Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam?

Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam
“Amplop” Hadiah Pernikahan, Bagaimana Hukumnya? Ini Kata Buya Yahya BincangMuslimah.Com – Pada bulan haji atau Dzulhijjah, undangan pernikahan mengalir deras. Mulai dari keluarga, teman atau tetangga. Tak jarang bila ada yang mengadiri walimah pernikahan lebih dari satu tempat dalam sehari.

Selain adanya budget untuk transportasi ke tempat acara pernikahan, juga pasti terpikir “amplop” atau hadiah yang akan dibawa. Kemudian, bagaimana sebenarnya hukumnya “amplop” atau hadiah pernikahan ini? Bagaimana jika ini memberatkan? Undangan untuk menghadiri walimah atau pesta pernikahan hukum asalnya kan kita datang tanpa membawa apa apa.

Karena konteksnya adalah menghadiri acara walimah. Kehadiran tamu dan doa sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi tuan rumah. Seperti yang dijelaskan oleh Buya Yahya pada bahwa mendatangi undangan walimah juga merupakan hal yang wajib dengan tidak adanya uzur (halangan).

Sedangkan membawa sumbangan berupa uang dalam amplop bukanlah suatu kewajiban. Beliau menjelaskan, bahwa memberikan amplop memang sebuah tradisi. Akan tetapi, janganlah ada keterpaksaan dan memberatkan. Kemudian, bagaimana jika seseorang tidak mempunyai uang untuk mengisi amplop pernikahan? Apakah dia tetap diwajibkan hadir dalam walimah pernikahan? Menurut Buya Yahya, sebenarnya secara hukum syari’at jika tidak memiliki uang untuk diberikan pada tuan rumah tidak dikategorikan sebagai uzur yang menggugurkan kewajiban untuk menghadiri walimah pernikahan.

Hal tersebut karena memberikan uang amplop pada acara pernikahan bukanlah hal yang wajib. Memberikan uang dalam amplop atau hadiah sebagai kado pernikahan hanya sebatas perbuatan sunah dalam bentuk hibah (pemberian). Hal tersebut merupakan hal yang dianjurkan dalam agama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda; تَهَادُوا تَحَابُّوا “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai” (Hadits hasan. HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no.594). Sehingga, bilapun seseorang tidak bisa memberikan apapun kepada tuan rumah hukunmnya tetap wajib menghadiri walimah.

Akan berbeda halnya jika sudah diketahui motif tuan rumah mengundang walimah pernikahan yakni untuk mengharap pemberian uang dari tamu undangan. Maka bila seperti ini, tidak wajib bagi seseorang untuk menghadiri undangan walimah pernikahan dalam keadaan tidak mempunyai uang untuk disumbangkan.

Buya Yahya menjelaskan wajibnya hadir dalam walimah harus memenuhi syarat. Hal ini seperti yang ditegaskan dalam kitab Hasyiyah al-Qulyubi berikut:قوله: (وأن لا يحضره) أي ومن الشروط أن لا يكون طلب حضوره لخوف منه على نفس ، أو مال أو عرض أو لطمع فيجاهه أو ماله أو حضور غيره ، ممن فيه ذلك لأجله بل يدعوه للتقرب أو الصلاح أو العلم أو نحو ذلك

“Sebagian dari syarat (wajibnya mendatangi walimah) adalah motif mengundang seseorang tidak karena khawatir perlakuan buruk darinya pada fisik, harta, dan kehormatan (orang yang mengundang), tidak karena mengharap jabatan atau uang darinya dan tidak karena mengharap hadirnya orang lain yang akan memberikan hal di atas.

Tetapi motif mengundang murni untuk mempererat hubungan, berbuat baik, memberi tahu atau hal-hal sesamanya” (Syihabuddin al-Qulyubi, Hasyiyah al-Qulyubi, juz 3, hal.296) Amalan suka rela seperti memberikan hadiah merupakan salah satu amalan yang utama. Walaupun nilainya hanya sedikit, sehingga tidak perlu berhutang, يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا ، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ “Wahai para muslimah, tetaplah memberi hadiah pada tetangga walau hanya kaki kambing yang diberi”,

(HR. Bukhari, no.2566 dan Muslim, no.1030). Walaupun bukan suatu kewajiban, bila kita mampu memberikan amplop atau hadiah dalam pernikahan, alangkah lebih baiknya hendaknya kita melakukannya. Ini adalah salah satu cara untuk tetap memperhatikan saudata, teman, tetangga atau masyarakat yang mengundang kita.
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang menanggung biaya pernikahan dalam Islam?

Siapa yang Bertanggung Jawab Atas Biaya Walimah Pernikahan? Prinsip dalam biaya walimah pernikahan adalah saling ridha antarkeluarga REPUBLIKA.CO.ID, — Salah satu kesunnahan dalam pernikahan adalah mengadakanatau mengadakan jamuan makan. Akan tetapi masih banyak calon pengantin yang memperdebatkan bahkan saling lempar tanggung jawab tentang siapa yang harus membiayai walimah.

Mengingat besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengadakan walimah, terlebih bila masyarakat yang datang banyak. Lalu siapa yang bertanggung jawab untuk membiayai walimah? Pakar Fiqih yang juga Anggota Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ustadz Oni Sahroni, mengatakan walimah sejatinya tidak hanya terkait dengan resepsi pernikahan.

Perjamuan makan yang mengundang orang lain dengan maksud meminta doa atas hajatnya seperti aqiqah, keberangkatan haji, khitan juga disebut walimah. Ustadz Oni mengatakan terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan dalam walimah khususnya pada pesta jamuan pernikahan ( walimatul ‘ursy ) sebagaimana dijelaskan para ulama dalam sejumlah literatur Islam, seperti pada Minhaj as-Shalihin fi al-Adab al-Islamiyah, juga terdapat pada al-Adab al-Mufrod karya Imam Bukhari, atau pada Esiklopedi Keluarga Muslim karya Athiyah Saqr, dan literatur lainnya.

