 2020, tentang Pedoman dan Kadar Zakat Fitrah.
  • Menurut MUI Jakarta, perhitungan zakat dalam bentuk uang harus mengikuti Hanafiyah, yaitu 1/2 shâ‘ gandum (burr/hinthah) termasuk tepungnya (sawiq), dan dzabîb (kismis), atau 1 shâ‘ kurma (tamr), sya‘îr (jelai) dan keju, senilai 3,2615 kg (3,3 kg).

Dalam Surat Edaran Bersama LBMNU Jawa Timur disebutkan lebih rinci ketentuan tata cara pembayaran menggunakan uang, harus mengikuti mazhab Hanafi secara total, dengan uang senilai 3,8 kg kurma yang berkualitas, bahkan diperinci kadarnya satu sha’ 3,8 kg sesuai salah satu pilihan takaran harga, misalnya harga terbesar untuk kurma ajwa (Rp1.140.000,-), dan gandum (½ sha’ Rp 63.000,-).

Bila tetap mengikuti mazhab Syafi’iyah, maka zakat fitrahnya wajib menggunakan beras, dapat dilakukan dengan cara panitia zakat menyiapkan beras 2,7 kg, kemudian beras tersebut dibeli oleh calon muzakki, dan beras tersebut diserahkan sebagai zakatnya. Ketiga, boleh zakat fitrah menggunakan uang mengikuti pendapat Imam ar-Rûyânî (415 H), ulama mazhab Syafiiyah, meskipun lemah, yang membolehkan zakat fitrah dengan uang, dipandang lebih baik daripada berpindah mazhab atau mengikuti mazhab lainnya (intiqâl al-mazhab/talfîq), dengan zakatnya 2,5 kg atau 3,5 liter beras.

Ini misalnya Keputusan BM LBM PWNU Provinsi Banten tentang Sahnya Zakat Fitrah dengan Uang dalam mazhab Syafi’i, tanggal 18 Mei 2020, dengan berpijak pada kitab Thabaqât al-Fuqahâ’ al-Syâfi‘iyîn karya ‘Imâd ad-Dîn Ibn Katsîr, Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1971, Juz II, hlm.24.

Keempat, boleh zakat fitrah dengan menggunakan uang mengikuti pendapat Hanafiyah dan Syekh Ibn Qasim, seorang ulama Malikiyah, dengan mengikuti mazhab Syafiiyah dalam menggunakan nominal harga beras sesuai kualitas layak konsumsi masyarakat sebesar 2,75 kg atau 3,5 liter beras atau versi lain 2,5 kg.

Ketentuan Bayar Zakat Fitrah dengan Uang – Buya Yahya Menjawab

Tentang besaran zakatnya tersebut mengikuti mazhab Syafiiyah, tidak mengikuti pendapat Hanafiyah, yang bila dibandingkan nominalnya justru lebih besar/berat daripada ukuran Syafiiyah, terlebih menggunakan nominal selain beras (apalagi kurma). Zakat fitrah dibayarkan di bulan Ramadan hingga sebelum Salat Idul Fitri.

  1. Talfîq dan Memilih Pendapat Hukum yang Ringan sebagai Solusi Mencermati keempat model pendapat hukum tentang zakat fitrah menggunakan uang di atas, tampak bahwa:
  2. Pendapat pertama, rigid (kaku) karena tidak membolehkan zakat fitrah dengan uang;
  3. Pendapat kedua, lebih lentur, tetapi ketat karena tidak membolehkan intiqâl mazhab dalam sebagian masalah (talfîq);
  4. Pendapat ketiga, semi lentur, karena menggunakan pendapat yang lemah, tetapi tetap konsisten dalam satu mazhab, yakni mazhab Syafi’iyah, tidak memilih intiqâl mazhab/talfîq; dan

Pendapat keempat, sangat lentur (dinamis) menggunakan intiqâl mazhab/talfîq untuk memilih model yang paling ringan dan maslahat dalam mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang dengan kadar yang paling rendah (2,5 kg atau 2,7 kg/3,5 liter beras, sekitar Rp 35.000,-, dengan hitungan perliter Rp 10.000,-).

Model yang keempat tersebut diterapkan pula dalam fatwa Dâr al-Iftâ’ Mesir, membolehkan uang sebesar, £15 (15 EGP, Poun Mesir, sekitar 15.000,- IDR), sebagai ukuran nilai terkecil untuk gandum, sebagai makanan pokok negara tersebut. Dalam hal ini, pendapat yang membolehkan zakat fitrah dengan uang mengikuti model intiqâl mazhab fî ba‘dh al-masâ’il atau talfîq, atau mengikuti pendapat yang lemah dalam mazhab Syafii, lebih sesuai dengan sifat fiqih yang dinamis dan maslahat, yang dicirikan dengan meneguhkan asas at-taysîr, yakni memberikan kemudahan, dan raf’ al-haraj, menghilangkan kesulitan terhadap muzakki (orang yang berzakat), serta lebih maslahat bagi muzakki juga bagi mustahiq (penerima zakat).

