Penerimaan Yang Ditingkatkan Melalui Pencetakan Uang Disebut?

Penerimaan Yang Ditingkatkan Melalui Pencetakan Uang Disebut
Penerimaan dari Pencetakan Uang ( Seigniorage ), Inflasi dan Tingkat Bunga Disusun oleh: Muhammad Rafi Kambara Penerimaan yang ditingkatkan melalui pencetakan uang disebut seigniorage.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan seigniorage?

Seigniorage mengacu pada perbedaaaan antara nilai nominal koin atau kertas dan biaya produksi dan penciptaannya. Perbedaan antara nilai nominal koin atau kertas dan biaya cetak marjinal hampir sama dengan nilai nominal catatan biaya cetak marjinal yang efektif nol.
Lihat jawaban lengkap

Apa itu commodity money?

Penutup – Demikianlah penjelasan dari kami tentang uang komoditas. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa uang komoditas adalah uang yang nilainya berasal dari suatu komoditas tertentu. Artinya, komoditaslah yang dijadikan sebagai alat pembayaran yang mempunyai nilai intrinsik, yaitu nilai di luar fungsinya sebagai uang.

Namun, terlepas dari uang komoditas ataupun uang fiat, kita harus bisa mengatur dan mengelola keuangan dengan baik, khususnya untuk para pebisnis, Anda harus bisa mengelola keuangan dengan baik dengan cara mencatatnya dalam laporan keuangan. Nah dalam hal ini, Anda bisa menggunakan software akuntansi Accurate Online agar lebih mudah mencatat laporan keuangan.

Di dalamnya, Anda bahkan bisa mendapatkan 200 lebih jenis laporan keuangan yang bisa Anda akses kapan saja dan di mana saja. Ayo coba Accurate Online sekarang juga secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini. Penerimaan Yang Ditingkatkan Melalui Pencetakan Uang Disebut
Lihat jawaban lengkap

Apakah uang bisa difotocopy?

Penjelasan Bank Indonesia (BI) – Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Herdiawan menjelaskan, uang kertas memang tidak bisa difotokopi, sebagai bentuk pengaman dalam hal pemalsuan. “Iya, memang itu bagian dari unsur pengaman uang Rupiah kita agar tidak mudah dipalsukan,” kata Junanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/9/2021).
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang mencetak uang?

Daftar 4 Negara yang Cetak Uang di Indonesia Jakarta – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) merupakan BUMN yang bertugas untuk mencetak uang rupiah. Namun selain mencetak uang rupiah, Peruri juga mencetak beberapa mata uang luar negeri.

  1. Beberapa di antaranya yaitu mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
  2. Peruri juga beberapa kali mencetak uang luar negeri, misalnya mata uang Nepal, Somalia, juga pernah Argentina,” ungkap Head of Corporate Secretary Peruri, Eddy Kurnia kepada detikcom pada 2016 lalu.
  3. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Selain mata uang negara lain, ternyata Peruri juga pernah dipercaya untuk mencetak sejumlah dokumen penting negara lain, contohnya seperti paspor.

“Selain mata uang, Peruri juga pernah mencetak dokumen security dari luar negeri, termasuk di dalamnya adalah mencetak uang,” kata Eddy. Pada tahun 2019, Peruri berhasil memenangkan tender proyek pencetakan uang Soles Peru. Peruri berhasil mengalahkan perusahaan-perusahaan kelas dunia, seperti Gisecke & Devrient (Jerman), Oberthur (Perancis), De La Rue (Inggris), Goznak (Rusia), dan PWPW (Polandia).

  • Lalu pada 1 Maret 2021, Peruri lakukan pengiriman perdana uang kertas Soles ke Peru sebanyak 30 juta bilyet dari total pesanan dalam kontrak sebanyak 520 juta bilyet.
  • Selain itu, diketahui bahwa Peruri juga mengerjakan beberapa produk luar negeri seperti Perangko Nepal, Pita Cukai Nepal, Paspor Sri Lanka, Pita Cukai Pakistan, dan Perangko Filipina.

(fdl/fdl) : Daftar 4 Negara yang Cetak Uang di Indonesia
Lihat jawaban lengkap

Apa itu fiducier money?

Fiduciary money atau uang fidusiar adalah uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya. Jenis uang ini nilainya tergantung pada keyakinan bahwa uang itu akan diterima secara umum sebagai alat tukar.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana sistem barter?

KOMPAS.com – Barter merupakan bentuk awal perdagangan yang memfasilitasi pertukaran barang dan jasa ketika manusia belum mengenal uang. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, barang yang diperlukan terkadang dimiliki pihak lain. Kondisi itu yang mendorong terjadinya barter atau tukar-menukar barang dengan orang lain.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan fiducier money?

apa arti istilah fiduciary money Uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil daripada nilai nominalnya contoh nya uang kertas Kategori : UangKelas : XKata Kunci ‘ Fiduciary moneyPembahasan :Fiducier money adalah uang yang nilai nominalnya lebih banyak atau lebih besar dibandingkan nilai intrinsiknya. Contoh : Uang kertas. : apa arti istilah fiduciary money
Lihat jawaban lengkap

Kenapa uang tidak boleh di print?

