Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian?

Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian
Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian Kecanggihan dan kemajuan teknologi tentu memberikan pengaruh pada perekonomian. Munculnya uang elektronik sebagai alat pembayaran yang sah di sektor riil juga pasti memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Itulah mengapa, kajian tentang uang elektronik terus dilakukan.

Peraturan yang jelas sudah diberikan oleh Bank Indonesia. Uang elektronik, atau yang biasa disebut dengan e-money, memudahkan produsen dan konsumen bertransaksi secara elektronik atau dengan internet. Untuk menggunakan e-money, pertama-tama Anda harus menyetorkan (menyimpan) sejumlah uang dulu. Nominal yang disetorkan akan diubah dalam bentuk saldo e-money.

Saldo e-money inilah yang digunakan untuk bertransaksi. Banyak hal yang bisa dibayar dengan e-money. Saat ini transportasi ojek online, pesan makanan, bayar makanan di restoran, bayar barang yang dibeli di mall atau toko-toko, bisa menggunakan e-money. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 1. E-Money Dapat Memicu Inflasi Inflasi pada dasarnya merupakan indikator, dari perubahan yang terjadi karena harga-harga barang yang terus meningkat, atau turunnya nilai uang. Inflasi dalam suatu negara perlu dikontrol. Jika tidak, akan terjadi ketidakseimbangan ekonomi yang mengancam stabilitas negara.

Umumnya, inflasi dapat terjadi karena empat faktor. Keempat faktor tersebut adalah tingginya permintaan, bertambahnya uang yang beredar, kenaikan biaya produksi, serta adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Sekilas dari penjelasan tersebut, uang elektronik tak dapat disebut menjadi penyebab inflasi secara langsung, Meskipun demikian, ternyata maraknya e-money tetap bisa mempengaruhi terjadinya inflasi.

Terutama apabila nilai e-money tidak sama dengan uang tunai. Itulah mengapa, Bank Indonesia terus mengatur agar nilai e-money tak lebih kecil atau lebih besar dari uang tunai. Penambahan atau penyusutan nilai pada barang akan memicu inflasi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 2. Pengaruh Uang Elektronik pada Jumlah Uang yang Beredar Uang elektronik sebenarnya termasuk dalam kategori uang giral. Jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak akan terpengaruh oleh uang elektronik apabila ada regulasi yang baik dari pemerintah. Karena regulasi yang baik akan mencegah adanya penurunan atau peningkatan nilai barang yang dibeli dengan uang elektronik. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 3. Efek Uang Elektronik Pada Perputaran Uang Meskipun sekilas sama saja dengan uang tunai, faktanya e-money cenderung membuat orang mudah melakukan transaksi. Tanpa perlu membawa uang banyak atau takut kehabisan uang tunai, kini orang bisa berbelanja dengan hanya melalui e-wallet. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 4. Dampak Uang Elektronik Terhadap Permintaan Uang Tunai Tingginya penggunaan uang non tunai di masyarakat, akan mempengaruhi turunnya permintaan terhadap uang tunai. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik, dan masyarakat akan lebih lancar dalam melakukan konsumsi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 5. Dampak Positif dan Negatif Uang Elektronik Sebagai hasil dari perkembangan teknologi, tentu uang elektronik memberikan pengaruh positif dan negatif. Dampak ini dirasakan oleh penggunanya, pengusaha, serta perekonomian secara umum. Berikut adalah berbagai dampak yang bisa terjadi.

Dampak Positif

Bagi pengguna uang elektronik, akan banyak efisiensi yang dilakukan. Misalnya waktu tunggu untuk menghitung uang tunai, waktu untuk menghitung kembalian, dan sebagainya. Selain itu, saat akan bepergian semuanya bisa lebih praktis, tanpa membawa banyak uang tunai.

Adang, tersedia diskon dan potongan khusus bagi pengguna uang elektronik. Pengusaha yang berjualan dengan menyediakan mesin pembayaran uang elektronik juga diuntungkan, karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian untuk transaksi dalam jumlah kecil. Tak perlu lagi ada kekhawatiran atas uang palsu. Semua uang yang dihasilkan dari transaksi menggunakan uang elektronik akan terdebet jumlahnya ke rekening pengusaha.

Bagi perekonomian nasional, tentu uang elektronik membawa dampak yang baik. Dengan proses transaksi yang semakin cepat dan mudah, tingkat konsumsi masyarakat akan naik. Perputaran uang semakin cepat dan memicu perkembangan sektor riil. Semakin banyak usaha di sektor riil yang menarik investor.