Model memilih pendapat a-Rûyanî, yang dinilai lemah tersebut, merupakan model al-akhdz aw al-ikhtiyâr bi-aisar al-madzâhib, yakni mengambil/memilih pendapat yang paling ringan di antara mazhab, yang di dalamnya lebih mengandung kemaslahatan (al-Fiqh al-Islâmî, Juz I, hlm.84-85).

Taqlîd kepada pendapat ulama yang tidak lebih utama (taqlîd al-mafdhûl), ada tiga pendapat, di antaranya membolehkan dan diunggulkan oleh Ibnu Hâjib, karena terjadi pada masa sahabat dan selainnya secara nyata dan tanpa diingkari. (Lihat al-Bannânî, Hâsyiyat al-‘Allâmah al-Bannânî, 2003, Juz II, hlm.396, dan al-Âmidî, al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm, 1996, hlm.356-357).

Dalam putusan LBM PBNU, sifat dinamis dan maslahatnya tampak dalam memberikan kemudahan (solusi) dengan mendasarkan kebolehan intiqâl al-mazhab atau lebih tepatnya talfîq dalam hal mengeluarkan zakat fitrah dengan menggunakan uang, serta dengan mengikuti ukuran yang lebih ringan, ukuran Syafi’iyah, yaitu 2,7 kg atau 2,5 kg atau 3,5 liter beras, tidak mengikuti ukuran Hanafiyah yang lebih berat, sebesar 3,8 kg kurma, anggur dan/atau gandum.

  1. Ini merupakan bentuk talfîq yang diperbolehkan oleh para ulama, di antaranya al-Kamâl ibn al-Humâm, dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (1932-2015).
  2. Talfîq semacam itu diperbolehkan karena tidak termasuk dalam kategori talfîq mamnû‘ (dilarang) karena batal demi hukum (bâthil li-dzâtih) atau karena faktor eksternal (al-‘awârdh), yang mengakibatkan penentangan terhadap ijma‘ atau rusaknya tatanan hukum (az-Zuhailî, al-Fiqh al-Islâmî wa-Adillatuh, Beirut: Dâr al-Fikr, 2009, Juz I, hlm.98-99).

Justru talfîq semacam ini lebih selaras dengan prinsip atau asas kemudahan dalam beragama (mabda’ au asas al-yusr/at-taisîr, QS.2: 185) dan menghilangkan kesulitan atas masyarakat (raf‘ al-haraj) serta toleran (as-samâhah) yang merupakan tujuan dan substansi hukum Islam (maqâshid al-syarî‘ah) dalam rangka memberikan perlindungan dan kemaslahatan bagi manusia (mashâlih al-‘ibâd).

Talfîq dan memilih pendapat hukum yang ringan (al-akhdz au al-ikhtiyâr bi-aisar al-madzâhib), merupakan model hukum dengan paradigma at-taysîr, memberikan kemudahan (bukan tasydîd, memberatkan), menjadi solusi hukum, karena lebih sejalan dengan tujuan dan substansi hukum Islam, dan telah diterapkan di berbagai negara di belahan benua: Afrika, Eropa, Amerika, Australia dan Asia.

Menolak talfîq ataupun mengambil pendapat yang lemah atau ringan yang lebih dinamis dan maslahat merupakan bentuk kekakuan atau kebekuan (jumûd) dalam beragama yang justru menyusahkan manusia itu sendiri, karena tidak selaras dengan prinsip dan asas Islam, yakni memberikan kemudahan, kemaslahatan dan kerahmatan.
Lihat jawaban lengkap

Apakah zakat fitrah bisa dibayar dengan uang?

Zakat Fitrah dengan Uang, Bolehkah? Ini Penjelasannya Menurut Gus Baha Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang JawaPos.com – Zakat fitrah merupakan amalan wajib yang harus dikerjakan umat muslim, setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah puasa Ramadan. Adapun waktu pengerjaannya dilakukan pada awal puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurut Imam Syafi’i, Zakat Fitrah dibayarkan dengan menggunakan makanan pokok di mana tempat tinggal umat muslim itu berada.

Adapun makanan pokok itu bisa berupa gandum atau beras. Bagaimana jika kita tidak sempat membeli beras dan diganti dengan uang? Dikutip dari NU Online, terkait hal ini, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan, zakat fitrah boleh menggunakan uang asalkan setara dengan takaran yang telah ditentukan, yaitu satu sha’ atau empat mud.

“Saya sendiri memilih membayar zakat fitrah menggunakan uang yang setara dengan lima kilogram beras,” kata Gus Baha, sapaan akrabnya, dalam salah satu tayangan Youtube dilihat NU Online, Jumat (29/4/22). Alasannya, pemberian uang ditekankan karena orang lebih membutuhkan uang untuk berbelanja daripada beras yang umumnya mereka sudah punya.
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Apa Perbedaan Pasar Uang Dan Pasar Modal?

Bolehkah zakat fitrah menggunakan uang jelaskan beserta dalilnya pandangan para ulama?