Termasuk di antaranya yang membahas terkait yang bertanggung jawab membiayai walimah. Ustadz Oni menjelaskan bahwa orang yang menikah disunnahkan menyelenggarakan walimah. Ini sebagaimana sebuah hadits dimana dalam hadits tersebut Rasulullah SAW berkata pada sahabat agar menyelenggarakan walimah meski dengan seekor kambing.

Ustadz Oni mengatakan ungkapan Rasulullah SAW itu disampaikan pada sahabat laki-laki. Karenanya dari perkataan Rasulullah SAW itu para ulama ahli fiqih dan hadits mengatakan bahwa tanggung jawab walimah ada pada laki-laki. Maka dari itu, Ustadz Oni mengatakan biaya walimah adalah menjadi tanggung jawab suami.

Terlebih setelah proses akad, pengantin pria telah sah sebagai suami dan memiliki tanggungan atau kewajiban untuk memberikan nafkah pada istrinya. Dan nafkah pertama yang dikeluarkan suami adalah membiayai walimah. Namun demikian, bila terdapat negosiasi dari awal sebelum pernikahan misalnya pada saat taaruf atau khitbah bahwa biaya nikah dibagi dua atau ditanggung bersama antara pria dan wanita atau pun ditanggung sepenuhnya oleh keluarga wanita maka hal tersebut pun tidak menjadi masalah atau diperbolehkan.

Ustadz Oni mencontohkan dalam beberapa kasus terdapat orang tua dari pihak mempelai wanita yang sangat ingin membiayai semua biaya walimah sebagai bentuk cinta pada anak perempuannya yang akan menjadi tanggung jawab suaminya atau di beberapa daerah terdapat tradisi di mana pihak keluarga mempelai wanita yang membiayai walimah.

  1. Menurut ustaz Oni hal tersebut tidak masalah bila telah ada negosiasi dan saling ridha.
  2. Jadi kita kembalikan pada treknya, pada adabnya, prinsip adabnya biaya walimah itu menjadi tanggung jawab suami.
  3. Tetapi pada saat selanjutnya jika ada negosiasi pada saat pertemuan awal, taaruf, khitbah di mana biaya nikah dibagi dua atau ditanggung oleh istri karena si keluarga istri ingin melepas anaknya pun tidak ada masalah.

Yang penting semua lapang, semua ridha,” kata Ustadz Oni dalam Webinar fiqih yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI) dan Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) beberapa hari lalu. Selain itu Ustadz Oni mengatakan fokus dan target walimatul ‘ursy adalah agar menambah silaturahim, memohon doa dan menghindarkan fitnah, sehingga khalayak atau masyarakat mengetahui bahwa pasangan tersebut telah sah menjadi suami istri.

Maka mewahnya perayaan pernikahan hendaknya bukan menjadi fokus utama dalam walimatul ‘ursy, Sebab itu menurut Ustadz Oni, adabnya prosesi walimah diadakan dalam batas sederhana dan proporsional atau tidak berlebihan dalam perayaannya. Shahibul Bait (yang menyelenggarakan walimah) juga berkewajiban menghidangkan makanan dan minuman yang halal dan tayib.

Selain itu juga menyediakan tempat duduk bagi tamu. Ustadz Oni juga mengatakan bahwa shahibul bait juga harus tetap memperhatikan tuntunan syariah bila menggelar pementasan atau hiburan dalam walimatul’ursy. Yang juga harus diperhatikan dalam walimah ‘ursy adalah waktu shalat sehingga pengantin, keluarga, panitia dan juga tamu undangan dapat menunaikan sholat.
Lihat jawaban lengkap

Uang passolo untuk siapa?

Terjadi di Palopo, Uang Passolo Pengantin Dicuri Saat Pesta Masih Berlangsung – Tribun-timur.com TribunBatam.id via Tribun Palu Ilustrasi pencurian PALOPO, TRIBUN-TIMUR.COM – Warga yang melaksanakan di harus hati-hati.

Saat ini, sudah ada komplotan pencuri yang beraksi ketika pesta berlangsung.Sasarannya adalah uang passolo atau uang sumbangan dari tamu undangan untuk keluarga yang sedang melaksanakan,Seperti yang dialami pemilik pesta bernama Wati di Jalan Yusuf Arif, Kelurahan Amassangan, Kecamatan Wara, Kota, Sulsel, Senin (4/7/2022).Ia mengaku, uang passolonya habis dikuras oleh komplotan pencuri.Wati mengatakan, kotak passolo yang berisi uang diletakkan di depan pelaminan.Satu terduga pelaku berpura-pura menjadi tamu undangan.Ia sempat foto selfie di dekat kotak passolo.Pelaku lainnya merayap dari arah belakang pelaminan untuk mengambil uang di dalam kotak.”Kami tidak curiga sama sekali karena mengira mereka adalah tamu undangan,” kata Wati, Selasa (5/7/2022).Tak hanya uang passolo, uang milik salah satu ibu dari mempelai pengantin juga diambil.Saat ia sedang sibuk berfoto bersama keluarga.”Uang dalam tasnya juga diambil karena tadi pas foto-foto dompetnya disimpan disamping, pas dia akan melihat isinya sudah kosong,” tandasnya.Wati mengatakan peristiwa ini sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib.Adapun orang yang dicurigai melakukan pencurian tengah diburu polisi.Mereka terakam CCTV yang berada di sekitar lokasi pesta.(*)

You might be interested:  Aplikasi Pinjam Uang Yang Terdaftar Di Ojk?

: Terjadi di Palopo, Uang Passolo Pengantin Dicuri Saat Pesta Masih Berlangsung – Tribun-timur.com
Lihat jawaban lengkap

Uang Angpao pernikahan berapa?