Dampak Negatif

Bagi pengguna uang elektronik, adanya kemudahan transaksi membuat kecenderungan bersikap boros muncul. Jika dulu saat uang habis orang harus pergi ke atm dan mengambil uang cash, maka sekarang banyak toko yang melayani pembayaran dengan e-money. Maka, diperlukan sikap bijak dalam penggunaan e-money sebagai alat transaksi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian Menggunakan Uang Elektronik dengan Bijak Apapun efek negatifnya, sebenarnya Anda tak perlu takut berlebihan dengan adanya perkembangan teknologi ini. Uang elektronik sifatnya memudahkan, maka sebaiknya tetap disikapi dengan bijak. Jika takut terlalu boros saat menggunakan uang elektronik, maka isi saja saldo seperlunya, sesuai dengan kebutuhan yang Anda anggarkan.

Kesalahan-kesalahan dalam Kredit Mobil Cara Mengambil Uang Orang yang Sudah Meninggal di Bank Prediksi Krisis Ekonomi 2020 dari Nouriel Roubini Negara Paling Bersih dan Sehat

Demikianlah artikel tentang dampak uang elektronik terhadap uang tunai, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana pengaruh ekonomi digital terhadap ekonomi nasional?

Perkembangan Ekonomi Digital Akan Berpengaruh Pada Ekonomi Nasional – Ekonomi digital di Indonesia terus memperlihatkan perkembangannya. Selain berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional, terus berkembangnya ekonomi digital di Indonesia pun memberikan manfaat bagi para pebisnis. Hana Abriyansyah selaku Chief Information Security Officer PT Midtrans mengutarakan pandangannya terkait ekosistem digital baru yang akan mendukung kedaulatan digital Indonesia. Tutur Hana dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (27/10/17): “Indonesia negara yang muncul sebagai kekuatan baru dalam bidang teknologi, di mana perkembangan startup terihat signifikan dan memberikan impact serta menciptakan potensi pasar yang besar.” Hana beranggapan bahwa pemerintah harus turut serta mendukung infrastruktur, regulasi dan pendidikan terkait ekonomi digital guna memastikan bahwa Indonesia sebagai bangsa telah siap masuk ke dalam tren teknologi digital secara global.

“Kedaulatan siber akan membantu kita untuk memperkuat keamanan siber, infrastruktur teknologi dan digital ekonomi.” Presiden Direktur PT Segen Medical Nasional Fredrik Nainggolan mengatakan, industri vertikal seperti layanan kesehatan akan mendapatkan manfaat dari ekonomi digital. Fredrik juga beranggapan teknologi terkini dalam bidang digital akan membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, uang dalam bidang layanan kesehatan profesional.

Saat ini untuk meghadirkan layanan kesehatan berkualitas secara maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil dirasa sulit jika masih mengandalkan jumlah medical specialists seperti radiologist dan cardiologist di Indonesia yang masih terbatas. Harapannya Telemedicine ini akan memberikan layanan berkualitas bagi pasien dan dapat menekan biaya bagi penyedia layanan kesehatan karena beberapa tugas mereka dapat terautomatisasi. “Cloud akan memberikan manfaat besar untuk layanan kesehatan di Indonesia dan dapat diakses banyak dokter dan spesialis.” Pengembangan layanan ini pun akan membantu para penyedia layanan kesehatan untuk memperluas jangkauan bisnis mereka.

“Itu juga berarti para penyedia layanan kesehatan dapat memperluas bisnis layanan mereka dan menyediakan aplikasi dengan cepat tanpa terlalu memikirkan pembangunan infrastruktur berbiaya besar.” Tidak ketinggalan, CTO PT First Media/Link Net, Desmon Poon menuturkan bahwa industri media juga mendapatkan keuntungan dari inovasi di sektor digital.

Menurutnya, perubahan dalam strategi dapat berdampak pada peningkatan customer experience (pengalaman konsumen). Apakah Anda setuju bahwa ekonomi digital akan berpengaruh kepada ekonomi nasional sebuah Negara? Berikan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

You might be interested:  Jelaskan Bagaimana Uang Beredar Ditentukan Oleh Otoritas Moneter?