12 Mei 2020 – Diwayatkan dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci orang yang berpuasa dari kata-kata tak berguna dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa mengeluarkan (zakat itu) sebelum salat id maka itu adalah zakat yang diterima.

Menurut madzhab Hanafi, zakat fitrah boleh menggunakan uang dan dengan jumlah yang harus sesuai dengan harga kadar beras yang dizakatkan. Baca selengkapnya di artikel “Hukum Zakat Fitrah dengan Menggunakan Uang”, Dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadan terbitan LTN PBNU (2017:38-39), zakat yang dikeluarkan oleh Rasulluhoh adalah berupa gandum.

Sementara berdasarkan hasil ijtihad para ulama yang dimaksud dengan zakat fitrah adalah berupa membayar makanan pokok. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah beras, maka yang dibayarkan zakatnya berupa beras sesuai dengan ukuran dalam hadis. Terkait pembayaran zakat fitrah, ada dua pendapat.

  1. Yang pertama, dalam mazhab Syafi’iyah, zakat tersebut mestilah berupa makanan pokok.
  2. Pendapat kedua, dari mazhab Hanafiyah, pembayaran zakat fitrah boleh menggunakan uang dan dengan jumlah yang harus sesuai.
  3. Masing-masing memiliki dalil yang kuat.
  4. Dalil membayar zakat fitrah dengan bahan makanan pokok adalah riwayat bahwa Rasulullah mewajibkan zakat fitri, berupa satu sha’ kurma kering atau gandum kering (H.R.

Al-Bukhari dan Muslim) Dalam “Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang”, dalil melaksanakan zakat fitrah dengan membayar sejumlah uang adalah firman Allah dalam Surah at-Taubah:9, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka”. Dalam hal ini, pendapatnya adalah, ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat asalnya diambil dari harta.

  • Dengan demikian, karena uang termasuk harta, zakat fitrah dengan uang diperbolehkan.
  • Dalam situs web resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diterangkan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter untuk setiap jiwa.
  • Ualitas beras atau makanan pokok harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari.

Namun beras atau makanan pokok tersebut dapat diganti dalam bentuk uang yang nilainya sama. Baca selengkapnya di artikel “Hukum Zakat Fitrah dengan Menggunakan Uang”, : Hukum Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang
Lihat jawaban lengkap

Apakah boleh membayar zakat fitrah dengan uang rumaysho?

Melalui penjelasan di atas kami rasa sudah cukup jelas bahwa pembayaran zakat fithri dengan uang tidaklah tepat. Inilah pendapat mayoritas ulama termasuk madzhab Syafi’iyah yang dianut oleh kaum muslimin Indonesia.
Lihat jawaban lengkap

Zakat mal apakah harus berupa uang?

2. Apakah sah memberikan zakat mal dari sembako? Ini pendapat Ustaz Abdul Somad – Ilustrasi pembayaran zakat fitrah (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra) Dalam video yang diunggah dalam kanal YouTube Kun Ma Alloh dengan judul video ‘Bolehkah Membayar Zakat Dengan Memakai Sembako ?’, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa ketentuan membayar setiap jenis zakat itu bisa berbeda-beda.

Salah satunya adalah pemberian zakat fitrah di bulan Ramadan yang dibayar dalam bentuk beras. Sedangkan untuk zakat mal atau zakat harta dibayarkan dengan menggunakan uang. Ia mengatakan bahwa zakatnya gak bisa diganti menjadi barang sembako seperti beras atau pun minyak. Hal ini terkecuali jika yang akan membayarkan zakat adalah penanam padi, maka zakatnya padi.

Jika dikupas, maka zakatnya beras. Baca Juga: Niat, Syarat, dan Bentuk Zakat Fitrah di Bulan Ramadan
Lihat jawaban lengkap

Siapa ulama yang memperbolehkan Mengganti zakat fitrah dengan qimah atau uang?

Pendapat pertama dari ulama Hanafiah – Boleh membayar zakat fitrah dan yang lainnya dengan menggunakan qimah (mata uang).
Lihat jawaban lengkap

Uang zakat fitrah diberikan kepada siapa?

Kapan batas terakhir bayar zakat fitrah? – Beberapa ulama menyampaikan pendapatnya mengenai waktu terbaik untuk bayar zakat fitrah. Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Malik, bayar zakat fitrah wajib dilakukankan saat terbit fajar Idul Fitri. Baca juga: Mudik Lebaran 2022, Beban Listrik Bergeser ke Jawa Tengah dan Bali Sementara Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambal menyatakan bayar zakat fitrah wajib dilakukan sejak tenggelamnya matahari di akhir Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri.

Waktu wajib, yakni saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan menuju Idul Fitri. Waktu sunah yakni shalat Subuh dan sebelum shalat Idul Fitri dilakukan. Waktu mubah, yakni pada awal bulan Ramadhan sampai hari terakhir Ramadhan. Waktu makruh, yakni setelah shalat Idul Fitri namun sebelum matahari terbenam pada hari Idul Fitri. Waktu haram, yakni setelah matahari terbenam pada Hari Idul Fitri.