‘Tergantung lokasi pernikahannya dimana. Kalau dihotel, biasanya memberikan sekitar Rp.500,000. Tapi kalau di gedung atau tempat lain, kurang dari itu. Maksimal Rp.300,000.
Lihat jawaban lengkap

Apakah undangan termasuk hutang?

Konsultasi Syariah: Amplop Hajatan Sebagai Utang? Perlu dilihat tradisi masyarakat sekitar apakah amplop dianggap utang atau hibah. REPUBLIKA.CO.ID, Diasuh oleh Dr Oni Sahroni, Lc, MA, Anggota Dewan Syariah Nasional MUI Pertanyaan: Assalamualaikum wr wb.

Arrafi, Kebayoran Selatan Jawaban: Waalaikumussalam wr wb.

Pertama, amplop hajatan itu harus diperjelas. Apakah maksud undangan yang hadir dan memberikan uang tersebut adalah pemberian atau hibah sebagai tanda rasa syukur dan gembira atas walimah dan resepsi tersebut? Ataukah, itu menjadi pinjaman yang harus dibayar oleh shahibul bait sebagai tradisi yang berlaku di masyarakat? Kedua, maksud amplop hajatan tersebut perlu dilihat juga dari tradisi masyarakat.

  • Sebab, tidak ada maksud tertulis dari pemberian tersebut, apakah utang atau hibah.
  • Misalnya, di beberapa desa ada tradisi di mana jika shahibul bait atau shahibul hajat mengundang seseorang untuk menghadiri hajatan dan memberikan amplop berisi uang, maka uang tersebut adalah pinjaman atau utang yang harus dibayarkan oleh shahibul bait pada saat si pemberi itu hajatan kelak.

Tradisi ini, walaupun tak terucap dan tak tertulis, bersifat mengikat dan dipahami sebagai pinjaman. Sebagaimana kaidah fikih yang menegaskan, “Sesuatu yang sudah menjadi tradisi ( ‘urf ) itu seperti disyaratkan.” Maksudnya, sesuatu yang sudah menjadi kelaziman dan tradisi di masyarakat itu, seperti menjadi syarat yang harus dipenuhi.

Contoh lain, tradisi yang terjadi di perkotaan. Setiap yang hadir memenuhi undangan dan memberikan sejumlah uang atau barang sebagai pemberian dan hibah bukan utang piutang. Dengan demikian, pemberian tersebut bukan sebagai utang, melainkan sebagai pemberian biasa yang tidak wajib untuk dibayar. Ketiga, dalam adab-adab berwalimah, setiap Muslim dan Muslimah punya kewajiban untuk memenuhi undangan, termasuk ikut bergembira atas walimah hajatan yang diselenggarakan oleh saudaranya.

Salah satu ungkapan kesyukuran tersebut itu bermacam-macam. Di antaranya, selain hadir, juga memberikan sejumlah uang kepada yang bersangkutan sebagai bantuan dan sejenisnya. Oleh karena itu, pemberian uang kepada yang berhajat atau walimah tersebut pada prinsipnya sebagai hadiah pemberian biasa, bukan hutang piutang.

  1. Ecuali jika ada ‘urf atau tradisi sebaliknya, maka sebagai pinjaman dan dicatat sebagai pinjaman.
  2. Sebagaimana firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.
  3. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.” (QS al-Baqarah: 282).

Karena sebagai pinjaman, harus dilunasi sesuai dengan pokok pinjaman tanpa disyaratkan kelebihan atau manfaat karena berstatus sebagai pinjaman transaksi sosial ( qardul hasan ). Keempat, mempertimbangkan aspek regulasi atau hukum positif terkait dengan kebolehan untuk menerima uang tertentu.

  1. Misalnya, ketentuan tentang gratifikasi dan sejenisnya agar tetap taat hukum.
  2. Dengan demikian, pemberian uang tersebut itu adalah hadiah bukan utang piutang yang harus dibayar.
  3. Ecuali ada tradisi masyarakat yang dipahami secara tegas bahwa itu adalah pinjaman, maka harus dicatat dan dibayar sesuai dengan pokok pinjamannya.

Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait dengan pejabat dan sejenisnya agar aspek syariah dan hukum bisa ditunaikan berjalan seiringan. Semoga, Allah yang Maha Rahman memudahkan dan meridhai setiap ikhtiar kita. Wallahu a’lam,
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang harus membiayai pernikahan?

Membicarakan uang memang sensitif, termasuk bagi pasangan yang mau menikah. Salah satunya mengenai biaya resepsi pernikahan. Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, resepsi pernikahan umumnya diselenggarakan di rumah atau kediaman mempelai wanita. Pun dengan biayanya.

  1. Eluarga dari pihak mempelai wanita yang menanggung biaya resepsi pernikahan.
  2. Sementara pihak pria hanya memberi uang seserahan saja.
  3. Uang seserahan tersebut bisa digunakan pihak wanita untuk tambahan biaya pesta pernikahan.
  4. Sumbangan yang diterima dari para tamu, tentu saja menjadi hak keluarga pengantin wanita.

Kebiasaan ini sebetulnya berbeda-beda di setiap daerah. Tergantung adat istiadat atau budaya masing-masing. Baca Juga: Tata Cara dan Biaya Nikah di KUA Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk KTA Terbaik!
Lihat jawaban lengkap

Apakah orang tua wajib membiayai pernikahan anaknya?

Kalau ada orang tua yang membiayai pernikahan anaknya karena selain punya dananya, itu juga sebagai tanda sayang dan cinta. Artinya itu hak mereka untuk membantu dan membiayai, namun tidak wajib.
Lihat jawaban lengkap

Biaya nikah dan resepsi sederhana?