Pramirvan Datu Aprilatu.27 Oktober 2017. Ekonomi Digital Berdampak Positif Terhadap Perekonomian Nasional, Netralnews.com – https://goo.gl/HJ3xbz

Sumber Gambar:

Ekonomi Digital – https://goo.gl/FrUcxX Ekonomi Nasional – https://goo.gl/VoKgs6

Lihat jawaban lengkap

Bagaimana pengaruh uang elektronik pada jumlah uang yang beredar?

Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian Kecanggihan dan kemajuan teknologi tentu memberikan pengaruh pada perekonomian. Munculnya uang elektronik sebagai alat pembayaran yang sah di sektor riil juga pasti memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Itulah mengapa, kajian tentang uang elektronik terus dilakukan.

  • Peraturan yang jelas sudah diberikan oleh Bank Indonesia.
  • Uang elektronik, atau yang biasa disebut dengan e-money, memudahkan produsen dan konsumen bertransaksi secara elektronik atau dengan internet.
  • Untuk menggunakan e-money, pertama-tama Anda harus menyetorkan (menyimpan) sejumlah uang dulu.
  • Nominal yang disetorkan akan diubah dalam bentuk saldo e-money.

Saldo e-money inilah yang digunakan untuk bertransaksi. Banyak hal yang bisa dibayar dengan e-money. Saat ini transportasi ojek online, pesan makanan, bayar makanan di restoran, bayar barang yang dibeli di mall atau toko-toko, bisa menggunakan e-money. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 1. E-Money Dapat Memicu Inflasi Inflasi pada dasarnya merupakan indikator, dari perubahan yang terjadi karena harga-harga barang yang terus meningkat, atau turunnya nilai uang. Inflasi dalam suatu negara perlu dikontrol. Jika tidak, akan terjadi ketidakseimbangan ekonomi yang mengancam stabilitas negara.

  • Umumnya, inflasi dapat terjadi karena empat faktor.
  • Eempat faktor tersebut adalah tingginya permintaan, bertambahnya uang yang beredar, kenaikan biaya produksi, serta adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.
  • Sekilas dari penjelasan tersebut, uang elektronik tak dapat disebut menjadi penyebab inflasi secara langsung, Meskipun demikian, ternyata maraknya e-money tetap bisa mempengaruhi terjadinya inflasi.

Terutama apabila nilai e-money tidak sama dengan uang tunai. Itulah mengapa, Bank Indonesia terus mengatur agar nilai e-money tak lebih kecil atau lebih besar dari uang tunai. Penambahan atau penyusutan nilai pada barang akan memicu inflasi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 2. Pengaruh Uang Elektronik pada Jumlah Uang yang Beredar Uang elektronik sebenarnya termasuk dalam kategori uang giral. Jumlah uang yang beredar di masyarakat tidak akan terpengaruh oleh uang elektronik apabila ada regulasi yang baik dari pemerintah. Karena regulasi yang baik akan mencegah adanya penurunan atau peningkatan nilai barang yang dibeli dengan uang elektronik. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 3. Efek Uang Elektronik Pada Perputaran Uang Meskipun sekilas sama saja dengan uang tunai, faktanya e-money cenderung membuat orang mudah melakukan transaksi. Tanpa perlu membawa uang banyak atau takut kehabisan uang tunai, kini orang bisa berbelanja dengan hanya melalui e-wallet. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 4. Dampak Uang Elektronik Terhadap Permintaan Uang Tunai Tingginya penggunaan uang non tunai di masyarakat, akan mempengaruhi turunnya permintaan terhadap uang tunai. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi akan semakin baik, dan masyarakat akan lebih lancar dalam melakukan konsumsi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian 5. Dampak Positif dan Negatif Uang Elektronik Sebagai hasil dari perkembangan teknologi, tentu uang elektronik memberikan pengaruh positif dan negatif. Dampak ini dirasakan oleh penggunanya, pengusaha, serta perekonomian secara umum. Berikut adalah berbagai dampak yang bisa terjadi.

Dampak Positif

Bagi pengguna uang elektronik, akan banyak efisiensi yang dilakukan. Misalnya waktu tunggu untuk menghitung uang tunai, waktu untuk menghitung kembalian, dan sebagainya. Selain itu, saat akan bepergian semuanya bisa lebih praktis, tanpa membawa banyak uang tunai.