Dari penjelasan waktu dan hukum membayarkan zakat fitrah tersebut, maka dianjurkan untuk melakukan pembayaran sebelum shalat Idul Fitri ditunaikan. Baca juga: One Way Tol Jakarta-Cikampek Dicabut, Pemudik Dapat Melintas dengan Normal Lewat dari waktu itu, maka pembayaran zakat fitrah hukumnya menjadi makruh dan haram. Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang Shutterstock Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan oleh umat muslim, baik laki-laki, perempuan, dewasa, maupun anak-anak pada bulan Ramadhan hingga menjelang shalat Idul Fitri. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com.
Lihat jawaban lengkap

Jika seseorang itu mampu secara material dalam membayar zakat tapi orang tersebut enggan membayar zakat maka apa balasan bagi orang yang enggan membayar zakat?

Nabi Muhammad Saw juga bersabda, ‘Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lalu tidak membayarkan zakatnya, maka hartanya itu akan diwujudkan dengan ular botak yang mempunyai dua titik hitam.
Lihat jawaban lengkap

Berapa membayar fitrah dengan uang?

Besaran Zakat Fitrah Beras dan Uang, Cek Perbedaan Ketentuan per Daerah Jakarta – adalah kewajiban bagi umat muslim yang mampu, dalam rangka meringankan saudaranya yang kurang sejahtera. Perintah ini terdapat dalam hadis Ibnu Umar RA, yaitu: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu ‘sha gandum atas umat muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.

  • Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk sholat.” (HR.
  • Bukhari Muslim).
  • Bagi muslimin dan muslimat yang hendak menunaikannya, disunnahkan ibadah ini dilaksanakan sejak awal bulan suci Ramadan sampai sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
  • Perlu diingat jika melaksanakannya setelah salat Ied usai, maka dinilai sebagai sedekah biasa.

Mengutip dari laman resmi BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), para ulama seperti Shaikh Yusuf Qardawi memperbolehkan dalam bentuk uang yang senilai dengan 1 sha’ gandum, beras, atau kurma. Apabila ditunaikan dalam rupa uang, maka besarannya harus selaras dengan harga beras yang dikonsumsi.

  • Menurut Surat Keputusan Ketua BAZNAS nomor 10/2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibu Kota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, nilai zakat fitrah uang adalah Rp 45 ribu per hari per jiwa.
  • Besaran itu berbeda dengan ketetapan BAZNAS Solo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, dan Pemkot Solo.

Khusus untuk ASN (aparatur sipil negara) dan warga yang berzakat melalui BAZNAS, besarannya adalah Rp 33 ribu atau beras 2,7 kg per orang. “Jadi zakatnya tetap 2,5 kg tapi disempurnakan jadi 2,7 kg. Karena kami timbang ulang beras kemasan 5 kg itu ternyata isinya tidak tepat 5 kg,” ucap Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur (19/4/2022) seperti dikutip dari detikjateng.

Berbeda pula dengan ketetapan Kemenag Bone yang menentukan besaran zakat fitrah uang tertinggi Rp 34 ribu dan terendah Rp 26 ribu. Aturan ini berdasarkan kesepakatan rapat Kemenag Bone, Kabag Kesra Setda Bone Polres Bone, Ketua MUI Bone, Ketua NU Bone, Ketua Muhammadiyah Bone, Ketua BAZNAS Bone, dan Kepala KUA Kecamatan.

“Berdasarkan hasil keputusan rapat bahwa, besaran zakat yang dikeluarkan adalah 4 liter beras per jiwa menurut jenis beras yang dikonsumsi oleh masing-masing wajib zakat, atau dengan nilai uang sebagaimana harga beras dipasaran,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Bone Wahyuddin Hakim, disebutkan dari detiksulsel (9/4/2022).
Lihat jawaban lengkap

Zakat fitrah dinilai sedekah biasa apabila dibayarkan?

Bisnis.com, JAKARTA — Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Akan tetapi jika terlambat atau lupa membayar zakat fitrah, bagaimana hukumnya? Melansir jawaban Ustadz Ammi Nur Baits di laman Konsultasi Syariah, zakat fitrah dinilai sah apabila dibayarkan sebelum salat Idulfitri.

Jika terlewat, maka statusnya hanya sebagai sedekah biasa. Dalilnya dari hadist Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalaam berikut ini: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin.

Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah biasa. – (HR. Abu Daud 1609; Ibnu Majah 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

  1. Bagi yang sengaja menunda atau tidak membayarkan zakat fitrah tepat pada waktunya, maka statusnya berdosa karena hukumnya haram.
  2. Namun apabila dilakukan karena tidak sengaja maka tidak berdosa, tetapi wajib dibayarkan sebagai qadha zakat fitrah.
  3. Hal ini sesuai dengan pernyataan ulama As-Syirazi yang mengatakan, “Jika ada orang mengakhirkan pembayaran zakat sampai keluar batas waktu hari itu, maka dia berdosa dan wajib qadha’.
You might be interested:  Gelombang Elektromagnetik Yang Digunakan Untuk Memeriksa Keaslian Uang Adalah?