1. Budget Rp20 Juta – Jika hanya di benak pikiran, rasanya memang agak sulit membuat sesuatu keperluan menjadi praktis dan padat. Faktanya, bisa saja membatasi budget nikah hanya dengan maksimal Rp20 juta, lho. Bahkan, dekorasi yang diinginkan bisa dikabulkan dengan menggunakan biaya nikah sederhana ini, baik di rumah ataupun gedung.

Seserahan lamaran: Rp1.000.000Cincin pernikahan: Rp3.000.000 Mahar pernikahan : Rp100.000Biaya nikah di KUA: Rp500.000Sewa lokasi resepsi di luar rumah: Rp2.000.000 Dekorasi pernikahan : Rp1.200.000Katering: Rp5.000.000Undangan dan suvenir: Rp800.000Rias dan baju pengantin: Rp2.000.000Dokumentasi: Rp3.000.000Hiburan dan pengisi acara: Rp1.000.000Biaya tak terduga: Rp400.000

Dari rincian kebutuhan di atas, biaya budget sederhana yang dibutuhkan adalah Rp20.000.000 untuk semua hal. Ini adalah rincian perkiraan dengan tamu undangan sebanyak 50-150 orang. Bagi sebagian orang, memilih untuk mengutamakan acara resepsi dibandingkan lamaran.
Lihat jawaban lengkap

Berapa biaya pernikahan adat Jawa?

– Resepsi – Terakhir adalah proses resepsi sebagai bentuk jamuan kepada tamu dalam pernikahan. Resepsi adat Jawa bisa diselenggarakan di rumah sendiri, gedung atau aula. Dalam mempersiapkan resepsi, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan, seperti:

Biaya gedung

Jika resepsi tidak diadakan di rumah sendiri, maka biaya sewa untuk resepsi gedung biasanya berkisar 5 juta sampai 30 juta rupiah, tergantung dengan jenis tempat dan kapasitas penampungan.

Biaya katering

Besaran biaya ini tergantung dengan jumlah tamu yang hadir. Untuk rata-rata pernikahan adat jawa dengan jumlah tamu 100 orang, menghabiskan biaya sebesar 20 juta sampai 35 juta rupiah.

Biaya hiburan dan dekorasi

Biaya ini tergantung dengan jenis hiburan dan dekorasi yang dipilih. Umumnya, menghabiskan biaya 6 sampai 12 juta rupiah.
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang berhak menerima angpao?

Angpao Artinya Bingkisan Amplop Merah, Ketahui Tradisinya | merdeka.com Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam Amplop angpao warna merah saat Imlek. ©2014 Merdeka.com/californiahome.me Merdeka.com – Memberi angpao merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Tionghoa. Biasanya tradisi ini dilakukan di hari-hari perayaan tertentu, termasuk saat perayaan Tahun Baru China atau,

  1. Di mana orang yang lebih tua memberikan uang dalam amplop merah kepada saudara atau anggota keluarga yang lebih muda atau siapa saja.
  2. Dalam hal ini, angpao artinya adalah bingkisan amplop merah.
  3. Tak heran jika amplop yang digunakan untuk tradisi ini harus berwarna merah.
  4. Bukan tanpa alasan, warna merah memang memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Tionghoa, yaitu warna yang melambangkan keberuntungan.

Selain itu, warna merah juga dikaitkan dengan pengusiran roh jahat. Sehingga memberikan angpao di beberapa perayaan diyakini dapat memberikan keberuntungan dan dijauhkan dari hal-hal buruk dan negatif. Meskipun termasuk tradisi lama, namun kebiasaan ini masih dilestarikan dengan baik oleh masyarakat Tionghoa hingga saat ini.

  • Dalam tradisinya, pemberian angpao dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal.
  • Mulai dari siapa yang diwajibkan memberi angpao, siapa yang berhak menerima angpao, berapa jumlah uang yang diberikan, hingga sikap yang dilakukan saat memberikan angpao.
  • Ini menjadi beberapa hal dasar yang perlu diketahui, ketika Anda ingin mengikuti tradisi pemberian angpao.

Dilansir dari laman, berikut penjelasan angpao artinya bingkisan amplop merah serta berbagai aturan tradisi yang perlu Anda ketahui.2 dari 4 halaman Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam ©Pixabay Seperti disebutkan sebelumnya, angpao artinya bingkisan amplop merah, yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yang masih dilestarikan hingga saat ini. Kata angpao ini merupakan terjemahan dari bahasa China yaitu Hongbao, yang berarti amplop merah.

  • Biasanya, angpao yang berisi sejumlah uang, diberikan di berbagai acara atau perayaan tertentu, seperti saat pertemuan keluarga, acara sosial, acara khusus seperti pernikahan atau wisuda, hingga diberikan saat perayaan Tahun Baru China atau Imlek.
  • Amplop berwarna merah yang menjadi ciri khas angpao ini memiliki arti dan makna tersendiri.

Bahwa warna merah dianggap sebagai warna yang melambangkan suatu keberuntungan. Bukan hanya itu, warna merah juga diyakini dapat mengusir roh jahat. Sehingga, memberikan angpao di acara atau perayaan tertentu diharapkan dapat memberikan keberuntungan dan menghilangkan hal-hal negatif yang merugikan.Meskipun termasuk tradisi lama, pemberian angpao masih dilakukan oleh masyarakat Tionghoa hingga saat ini. Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam ©Pixabay Setelah mengetahui angpao artinya bingkisan amplop merah, hal berikutnya yang perlu Anda pahami adalah siapa yang memberi dan menerima tradisi pemberian angpao. Angpao, biasanya diberikan oleh orang yang sudah menikah atau orang yang lebih tua dalam kelompok pertemanan atau kerabat.