Kadang, tersedia diskon dan potongan khusus bagi pengguna uang elektronik. Pengusaha yang berjualan dengan menyediakan mesin pembayaran uang elektronik juga diuntungkan, karena tidak perlu menyiapkan uang kembalian untuk transaksi dalam jumlah kecil. Tak perlu lagi ada kekhawatiran atas uang palsu. Semua uang yang dihasilkan dari transaksi menggunakan uang elektronik akan terdebet jumlahnya ke rekening pengusaha.

Bagi perekonomian nasional, tentu uang elektronik membawa dampak yang baik. Dengan proses transaksi yang semakin cepat dan mudah, tingkat konsumsi masyarakat akan naik. Perputaran uang semakin cepat dan memicu perkembangan sektor riil. Semakin banyak usaha di sektor riil yang menarik investor.

Dampak Negatif

Bagi pengguna uang elektronik, adanya kemudahan transaksi membuat kecenderungan bersikap boros muncul. Jika dulu saat uang habis orang harus pergi ke atm dan mengambil uang cash, maka sekarang banyak toko yang melayani pembayaran dengan e-money. Maka, diperlukan sikap bijak dalam penggunaan e-money sebagai alat transaksi. Apa Pengaruh Uang Digital Terhadap Perekonomian Menggunakan Uang Elektronik dengan Bijak Apapun efek negatifnya, sebenarnya Anda tak perlu takut berlebihan dengan adanya perkembangan teknologi ini. Uang elektronik sifatnya memudahkan, maka sebaiknya tetap disikapi dengan bijak. Jika takut terlalu boros saat menggunakan uang elektronik, maka isi saja saldo seperlunya, sesuai dengan kebutuhan yang Anda anggarkan.

Kesalahan-kesalahan dalam Kredit Mobil Cara Mengambil Uang Orang yang Sudah Meninggal di Bank Prediksi Krisis Ekonomi 2020 dari Nouriel Roubini Negara Paling Bersih dan Sehat

You might be interested:  Bagaimana Cara Mengatur Uang Yang Baik?

Demikianlah artikel tentang dampak uang elektronik terhadap uang tunai, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Lihat jawaban lengkap

Apakah digital ekonomi dapat memberikan manfaat bagi bisnis dan pengguna akhir?

Dampak Positif Ekonomi Digital Terhadap Perekonomian Nasional TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia terus memperlihatkan peningkatan di bidang ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi bisnis dan pengguna akhir secara nasional. Dampak penuh pada sektor tersebut termasuk potensi tantangan yang akan dihadapi dan bagaimana hal itu berdampak pada dinamika nasional akan dibahas pada Digital Economy Summit yang merupakan bagian dari Communic Indonesia Broadcast Indonesia 2017.

Perhelatan konferensi ini dilaksanakan pada waktu yang tepat bersamaan dengan semakin banyaknya inovasi di Indonesia, juga dengan lahirnya E-Commerce Roadmap yang resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk melahirkan 1.000 New tech Start-ups. Indonesia berkomitmen untuk menjadi negara terbesar di ASEAN dalam bidang Digital Ekonomi pada 2020 dengan meyakini bahwa kedaulatan cyber dilihat sebagai faktor kunci untuk mendapatkan target tersebut.

Hana Abriyansyah selaku Chief Information Security Officer, PT Midtrans akan berbicara dan memberikan pandangannya terkait ekosistem baru yang akan mendukung kedaulatan Indonesia dengan tema “Cyber Sovereignity: Should Countries Impose Localized Ciber Laws and Regulations? “Indonesia sebagai negara yang muncul sebagai kekuatan baru dalam bidang teknologi, dimana perkembangan startup terihat signifikan dan memberikan impact serta menciptakan potensi pasar yang besar”.

  • Ata Abriyansyah.
  • Lebih lanjut dia menambahkan “Pemerintah Indonesia harus mendukung infrastruktur, regulasi dan pendidikan terkait ekonomi untuk memastikan bahwa kita sebagai bangsa telah siap untuk masuk ke dalam tren teknologi secara global.
  • Edaulatan siber akan membantu kita (red: Indonesia) untuk memperkuat keamanan siber, infrastruktur teknologi dan ekonomi” lanjut Abriyansyah.

Industri vertikal seperti layanan kesehatan akan mendapatkan manfaat dari ekonomi, hal itu seperti disampaikan, Presiden Direktur PT Segen Medical Nasional. Menurut Freidrik, bahwa teknologi terkini dalam bidang akan membawa manfaat besar pada berbagai industri, menghemat waktu, uang dalam bidang layanan kesehatan profesional.