Karena zakat fitrah adalah hak harta yang menjadi kewajibannya, dan memungkinkan untuk dia tunaikan. Karena itu, tidak gugur dengan keterlambatan waktu,” – (al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, 6/126). Karenanya, jika terlambat membayar zakat fitrah karena ketidaksengajaan atau lupa, maka segera tunaikan selagi ingat.
Lihat jawaban lengkap

Membayar zakat fitrah setelah dianggap sedekah biasa?

Zakat fitrah dapat dikeluarkan sejak awal Ramadhan sampai sebelum pelaksanaan sholat Ied, jika dibayarkan setelah sholat Ied,maka yang dibayarkan tersebut sema dengan sedekah biasa,oleh karena itu bayarkan lah pada waktunya.
Lihat jawaban lengkap

Bolehkah membayar zakat emas dengan uang?

Bolehkah Menggabungkan Zakat Tabungan dengan Zakat Emas? Pembaca yang berbahagia, setiap harta kekayaan yang dimiliki oleh seorang muslim wajib dikeluarkan zakatnya jika telah mencapai nishab. Selain untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, membayarkan zakat harta juga dapat membersihkan harta serta dapat membawa keberkahan rizki bagi pemilik harta.

Pertanyaan:Menggabungkan zakat tabungan dengan zakat emas”Assalamu’alaikum, Wr. Wb

Ustadz yang baik, saya memiliki tabungan sebesar Rp 31 juta, simpanan 5 mayam emas dan satu sepeda motor yang saya gunakan sehari-hari senilai Rp 11 juta. Apakah saya sudah berkewajiban untuk membayar zakat? Jika sudah, apakah saya harus membayarkan zakatnya secara terpisah untuk masing-masing harta itu atau harus digabung? Atas jawaban Ustadz saya ucapkan terimakasih.

” -Dari Zakaria, Lamlagang- Jawaban: Saudara Zakaria yang dirahmati Allah. Terdapat dua hal yang patut kita garis bawahi dari pertanyaan Saudara. Pertama, salah satu prinsip kaidah penghitungan zakat terkait aset kekayaan yang wajib dizakati adalah jenis kekayaan yang bergerak atau berkembang (namaa), baik secara riil maupun dari hasil prediksi atau perkiraan.

Syarat berkembang ini mempunyai dua arti penting dalam menentukan kategori aset wajib zakat, yaitu: (1) untuk membedakan dari kekayaan yang mempunyai fungsi, walaupun itu sifatnya sangat personal. Seperti perhiasan yang dipakai, mobil pribadi, perabotan rumah tangga dan sejenisnya; (2) untuk memasukkan semua jenis aset kekayaan yang mempunyai karakter berkembang ke dalam kategori wajib zakat.

  1. Artinya, setiap aset kekayaan yang dapat bertambah nilainya wajib dikeluarkan zakatnya.
  2. Atas dasar ini, jelaslah bahwa aset kekayaan yang permanen dan barang-barang yang digunakan untuk kepentingan pribadi tidak wajib dizakati sebab harta-harta tersebut tidak memenuhi prinsip berkembang.
  3. Dengan demikian, sepeda motor yang Saudara gunakan termasuk kedalam kendaraan operasional untuk keperluan pribadi sehari-hari, tidak wajib dikeluarkan zakatnya sebab sifatnya tidak berkembang.

Kedua, dalam kaidah penghitungan zakat juga berlaku prinsip penggabungan harta sejenis. Dr. Husein Sahata, salah satu pakar ekonomi Islam asal Mesir, dalam kitabnya Dalil Hisab al Zakat menerangkan bahwa diperbolehkan menggabungkan dua (lebih) macam kekayaan dari jenis yang sama.

Jumhur ulama telah sepakat bahwa standar zakat barang dagangan dan zakat uang mengikuti nishab zakat emas. Sehingga dalam hal ini, jika Saudara memiliki tabungan dalam bentuk uang dan simpanan lain dalam bentuk emas, maka nilai keduanya boleh disatukan sebagai jumlah total tabungan/simpanan yang Saudara miliki.

Jika kita asumsikan bahwa harga 1 mayam emas saat ini adalah Rp 1.600.000, maka simpanan Saudara berupa 5 mayam emas adalah senilai Rp 8.000.000. Sehingga total simpanan/tabungan Saudara adalah Rp 39.000.000. Apakah tabungan/simpanan sebesar Rp 39.000.000 sudah dikenai zakat? sebelum menyimpulkan wajib dizakati atau tidak, kita harus pastikan terlebih dahulu apakah sudah mencapai nishab.

Sebab, apa pun jenis aset yang kita miliki, kita tidak wajib menzakatinya sebelum aset tersebut mencapai nishab. Ada pun nishab zakat emas adalah sebesar 94 gram atau 31 mayam atau senilai Rp 49.600.000. Kemudian, disamping nishab, zakat tabungan juga harus memperhatikan apakah harta yang disimpan dalam bentuk tabungan tersebut sudah lewat satu tahun (haul) atau belum.