  1. Termasuk, para tetua yang biasanya membagikan bungkusan merah selama perayaan Tahun Baru Imlek.
  2. Dalam hal ini, anak-anak tidak diperbolehkan untuk memberikan angpao.
  3. Sebab, anak-anak biasanya merupakan kelompok yang menerima angpao.
  4. Selain anak-anak, pihak yang menerima angpao juga bisa siapa saja, sesuai keinginan.
You might be interested:  Mengapa Hak Menciptakan Dan Mengedarkan Uang Merupakan Hak Negara?

Seperti penjaga manong, kasambahay, asisten, atau siapa saja yang ingin Anda berikan. Selain harapan keberuntungan, tradisi pemberian angpao juga mengajarkan bahwa hidup harus saling peduli dan berbagi terhadap sesama. Dengan saling berbagi, kehidupan akan lebih damai dan berbagai kebaikan akan datang mengikuti. Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam ©Pixabay Selain mengetahui angpao artinya bingkisan amplop merah, terakhir aturan yang perlu Anda perhatikan dalam tradisi ini adalah besaran nominal uang dan sikap yang dilakukan. Perlu dipahami, bahwa pemberian angpao bukan merupakan tradisi yang wajib dilakukan.

Melainkan, dapat dilakukan oleh siapa saja yang ingin berniat baik berbagi kepada sesama. Karena memiliki hukum yang tidak wajib, maka besaran nominal uang yang diberikan pada angpao juga tidak ditentukan. Setiap orang berhak memberikan angpao dengan nominal yang diinginkan. Namun biasanya, masyarakat cenderung menghindari angka 4 karena dikaitkan dengan angka kematian atau keburukan.

Sementara angka yang dianggap melambangkan keberuntungan adalah angka delapan, sehingga ini bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa Anda berikan. Meskipun begitu, tidak ada ketentuan baku besaran jumlah nominal yang harus diberikan. Selain besaran nominal, hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah bagaimana sikap atau tata cara dalam memberikan angpao.

Dalam tradisinya, pemberian angpao dengan menggunakan dua tangan, dan jangan pernah memberi atau menerima dengan hanya menggunakan satu tangan. Selain itu, orang yang memberi dan menerima angpao juga dilarang untuk membuka dan memeriksa jumlah uang yang terdapat di dalamnya. Sebab, ini termasuk sikap yang kurang sopan dan tidak menghormati orang yang memberi maupun orang yang menerima angpao.

: Angpao Artinya Bingkisan Amplop Merah, Ketahui Tradisinya | merdeka.com
Lihat jawaban lengkap

Siapa penerima angpao?

Angpao biasanya diberikan oleh orang yang sudah menikah dan berkeluarga. Mereka yang memiliki rejeki lebih harus membagikannya kepada orang yang masih lajang. Penerima angpao tidak dibatasi. Amplop merah ini boleh diberikan kepada siapa saja termasuk sanak saudara, teman, asisten, sahabat, dan lain-lain.
Lihat jawaban lengkap

Siapa saja penerima angpao?

3. Penerima angpao – Jika tadi pemberi angpao, sekarang penerimanya. Umumnya, penerima angpao adalah anak-anak. Meski begitu, banyak juga yang memberikan angpao kepada orang dewasa karena mereka belum menikah. Bagaimanapun juga, ada kepercayaan Tionghoa yang menganggap bahwa pernikahan adalah tanda kedewasaan seseorang.

Selain itu, penerima angpao juga tidak diperkenankan membuka angpao di hadapan si pemberi. Tujuannya adalah untuk menghormati si pemberi dan agar tidak muncul suasana canggung. Bagi pemilik bisnis, tidak ada salahnya menjadikan momen Imlek untuk bagi-bagi angpao kepada para karyawan sebagai reward atas kerja keras mereka.

Agar tradisi memberi angpao saat Imlek jadi lebih mudah, Anda bisa gunakan Payouts dari Midtrans !
Lihat jawaban lengkap

Apa hukumnya kondangan dalam Islam?

Kondangan menjadi berpahala karena dapat menolong pemuda untuk segera menikah. REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr KH Syamsul Yakin MA Nabi SAW berseru, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang sudah sanggup menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan.

  • Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu obat pengekang nafsu.” (HR.
  • Bukhari dan Muslim).
  • Tidak mampu dalam hadits ini di antaranya miskin.
  • Artinya, bagi pemuda yang tidak berpunya (miskin) agar menjaga pandangan dan kemaluan dengan berpuasa.
  • Dalam konteks ini kondangan menjadi berpahala karena dapat menolong pemuda untuk segera menikah.

Uang dan bingkisan yang diberikan teman, keluarga, dan tetangga dapat untuk membiayai pernikahan dan bekal sesudah nikah. Bagi yang telah menikah, beban berat menahan nafsu dan kemaluan berubah menjadi kesenangan, selain menikah itu sendiri adalah sunah.

  1. Nabi SAW bersabda, “Menikah adalah sunahku.
  2. Barangsiapa yang tidak mengamalkan sunahku, bukan bagian dariku.
  3. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku.” (HR.
  4. Ibnu Majah).
  5. Secara budaya, kondangan itu sejatinya adalah tradisi saling-tolong untuk membantu meringankan beban pernikahan seseorang.

Secara bahasa, kondangan adalah datang untuk menghadiri pernikahan seseorang dengan memberikan hadiah berupa uang atau benda lain dalam bentuk kado atau bingkisan yang diberikan pada saat acara berlangsung atau sebelumnya. Umumnya, yang datang kondangan sebelum acara berlangsung adalah sahabat dan keluarga dekat.

Tujuannya, agar apa yang diberikan dapat digunakan sebesar-besarnya bagi suksesnya akad nikah dan walimah urus (resepsi pernikahan). Pada prinsipnya kondangan adalah hadiah yang diberikan secara tulus dengan tidak berharap dikembalikan. Tujuan memberikan hadiah itu sendiri adalah untuk membangun hubungan baik, menyambung persaudaraan dan cinta kasih, selain untuk mendapat pahala dari Allah SWT.