Dengan jumlah medical specialists seperti Radiologist dan Cardiologist di Indonesia yang masih terbatas, tentu sulit untuk meghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas secara maksimal untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama bagi mereka yang berada di daerah terpencil. Telemedicine dapat meningkatkan layanan kesehatan secara signifikan, memberikan layanan berkualitas bagi pasien da dapat menekan biaya bagi penyedia layanan kesehatan karena beberapa tugas mereka dapat terautomatisasi”.

“Cloud akan memberikan manfaat yang besar untuk layanan kesehatan di indonesia dan dapat diakses oleh banyak dokter dan spesialis. Itu juga berarti para penyedia layanan kesehatan dapat memperluas bisnis layanan mereka dan menyediakan aplikasi dengan cepat tanpa terlalu memikirkan pembangunan infrastruktur yang berbiaya cukup besar” : Dampak Positif Ekonomi Digital Terhadap Perekonomian Nasional
Lihat jawaban lengkap

Apakah perdagangan mata uang digital bisa dilakukan melalui jaringan internet?

Seiring perkembangan teknologi, lalu-lintas perdagangan dan pembayaran transaksi mengalami kemajuan pesat. Bertumbuh suburnya industri jasa keuangan ( financial technology ) dan perdagangan online ( e-commerce ) dengan metode pembayaran yang kian mudah, menunjukkan aktivitas perekonomian yang makin canggih, cepat, dan efisien. Salah satu hasil perkembangan teknologi adalah munculnya mata uang virtual, seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin, yang mempengaruhi pola pikir pelaku ekonomi, baik di level mikro (rumah tangga), industri, maupun negara. Tulisan ini akan mengulas pengaruh perkembangan cryptocurrencies pada perekonomian.

  • Pada prinsipnya, cryptocurrencies merupakan mata uang digital yang menggunakan sistem kriptografi ( cryptographic ) sebagai sarana keamanan.
  • Uang digital ini diperoleh melalui serangkaian program komputer, yang menentukan kuantitas uang yang dicetak berdasarkan faktor tertentu.
  • Adapun transaksi dengan uang digital terbentuk secara bebas diantara pihak-pihak yang terlibat ( peer-to-peer transaction ), melalui proses kriptografik atau aktivitas pemecahan kode (inilah mengapa mata uang digital tersebut dinamai cryptocurrencies ).

Selain itu, setiap pihak yang memiki perangkat komputer dengan kemampuan memadai bisa berkontribusi dalam pengembangan jaringan berdasarkan blok-blok yang tervalidasi ( blockchain ), dimana mereka bisa memperoleh mata uang digital dalam jumlah tertentu.

Adapun perdagangan yang menggunakan mata uang digital ini bisa dilakukan melalui jaringan internet tanpa melalui perantara atau bersifat desentralisasi, sehingga menghasilkan efisiensi waktu maupun biaya. Selain itu cryptocurrencies juga diperdagangkan secara umum, sehingga membuat nilai mata uang ini mengalami peningkatan dari sisi harga (sebagai catatan: dalam dua tahun terakhir, mata uang virtual seperti Bitcoin dan Ethereum mengalami peningkatan nilai tukar terhadap US$ hingga lebih dari 1000%).

Disamping itu, kemudahan dalam penyimpanan, seperti melalui online wallet atau online store, membuat mata uang virtual ini menjadi sangat populer sejak beberapa tahun terakhir. Gambaran sederhana pemanfaatan cryptocurrencies dalam transaksi perdagangan jika dibandingkan dengan metode transaksi lain adalah sebagai berikut:

  • Dalam transaksi konvensional, pembeli dan penjual bertemu secara langsung serta melakukan transaksi, kemudian pembeli membayarkan sejumlah uang fisik untuk barang yang dibeli dari penjual.
  • Dalam transaksi online, pembeli dan penjual melakukan transaksi tanpa bertemu secara langsung. Setelah terjadi kesepakatan, pembeli membayar sejumlah uang melalui beberapa metode, seperti transfer antar bank atau penggunaan kartu kredit. Berikutnya, penjual menerima validasi dari pihak ketiga (perbankan) atas pembayaran tersebut dan mengirimkan barang kepada pembeli.
  • Dalam transaksi dengan uang virtual, pembeli dan penjual tidak bertemu secara langsung; setelah terjadi kesepakatan harga, maka pembayaran dilakukan dengan mata uang virtual melalui penggunaan kode ( token ) tertentu yang akan diterima oleh penjual tanpa perantara pihak ketiga. Kode-kode ini tercatat dalam sebuah buku besar ( distributed ledger ), yang digunakan untuk menyimpan catatan-catatan transaksi yang terjadi.