Jika belum cukup haul, maka tidak wajib zakat. Dengan kata lain, bahwa pemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya dua belas bulan Qamariyah. Menurut Yusuf Al-Qaradhawy, dalam persyaratan setahun ini dapat dimasukkan harta simpanan seperti tabungan, emas, dan perhiasan.
Lihat jawaban lengkap

Apakah gaji 1 juta wajib zakat?

Zakat Penghasilan – Zakat penghasilan adalah zakat yang wajib dikeluarkan selain zakat fitrah. Hanya saja, hanya orang yang telah mencapai nisab, yakni memiliki penghasilan tahunan senilai 85 gram emas saja yang wajib menunaikan zakat ini. Lalu, berapa tepatnya nilai 85 gram emas? Mari kita gunakan harga emas hari ini yang berada di posisi Rp 860.000 per gram.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa nisab zakat penghasilan ialah sebesar Rp 73 juta 100 ribu. Dengan demikian, apabila Sahabat memiliki penghasilan tahunan sama atau lebih besar daripada nisab zakat di atas, tentu Sahabat wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Setelah mengetahui bahwa pendapatan sudah mencapai nisab zakat penghasilan, maka Sahabat dapat menunaikan zakat penghasilan tiap bulannya.

Tetapi, dari zakat penghasilan berapa persen yang harus dikeluarkan? Zakat penghasilan ditunaikan sebesar 2,5% dari total jumlah penghasilan per bulan. Sebagai contoh, Ibu A memiliki pendapatan bulanan dari bekerja sebesar Rp 8 juta dan bekerja sampingan sebesar Rp 1 juta.

  • Jadi, tiap bulan Ibu A wajib mengeluarkan sebesar Rp 225 ribu untuk zakat penghasilan.
  • Hal ini disebabkan oleh penghasilan tahunan Ibu A sebesar Rp 108 juta sudah memenuhi nisab kewajiban zakat penghasilan.
  • Mengenai sumber penghasilan yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah, Majelis Ulama Indonesia menjelaskan melalui Fatwa Nomor 3 Tahun 2003.

Fatwa tersebut menjelaskan bahwa penghasilan yang dimaksud dalam zakat penghasilan adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal. Penghasilan tersebut dapat diperoleh secara rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana pendapat Imam Syafi I tentang zakat fitrah?

Imam Syafi’i lahir di Palestina, pada 150 H dan wafat di Mesir pada 204 H. Menurut Mazhab Syafi’i, zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah makanan pokok daerah setempat. Tidak boleh dikeluarkan yang bukan makanan pokok atau harga dari makanan pokok tersebut.
Lihat jawaban lengkap

Apakah bisa membayar zakat fitrah dengan uang seharga 2 5 kg beras?

PIKIRAN RAKYAT – Zakat merupakan rukun Islam keempat yang wajib ditunaikan umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Zakat pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yaitu zakat nafs (jiwa) atau zakat fitrah dan zakat mal atau zakat harta. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang Hari Raya Idul Fitri pada bulan suci Ramadhan.

Adapun zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa, atau bisa juga diganti dengan nominal uang yang telah ditetapkan badan amil zakat setiap daerah. Baca Juga: Cara Perhitungan Zakat Fitrah Beserta Manfaatnya Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Provinsi Jawa Barat telah menetapkan besaran zakat fitrah dikonversi dengan uang pada tahun 1443 H/ 2022 M di seluruh kabupaten dan kota se- Jawa Barat,

Penetapan besaran zakat fitrah dengan uang itu tertuang dalam Surat Edaran BAZNAS Jabar Nomor: 236/BAZNAS-JABAR/IV/2022. Besaran zakat fitrah yang ditetapkan Baznas Jabar berbeda di setiap daerah. Berikut rincian besaran zakat fitrah dikonversi dengan uang seharga 2,5kg beras di 26 kabupaten dan kota se- Jawa Barat sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi Baznas Jabar.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa orang kaya harus membayar zakat?

Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah mennyucikan orang yang menunaikannya, serta memberi makan orang miskin. Hal ini telah dijelaskan Rasulullah SAW melalui haditsnya yang diceritakan Ibnu Abbas RA.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa fakir miskin lebih diutamakan ketika menerima zakat?

Siapakah Yang Lebih Diutamakan Menerima Zakat : Fakir Atau Miskin ? Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang Alomuslim.com – Istilah fakir miskin sudah seringkali kita dengar, namun sebagian diantara kita seringkali bingung dalam memahami maksud dari kedua istilah tersebut. Secara umum, istilah fakir dan miskin diartikan sebagai orang-orang yang sangat membutuhkan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tetapi kita tidak bisa memahami istilah fakir miskin hanya secara umum saja, karena akan berkaitan dengan hak penerima zakat. Fakir miskin termasuk dalam delapan kelompok orang-orang yang berhak menerima zakat. Maka harus dipahami dalam konteks ayat dan istilah bahasa asalnya, yakni bahasa Arab. Kata fakir dalam istilah bahasa Arab disebut Fuqara, apabila kata ini disebutkan secara mutlak, maka kalangan miskin, atau dalam istilah bahasa Arab disebut masakin, termasuk di dalamnya.