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam konteks fikih Islam, mengadakan resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang hukumnya mubah (boleh) saja.

Namun bagi orang yang diundang hukumnya wajib sepanjang tidak ada halangan secara syariat. Nabi SAW berpesan, “Jika seorang dari kalian diundang ke walimah, maka hendaklah mendatanginya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud). Inilah pembinaan Nabi SAW terhadap masyarakat muslim sampai-sampai Nabi SAW menegaskan, “Barangsiapa yang meninggalkan undangan tersebut, maka ia telah mendurhakai Allah dan rasul-Ny.a” (HR.

Bukhari dan Muslim). Tujuannya, agar kuat simpul ukhuwah dan kohesi sosial di antara sesama anggota masyarakat muslim. Kedua hadits ini kalau dibaca secara sosiologis, terkuak makna untuk memenuhi asas saling tolong-menolong yang disebut kondangan. Maka itu, ada yang berpendapat barangsiapa yang sedang dalam keadaan uzur syar’i hingga tidak dapat memenuhi undangan walimah urus seseorang, namun ia menitipkan kondangan, maka dianggap gugur kewajibannya.

Berdasarkan pandangan agama dan budaya di atas, sejatinya tujuan kondangan adalah agar diri jadi bemanfaat buat orang lain, membuat gembira pemuda yang tak berpunya, dan menyelamatkannya dari perbuatan zina. Nabi SAW bersabda, “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia.

Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan penuh.” (HR.
Lihat jawaban lengkap

Hukum bersedekah tapi hutang?

Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam SOLOPOS.COM – Ilustrasi sedekah (Freepik) Solopos.com, SOLO — Berdasarkan anjuran syariat Islam tentang melaksanakan sedekah sudah tak terhitung banyaknya. Tak terhitung keutamaan s, salah satu ibadah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Allah tidak hanya menilai sedekah dari aspek kuantitasnya, namun keikhlasan dan istikamah dalam melaksanakannya.

Sedikit, namun sering dan berkualitas, adalah sedekah yang sangat disukai. Promosi Angkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi Misalnya keterangan dalam Al-Qur’an Surat an-Nisa’ berikut ini: ???? ????????? ???????? ?????? ?????????? ?????? ?????????? ????? ?????????? ???? ?????? ??????? ??????? ???? ??????? “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.

Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha-Mengetahui,” (QS an-Nisa’: 92). Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala bahkan menjanjikan ganjaran yang agung terhadap orang yang mengajak orang lain untuk bersedekah. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam salah satu firman-Nya: ?? ?????? ??? ??????? ???? ??????????? ???? ???? ?????? ?????????? ???? ????????? ???? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????? ?????????? ????????? ??????? ???????? ????????? ??????? ???????? “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.

  1. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak kami akan memberinya pahala yang besar” (QS an-Nisa’: 114).
  2. Baca Juga: Subhanallah! Petani di Ngawen Klaten Ini Sedekahkan UGR Tol ke Masjid Namun pada kenyataannya, sering kali kita dihadapkan pada pilihan.
  3. Ada kalanya kita mengalami kesulitan ekonomi sehingga terpaksa berutang.

Sehingga kita dihadapkan pada pilihan apakah melaksanakan sedekah terlebih dahulu atau menunaikan kewajiban membayar utang? Dilema ini sering ditanyakan, khususnya oleh orang-orang yang kondisi hartanya terbatas atau pas-pasan. Melansir islam.nu.or.id, Jumat (24/6/2022) mengenai dilema di atas, baiknya kita simak penjelasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini: “Sedekah yang paling baik adalah melakukan sedekah dalam kondisi tercukupi, mulailah dari orang yang wajib kamu nafkahi,” (HR.

Bukhari). Berkaitan dengan hadits di atas, Imam Bukhari menjelaskan secara khusus tentang mana yang didahulukan antara bersedekah dengan membayar utang pada orang lain: “Bab menjelaskan tidak dianjurkannya sedekah kecuali dalam kondisi tercukupi. Barangsiapa yang bersedekah, sedangkan dia dalam keadaan membutuhkan atau keluarganya membutuhkan atau ia memiliki tanggungan utang, maka utang lebih berhak untuk dibayar daripada ia bersedekah, memerdekakan budak, dan hibah.

Dan sedekah ini tertolak baginya” (Imam Bukhari, Shahih al-Bukhari, juz 2, hal.112) Baca Juga: Ini Beda Infak dan Sedekah, Jangan Tertukar Ya Maksud dari perkataan (Imam Bukhari) di atas bahwa syarat bersedekah adalah sekiranya dirinya atau keluarganya tidak dalam keadaan butuh dan tidak memiliki utang.

  • Jika ia memiliki utang, maka hal yang seharusnya dilakukan adalah membayar utangnya.
  • Arena membayar utang lebih baik untuk dilakukan (baginya) daripada bersedekah, memerdekakan budak, dan menghibahkan (harta), sebab hal yang wajib itu (harus) didahulukan sebelum melakukan kesunnahan.
  • Dan tidak diperkenankan bagi seseorang untuk menyengsarakan dirinya dan keluarganya sedangkan ia menghidupi (membuat nyaman) orang lain.
You might be interested:  Tipe Data Yang Biasa Digunakan Untuk Menampilkan Mata Uang Adalah?

Seharusnya ia menghidupi orang lain setelah menghidupi dirinya dan keluarganya, sebab dirinya dan keluarganya lebih wajib untuk diperhatikan daripadan orang lain,” (Syekh Badruddin al-‘Aini, Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, juz 13, hal.327). Lebih jauh lagi, menurut pandangan para ulama fiqih mazhab Syafi’i, bersedekah ketika masih memiliki tanggungan utang adalah menyalahi kesunnahan, bahkan tindakan tersebut bisa menjadi haram ketika utang hanya bisa lunas dari harta tersebut atau utang tidak mungkin akan terlunasi dari harta yang lain, seandainya ia bersedekah dengan harta itu.
Lihat jawaban lengkap

Apakah jika diundang wajib datang?