Salah satu studi awal terkait cryptocurrencies menyebut bahwa penggunaan mata uang elektronik ( electronic cash ) dalam transaksi perdagangan berpotensi memberikan kemudahan karena dilakukan secara langsung oleh pihak-pihak terkait, tanpa memerlukan perantaraan pihak ketiga seperti lembaga perbankan.

  1. Studi tersebut menawarkan sistem pembayaran elektronik berbasis kriptografi ( cryptographic ) – yang kemudian dikenal dengan nama Bitcoin – sebagai alternatif pembayaran yang lebih efisien, mudah, dan tanpa biaya jasa untuk pihak ketiga.
  2. Dari studi ini bisa disimpulkan bahwa ide awal kehadiran mata uang virtual adalah untuk mempermudah transaksi perdagangan online (Nakamoto, Satoshi.
You might be interested:  Siapakah Pahlawan Indonesia Yang Terdapat Pada Uang Rp50.000?

Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System, 2008). Penelitian lain menyatakan bahwa kehadiran cryptocurrencies akan memberikan dampak besar bagi perekonomian modern, terutama di sektor keuangan. Studi yang menggunakan model monetary general equilibrium ini mengungkapkan cepatnya pertumbuhan nilai kapitalisasi mata uang virtual (pada periode 2009-2017, nilai kapitalisasi Bitcoin mencapai US$ 20 miliar) akan berperan penting dalam transaksi perdagangan ritel maupun pembayaran yang bernominasi besar (Chiu, Jonathan, and Thorsten Koeppl.

The Economics of Cryptocurrencies-Bitcoin and Beyond, April, 2017). Namun demikian, perkembangan pesat cryptocurrencies juga menimbulkan keresahan, terutama bagi otoritas moneter (bank sentral), karena berpotensi mengganggu sistem perekonomian yang selama ini berjalan. Adapun pro-kontra yang muncul akibat perkembangan mata uang virtual ini antara lain tersebut dibawah ini.

Dari pihak yang kontra:

  • mata uang ini tidak dikendalikan oleh otoritas moneter manapun di dunia, sehingga sulit untuk melakukan pengawasan terhadap lalu-lintas peredarannya. Konsekuensinya, cryptocurrencies berpotensi digunakan untuk tindak kejahatan seperti terorisme maupun money laundering,
  • mata uang ini bukanlah bentuk investasi, yang pada periode tertentu akan ditinggalkan.

Namun para pendukung cryptocurrencies berpendapat bahwa:

  • mata uang digital merupakan investasi masa depan berbasis teknologi yang tidak mungkin terhindarkan.
  • sudah semestinya pelaku ekonomi beradaptasi terhadap kemajuan teknologi, termasuk dalam penggunaan mata uang virtual.

Dalam salah satu penelitiannya, Bank Sentral Eropa ( the European Central Bank ) menyatakan bahwa hanya mata uang yang berbentuk fisik, yang bisa disetarakan dengan fiat money (uang kertas maupun koin yang diterbitkan oleh bank sentral). Sementara jika berbentuk digital, maka mata uang tersebut hanya berfungsi sebagai sarana pembayaran transaksi (ingat bahwa fungsi dasar uang ada tiga, yakni sebagai sarana pertukaran/transaksi ( medium of exchange ), sebagai satuan hitung ( unit of account ), serta alat lindung nilai ( store of value )).

  1. Skema uang virtual tertutup ( closed virtual currency schemes ). Skema ini hampir tidak berkaitan dengan aktivitas perekonomian; dengan kata lain produk yang ditransaksikan tidak bisa diperdagangkan diluar komunitas virtual. Contoh: pengumpulan dan pembelian harta atau emas dalam permainan online ( online games ).
  2. Skema mata uang virtual dengan aliran satu arah ( virtual currency schemes with unidirectional flow ). Dalam skema ini, mata uang yang digunakan dalam transaksi adalah mata uang riil. Namun demikian, hasil dari transaksi tersebut tidak bisa dikembalikan lagi menjadi mata uang riil. Misalnya voucher dari toko ritel atau koin dari online game,
  3. Skema mata uang virtual dua arah ( virtual currency schemes with bidirectional flow ). Dalam skema ini, mata uang virtual diperdagangkan sesuai dengan tingkat harga tertentu. Cryptocurrencies seperti Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin merupakan contoh yang termasuk dalam skema ini.