Demikian pula sebaliknya, jika masakin disebutkan secara mutlak, maka kalangan fuqara termasuk di dalamnya. Namun, apabila keduanya digabung dalam satu kalimat, seperti yang tertera dalam ayat mengenai zakat, maka keduanya akan memiliki arti yang berbeda.

  1. Fakir secara etimologi dalam bahasa Arab adalah subyek yang berarti obyek, yaitu orang yang sebagian tulang rusuknya terlepas, maka punggungnya menjadi patah.
  2. Maksudnya yakni orang fakir merupakan orang yang sangat lemah dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya hingga diistilahkan dengan orang yang tulang punggungnya patah.
You might be interested:  Bagaimana Cara Kredit Hp Di Lazada?

Sementara miskin dalam istilah bahasa Arab adalah orang yang berdiam diri (sakin). Dan menurut beberapa ulama ahli bahasa menjelaskan makna miskin, diambil dari kata sakan (diam), seolah dia orang yang lumpuh, tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak bisa sembuh.

  • Sehingga kondisi orang miskin kondisinya lebih sulit daripada orang fakir.
  • Sehingga bedasarkan makna tersebut, ulama madzhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa orang miskin lebih diutamakan dalam menerima zakat dari orang fakir.
  • Sementara madzhab Syafi’i dan Hanbali memiliki pendapat yang berbeda, menurut mereka orang fakir lebih di utamakan dari orang miskin.

Menurut madzhab Syafi’i dan Hanbali orang fakir lebih membutuhkan dari orang miskin, karena menurut mereka orang fakir merupakan orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan yang dapat mencukupi kebutuhannya sama sekali. Sementara orang miskin masih mampu mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya baik kurang atau sekedar mencukupi.
Lihat jawaban lengkap

Apakah bisa menitipkan zakat ke seseorang atau saudara untuk disampaikan kepada fakir miskin?

Jawaban: – Wa’alaikumussalam 1. Bagaimana perhitungan zakatnya? Zakat padi yang dihitung adalah berasnya, yaitu jika panen mencapai 909 liter beras (kira-kira 750 kg beras). Nah, kalau dapat 5 ton (seperti yang Anda sebutkan), maka panen Anda sudah wajib dizakati.

  1. Alau diairi dari irigasi, yang dikeluarkan 10% nya dalam bentuk beras (Anda bisa bertanya ke orang ahli, kira-kira kalau 5 ton gabah bisa dapat berapa ton beras, dari jumlah ton beras inilah Anda keluarkan 10% nya).
  2. Adapun segala biaya yang Anda keluarkan untuk pupuk, obat, upah tanah atau penggilingan padi.

itu menjadi tanggungan Anda (kalau memang biayanya bukan berupa utang) tidak dipotong dari hasil panen.2. Apakah padi tsb termasuk zakat tanaman dan buah-buahan atau diqiyaskan ke zakat emas dan perak? Padi termasuk zakat tanaman, ada ketentuan dan syaratnya sendiri, beda dengan zakat emas dan perak.3.

  1. Apakah bisa menitipkan zakat ke seseorang/saudara, untuk disampaikan ke fakir miskin? Bisa, asalkan orang yang dititipi tersebut amanah, tidak mengambil sedikit pun dari zakat yang hendak disalurkan tersebut.4.
  2. Apakah ada akadnya ketika memberikan zakat kepada fakir miskin? Tidak ada akad khusus.
  3. Anda boleh memberikan zakat dengan mengatakan pada mereka, ini adalah zakat harta saya.

Boleh juga Anda tidak mengatakan apa-apa ketika memberikannya, yang penting Anda berniat harta tersebut adalah ditujukan untuk zakat wajib, bukan sedekah sunah biasa.5. Apa pengertian zakat uang kertas/tabungan di Bank, saya belum paham? Maksudnya, bila Anda punya tabungan di bank atau dimana saja dan nominalnya sudah mencapai nishob (seharga 85 gr emas murni, tanyakan saja ke toko emas berapa harganya, atau cari di internet berapa harga emas murni, karena bisa berubah-ubah) dan nishob tersebut sudah berjalan selama 1 thn hijriah penuh, maka Anda wajib menzakati tabungan tersebut sebesar 2,5 % dari total tabungan Anda.
Lihat jawaban lengkap

Berapa Bayar zakat fitrah pakai uang?

Besaran Zakat Fitrah Beras dan Uang, Cek Perbedaan Ketentuan per Daerah Jakarta – adalah kewajiban bagi umat muslim yang mampu, dalam rangka meringankan saudaranya yang kurang sejahtera. Perintah ini terdapat dalam hadis Ibnu Umar RA, yaitu: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu ‘sha gandum atas umat muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.

Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk sholat.” (HR. Bukhari Muslim). Bagi muslimin dan muslimat yang hendak menunaikannya, disunnahkan ibadah ini dilaksanakan sejak awal bulan suci Ramadan sampai sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Perlu diingat jika melaksanakannya setelah salat Ied usai, maka dinilai sebagai sedekah biasa.

Mengutip dari laman resmi BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), para ulama seperti Shaikh Yusuf Qardawi memperbolehkan dalam bentuk uang yang senilai dengan 1 sha’ gandum, beras, atau kurma. Apabila ditunaikan dalam rupa uang, maka besarannya harus selaras dengan harga beras yang dikonsumsi.

  1. Menurut Surat Keputusan Ketua BAZNAS nomor 10/2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibu Kota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, nilai zakat fitrah uang adalah Rp 45 ribu per hari per jiwa.
  2. Besaran itu berbeda dengan ketetapan BAZNAS Solo bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, dan Pemkot Solo.

Khusus untuk ASN (aparatur sipil negara) dan warga yang berzakat melalui BAZNAS, besarannya adalah Rp 33 ribu atau beras 2,7 kg per orang. “Jadi zakatnya tetap 2,5 kg tapi disempurnakan jadi 2,7 kg. Karena kami timbang ulang beras kemasan 5 kg itu ternyata isinya tidak tepat 5 kg,” ucap Kepala Kantor Kemenag Solo, Hidayat Maskur (19/4/2022) seperti dikutip dari detikjateng.

Berbeda pula dengan ketetapan Kemenag Bone yang menentukan besaran zakat fitrah uang tertinggi Rp 34 ribu dan terendah Rp 26 ribu. Aturan ini berdasarkan kesepakatan rapat Kemenag Bone, Kabag Kesra Setda Bone Polres Bone, Ketua MUI Bone, Ketua NU Bone, Ketua Muhammadiyah Bone, Ketua BAZNAS Bone, dan Kepala KUA Kecamatan.

“Berdasarkan hasil keputusan rapat bahwa, besaran zakat yang dikeluarkan adalah 4 liter beras per jiwa menurut jenis beras yang dikonsumsi oleh masing-masing wajib zakat, atau dengan nilai uang sebagaimana harga beras dipasaran,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Bone Wahyuddin Hakim, disebutkan dari detiksulsel (9/4/2022).
Lihat jawaban lengkap

Berapa membayar zakat fitrah dengan uang?

Besaran zakat fitrah untuk 1 orang – Besaran zakat fitrah adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras atau makanan pokok harus sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari. Ini menjadi pedoman menghitung zakat fitrah dalam satu keluarga. Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang SHUTTERSTOCK/GATOT ADRI Besaran zakat fitrah 1 orang dalam ukuran beras (makanan pokok) dan uang tunai Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No.10 Tahun 2022 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah adalah setara dengan uang sebesar Rp45.000,-/hari/jiwa.

Zakat fitrah 2022 DKI Jakarta: Rp 45.000 Zakat fitrah 2022 Kota Bogor: Rp 45.000 Zakat fitrah 2022 Kabupaten Bogor: Rp 37.500 Zakat fitrah 2022 Kota Depok: Rp 45.000 Zakat fitrah 2022 Kota Bekasi: Rp 40.000 Zakat fitrah 2022 Kabupaten Bekasi: Rp 45.000 Zakat fitrah 2022 Kabupaten Tangerang: Rp 30.000 Zakat fitrah 2022 Kota Tangerang: RP 35.000 Zakat fitrah 2022 Kota Tangerang Selatan: Rp 35.000 atau Rp 40.000 atau Rp 50.000

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Komisi VI DPR: Ini Bukti Presiden Memilih Berpihak dengan Rakyat BAZNAS akan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik, termasuk keluarga rentan yang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19.

  • Waktu pelaksanaan zakat fitrah adalah pada bulan Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.
  • Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik (penerima zakat) paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.
  • Demikian informasi seputar besaran zakat fitrah 1 orang dalam ukuran beras (makanan pokok) dan nominal uang tunai.

Hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim, termasuk bagi anak-anak dan bayi yang baru lahir. Bagaimana Pendapat Para Ulama Tentang Zakat Fitrah Dengan Uang Pixabay/Azlin Ilustrasi zakat fitrah. Pengertian zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh umat Islam setiap setahun sekali saat Idul Fitri, berupa makanan pokok sehari-hari seperti beras dan jagung. Tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah membersihkan jiwa dari perbuatan yang sia-sia selama Ramadhan.
Lihat jawaban lengkap

Zakat fitrah dapat berupa apa saja?

5. Perhatikan Batasan Waktu Membayar – Bila Moms membayar zakat di masjid, bisa langsung diserahkan dalam bentuk beras atau uang tunai. Mengutip NU Online, batas akhir pembayaran zakat sebaiknya adalah pagi hari sebelum salat Idulfitri. Sebaik-baiknya, membayar zakat saat hari-hari terakhir bulan Ramadan menjelang buka puasa,
Lihat jawaban lengkap