Wajib bagi mereka yang diundang dalam walimah untuk datang. Jika sedang tidak berpuasa, makanlah dan jika sedang berpuasa, teruskanlah, yakni berdoalah,’ (HR. Muslim). Wajib bagi mereka yang diundang dalam walimah untuk datang. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam hadits berikut ini.
Lihat jawaban lengkap

Apakah uang hantaran wajib?

Peraturan Seserahan Pernikahan dalam Islam – Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam Ada baiknya jika seorang Muslim mengikuti apa yang diajarkan agamanya. Termasuk soal pernikahan sekalipun. Lantas, apakah perbedaan seserahan lamaran dan pernikahan ? Tak perlu khawatir jika sampai detik ini kamu belum mengetahuinya. Meskipun sudah memiliki pasangan, tambah wawasanmu mengenai pernikahan.

  • Berikut adalah seputar informasi mengenai seserahan yang harus kamu tahu.
  • Rupanya, seserahan ini hukumnya tidak wajib di agama Islam.
  • Apakah kamu belum mengetahui sebelumnya? Mungkin saja ada peraturan lain yang belum kamu ketahui.
  • Simak apa saja peraturan seserahan ini dalam agama Islam.
  • Hantaran atau seserahan sifatnya tidak wajib dalam Islam.

Hantaran tetap boleh-boleh saja diberikan. Namun, jika tidak diberikan pun bukan masalah. Tidak diberikannya seserahan atau hantaran tidak membuat pernikahan tidak sah. Hukum yang diatur oleh Islam merupakan hukum menerima hadiah. Kedua, niat untuk menyenangkan.

  1. Ini stigma yang seringkali salah beredar di masyarakat.
  2. Seserahan dijadikan ajang pamer rupanya bukan ajaran Islam.
  3. Dalam Islam, seserahan boleh diberikan.
  4. Hanya jika seserahan tersebut sifatnya menyenangkan pasangan.
  5. Bukan kesempatan untuk pamer.
  6. Stigma ini sudah cukup menjamur di masyarakat.
  7. Terkadang ada saja yang membicarakan orang lain kekayaan dan seserahan yang diberikan tidak sinkron.

Terkadang pula calon istri meminta seserahan yang mewah karena gengsi. Ini sama sekali tidak dibenarkan. Apalagi jika seserahan yang diberikan sifatnya untuk sombong. Dalam ajaran Islam, Allah SWT sangat membenci sifat sombong. 5 Rekomendasi Toko di Shopee Terbaik untuk Membeli Seserahan Mukena Berikut saya sudah rangkumkan toko mukena best seller dengan review paling bagus dan penjualannya sudah mencapai ribuan setiap bulannya.

https://shp.ee/5x9k3dj (kebayamodernstore) https://shp.ee/3xakmyj (arbifamukena) https://shp.ee/q8ydjnj (belimukena) https://shp.ee/wh7gugj (pusatmukenaindonesia) https://shp.ee/9ndvqaj (al_kahfbusanamuslim)

Klik linknya ya untuk langsung lihat dan beli.
Lihat jawaban lengkap

Lamaran itu biaya dari siapa?

Tips Mengumpulkan Modal untuk Biaya Lamaran Sederhana – Biaya lamaran perlu dipersiapkan untuk menjadikan momen lebih berkesan. Jika kamu berencana untuk menapaki jenjang pernikahan, salah satu langkah awal yang perlu diselenggarakan adalah acara lamaran.

Mungkin kamu bertanya-tanya, sebenarnya biaya lamaran ditanggung siapa? Perlu diketahui bahwa tren merayakan lamaran baru muncul akhir-akhir ini. Beberapa tahun yang lalu prosesi lamaran biasanya hanya berupa pertemuan keluarga inti tanpa acara khusus. Pada era media sosial seperti saat ini, banyak konten tentang lamaran yang dibuat semenarik mungkin.

Ada venue khusus, dekorasi, seragam batik, foto dan video dokumentasi yang estetik, serta berbagai buah tangan yang dikemas cantik seperti seserahan pernikahan. Jika mengikuti tren saat ini, biaya lamaran sederhana pun membutuhkan dana minimal 5 juta rupiah.

Membuat rekening bersama pasangan khusus untuk tabungan acara lamaran dan pernikahan. Rutin menabung 10-20% dari gaji setiap bulannya. Mencari pendapatan tambahan dengan berbisnis atau bekerja sampingan. Mengurangi aktivitas kencan yang berbiaya mahal, seperti fancy dinner di restoran mahal atau terlalu sering menonton film di bioskop. Mengalihkan waktu kebersamaan dengan kegiatan murah meriah seperti memasak bersama, bercocok tanam di pekarangan, atau jogging di taman.

Lihat jawaban lengkap

Apa itu uang hantaran?

Uang hantaran adalah uang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada calon mertua untuk kebutuhan perkawinan yang memiliki dampak positif dan dampak negatifnya.
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang harus di dahulukan ibu atau istri?

Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya daripada Istrinya – Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam Foto: Hukum Suami Lebih Mementingkan Ibunya Daripada Istrinya Foto: Orami Photo Stock Dikutip dari laman Dalam Islam, menurut Islam, seorang anak wajib hukumnya untuk menghormati orang tua, dengan cara menghormati orang tua dalam Islam yang sudah dibahas sebelumnya.

  • Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk mendahulukan Ibu daripada ayah sebanyak 3 kali.
  • Dari Abu Hurairah RA dia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW sambil berkata; ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu’.
  • Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab: ‘Ibumu’.

Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa lagi?’, beliau menjawab: ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa’ Beliau menjawab: ‘Kemudian ayahmu’,” (HR Bukhari no 5971 dan Muslim no 2548). Sebenarnya, hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya adalah boleh.

Apalagi jika hal itu menyangkut dengan mertua, Istri hendaknya dukung dengan baik agar suaminya senantiasa melakukan berbagai ketaatan kepada Allah SWT. Berbakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturahmi dengan baik pada orang tua dan keluarga setelah menikah merupakan suatu ketaatan kepada Allah yang amat baik.

Bukankah pernikahan tidak berarti untuk melupakan orang tua dan juga kerabat lainnya? Namun, suami tentu harus mengetahui serta membuat skala prioritas sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan permasalahan dalam keluarga yang bisa merusak keharmonisan.

Lalu, bagaimana dengan nafkah untuk keluarga dan orang tua? Sebenarnya, hak manusia di dunia didasari oleh musyâhhah atau saling menuntut, sementara hak Allah SWT didasari oleh musâmahah atau pengampunan. “Mulailah dengan menyedekahi dirimu sendiri. Jika ada sisa, sedekahilah keluargamu. Dan jika masih ada sisa lagi berikanlah kepada kerabatmu.” (HR Muslim no 997).

Hal tersebut menunjukkan bahwa yang menjadi tanggungan utama suami saat adalah keluarganya, yaitu istri dan anaknya. Rasulullah SAW bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila ia menahan makanan dari orang yang menjadi tanggungannya.” (HR Muslim no 996).
Lihat jawaban lengkap

Apa hukum seorang suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya?

Menurut Elie Mulyadi dalam Buku Pintar Membina Rumah Tangga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah, bila istri dan ibunya memiliki kebutuhan tertentu dalam waktu bersamaan, maka suami harus lebih mengutamakan ibunya. Maka, dapat disimpulkan bahwa hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya adalah wajib.
Lihat jawaban lengkap

Apakah suami yang sudah menikah wajib menafkahi orang tua?

Jadi, dapat disimpulkan bahwa menafkahi orang tua setelah menikah hukumnya tidak wajib. Hal ini dikarenakan seorang anak (khususnya laki-laki) prioritas utamanya untuk menafkahi adalah keluarganya (istri dan anaknya).
Lihat jawaban lengkap

Lamaran itu biaya dari siapa?

Tips Mengumpulkan Modal untuk Biaya Lamaran Sederhana – Biaya lamaran perlu dipersiapkan untuk menjadikan momen lebih berkesan. Jika kamu berencana untuk menapaki jenjang pernikahan, salah satu langkah awal yang perlu diselenggarakan adalah acara lamaran.

Mungkin kamu bertanya-tanya, sebenarnya biaya lamaran ditanggung siapa? Perlu diketahui bahwa tren merayakan lamaran baru muncul akhir-akhir ini. Beberapa tahun yang lalu prosesi lamaran biasanya hanya berupa pertemuan keluarga inti tanpa acara khusus. Pada era media sosial seperti saat ini, banyak konten tentang lamaran yang dibuat semenarik mungkin.

Ada venue khusus, dekorasi, seragam batik, foto dan video dokumentasi yang estetik, serta berbagai buah tangan yang dikemas cantik seperti seserahan pernikahan. Jika mengikuti tren saat ini, biaya lamaran sederhana pun membutuhkan dana minimal 5 juta rupiah.

Membuat rekening bersama pasangan khusus untuk tabungan acara lamaran dan pernikahan. Rutin menabung 10-20% dari gaji setiap bulannya. Mencari pendapatan tambahan dengan berbisnis atau bekerja sampingan. Mengurangi aktivitas kencan yang berbiaya mahal, seperti fancy dinner di restoran mahal atau terlalu sering menonton film di bioskop. Mengalihkan waktu kebersamaan dengan kegiatan murah meriah seperti memasak bersama, bercocok tanam di pekarangan, atau jogging di taman.

Lihat jawaban lengkap

Siapa yang menanggung biaya walimah?

Adab dalam Pernikahan: Siapa yang Harus Menanggung Biaya Walimah?

June 14, 2022

Uang Amplop Pernikahan Hak Siapa Dalam Islam Sakinah Berumah Tangga (Ilustrasi/Hidayatuna) HIDAYATUNA.COM – Dalam pernikahan, tidak hanya soal persiapannya saja yang perlu perhatian namun ada adab-adab yang juga perlu diperhatikan khususnya pada walimah. Menurut para ulama dalam as-Shalihin fi al-Adab al-Islamiyah, adab-adab itu salah satunya yakni bertanggung jawab dengan biaya walimah.

Rasulullah SAW pernah berkata kepada para sahabatnya yang laki-laki agar menyegerakan walimah walau dengan memotong satu ekor kambing saja. Bersandar pada hadis Rasulullah Saw itu, para ulama ahli fiqih dan hadis mengatakan bahwa tanggung jawab walimah ada pada laki-laki. Oleh karena itu, biaya walimah adalah menjadi tanggung jawab pihak laki-laki dalam hal ini suami.

Apalagi setelah akad nikah, pengantin pria telah sah sebagai suami dan memiliki tanggungan atau kewajiban untuk memberikan nafkah pada istrinya. Biaya walimah ini menjadi nafkah pertama yang dikeluarkan suami kepada istrinya. Namun demikian, bila terdapat dari awal sebelum pernikahan, seperti kesepakatan menanggung bersama antara suami dan istri itu maka diperbolehkan.
Lihat jawaban lengkap

Apa itu uang hantaran?

Uang hantaran adalah uang yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada calon mertua untuk kebutuhan perkawinan yang memiliki dampak positif dan dampak negatifnya.
Lihat jawaban lengkap