Studi juga menyebutkan bahwa meski penggunaan cryptocurrencies masih terbatas untuk beberapa aktivitas ekonomi, tetapi kehadiran mata uang virtual ini berpotensi memunculkan berbagai risiko pada perekonomian, terutama di sektor moneter. Adapun risiko-risiko tersebut antara lain:

  • Risiko terhadap stabilitas harga dari mata uang fiat, Hal ini terutama terkait dengan jumlah uang beredar, kecepatan perputaran uang kas, interaksi antar pelaku ekonomi, serta perlindungan terhadap mata uang fiat.
  • Risiko pada stabilitas keuangan. Perkembangan cryptocurrencies diyakini akan berpengaruh besar pada sistem perbankan, perdagangan bilateral, serta volatilitas harga transaksi perdagangan.
  • Risiko terhadap stabilitas sistem pembayaran. Risiko ini terkait dengan keamanan data pembayaran serta pengawasan lalu-lintas transaksi perdagangan.
  • Risiko terhadap reputasi bank sentral. Apabila mata uang virtual terus mengalami peningkatan, baik dalam kuantitas maupun dalam lalu-lintas perdagangan, maka hal ini secara langsung akan meminggirkan peran bank sentral sebagai institusi yang memiliki kewenangan untuk mencetak dan menentukan jumlah uang beredar.

(European Central Bank. Virtual Currency Schemes, October 2012). Lebih lanjut, terdapat beberapa negara yang mengatur peredaran cryptocurrencies, diantaranya: Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peraturan terkait mata uang digital sebagai panduan bagi individu yang berdagang/berinvestasi pada mata uang virtual, agar tetap taat pada peraturan hukum federal.

  • Brazil. Pada Oktober 2013, Pemerintah Brazil mengakomodasi penggunaan mata uang digital; dan setahun kemudian, mata uang digital dijadikan sebagai objek pajak, dengan memandang bahwa kepemilikan mata uang digital tidak ubahnya seperti memiliki surat berharga. Kanada.
  • Negara ini mengakomodir pemakaian mata uang digital melalui serangkaian peraturan.

Dengan mewajibkan para penambang ( miners ) untuk terdaftar secara resmi pada Money Service Business (MSBs) dengan kewajiban-kewajiban yng melekat didalamnya. China. Bank Sentral China ( The People’s Bank of China ) menyatakan cryptocurrencies sebagai komoditas virtual ( virtual commodity ), sehingga tidak diperlakukan sebagai mata uang; sedangkan industri perbankan umum dilarang berurusan dengan komoditas tersebut.

  • Selain itu, PBOC juga memperkuat pengawasan terhadap lalu-lintas pergerakan cryptocurrencies, Rusia.
  • Pada 2014, Kementerian Keuangan Rusia mewajibkan beban tertentu pada pihak yang memproduksi dan/atau melakukan transaksi dengan mata uang digital, karena mata uang ini dianggap mencurigakan. Inggris.
  • Bank of England menyatakan adanya manfaat dan risiko yang melekat pada mata uang digital.

Di negara ini, cryptocurrencies diperlakukan sebagai single-purpose vouchers dengan pengenaan pajak sebesar 10-20%. Uni Eropa. ECB mengeluarkan pernyataan peringatan atas dampak negatif apabila berurusan dengan mata uang digital, karena tidak adanya peraturan yang mengatur hal tersebut.

Sebagai penutup, kehadiran cryptocurencies sebagai temuan teknologi modern tak ubahnya seperti hasil teknologi lain, seperti drone, internet berkecepatan tinggi, serta perangkat digital dan multimedia; adapun munculnya pro-kontra atas perkembangan cryptocurrencies berpotensi menciptakan aktivitas perekonomian yang semakin dinamis.

** ARTIKEL TERKAIT : Menyoroti Perkembangan Industri Ritel (Retail Industry) di Era Digitalisasi Memahami Konsep Ekonomi Digital (Digital Economy): ketika perekonomian dan perdagangan berada dalam jentikan jari Mengenal Konsep Cashless Society Memahami Konsep Ekonomi Berbasis Pengetahuan (Knowledge-based Economy), Pondasi Utama Perekonomian Modern
Lihat jawaban lengkap