Sonora.ID – Heboh di media sosial TikTok dimana seseorang mencoba untuk memfotokopi uang selembar Rp.50.000. Namun sayangnya mesin fotokopi tidak dapat membaca dan hanya mengeluarkan tulisan http://www.rulesforuse.org, Video berdurasi 38 detik tersebut hingga saat ini telah disukai lebih dari 65 ribu akun dan mendapatkan lebih dari 1.400 komentar.

Sementara itu pihak Bank Indonesia, Direktur Departemen Komunikasi Junanto Herdiawan mengatakan bahwa alasan uang selembaran tidak dapat di fotokopi pada mesin lantaran bentuk dari pengamanan. Baca Juga: Orang Tua Tak Punya Uang Untuk Belikan Jajan, Balita di Tegal Jadikan Tanah dan Pecahan Tembok Sebagai Camilan Sebab, jika bisa terfotokopi maka tindakan pemalsuan uang akan jauh lebih marak terjadi.

“Iya, memang itu bagian dari unsur pengaman uang Rupiah kita agar tidak mudah dipalsukan,” kata Junanto, Senin (13/9/2021). Junanto kemudian menjabarkan bahwa uang rupiah kertas tidak hanya tidak bisa di fotokopi tetapi juga tidak dapat di scan. Hal ini sebenarnya umum terjadi pada mata uang sebuah negara, bahkan hal yang sama juga di terapkan pada mata uang Dollar, Yen, Euro dan mata uang lain di Dunia. Penerimaan Yang Ditingkatkan Melalui Pencetakan Uang Disebut 30 November 2022 23:57 WIB 30 November 2022 23:23 WIB 30 November 2022 23:05 WIB 30 November 2022 22:55 WIB
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Apa Bisa Kirim Uang Lewat Indomaret?

Uang dapat dikelompokan Ada berapakah jenis uang tersebut?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jenis uang yang beredar dimasyarakat dapat dikelompokan menjadi tiga, yaitu uang kartal, uang giral, dan uang kuasi.
Lihat jawaban lengkap

Kenapa Indonesia tidak boleh cetak uang banyak?

Menyebabkan Inflasi – Banyaknya uang yang beredar di suatu negara akan memunculkan inflasi. Pengertian inflasi adalah kenaikan harga barang atau jasa, yang menyebabkan daya beli uang menurun. Jika pemerintah terlalu banyak mencetak uang maka harga produk akan semakin cepat naik.
Lihat jawaban lengkap

Apa fungsi dari sistem moneter?

Fungsi utama sistem moneter adalah melengkapi kebutuhan transaksi masyarakat, khususnya dalam rangka menumbuhkan ekonomi.
Lihat jawaban lengkap

Berapa gaji di percetakan uang?

Berapa besar gaji PERUM PERURI di Indonesia? Rata-rata gaji bulanan dari PERUM PERURI berkisar dari kira-kira Rp5.000.000 per bulan untuk Staf Keuangan hingga Rp12.000.000 per bulan untuk Accounting.
Lihat jawaban lengkap

Perum Peruri membuat apa saja?

Lokasi – PERUM PERURI mempunyai 4 lokasi gedung, yaitu:

1. Jl. Palatehan 4, Kebayoran Baru Blok K-V Jakarta Selatan 12160 2. Jl. Tarum barat, Desa Parung Mulya, Ciampel, Karawang, Jawa Barat 3. Jl. Ahmad Yani No.119, Surabaya 60237, Jawa Timur 4. JL Putri Merak Jingga / JL Gudang, No 3A, Medan 20111, Sumatra Utara PERUM PERURI Jakarta berfungsi sebagai kantor administrasi dan pemasaran. PERUM PERURI Karawang berfungsi sebagai pabrik percetakan uang dan dokumen rahasia lainnya, PERUM PERURI Divisi Barat dan Divisi Timur berfungsi sebagai percetakan dokumen rahasia untuk Indonesia wilayah Barat dan Timur.

Lihat jawaban lengkap

Apakah uang boleh dicuci?

Penerimaan Yang Ditingkatkan Melalui Pencetakan Uang Disebut SOLOPOS.COM – Uang kertas Rupiah sebaiknya tidak dicuci atau disetrika. (Ilustrasi/Solopos Dok) Solopos.com, SOLO — Mungkin pernah terlintas benak kita, apakah boleh uang kertas Rupiah dicuci atau bahkan disetrika? Pertanyaan itu bisa muncul saat uang kertas yang kita miliki ternyata kotor, kumal, atau basah sehingga kita seolah ingin mencuci atau menyetrika uang tersebut agar menjadi bersih dan rapi lagi.

  1. Namun bolehkah hal itu dilakukan? Promosi Angkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi Uang adalah alat tukar yang resmi dan sah di suatu negara termasuk di Indonesia.
  2. Rupiah sebagai mata uang Indonesia tentu memiliki peraturan sendiri dalam perawatannya.
  3. Tak jarang di media sosial muncul video orang yang mencuci hingga menyetrika uang rupiah secara sengaja.

Lantas, apakah boleh uang Rupiah disetrika? Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, disebutkan pada Pasal 25 bahwa “Setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.” Baca Juga: Perusahaan-Perusahaan Kripto Bertumbangan, PHK Massal Tak Terhindarkan Mengutip dari akun Twitter @bank_indonesia, bahkan disebutkan uang rupiah hendaknya dirawat dan dilindungi.

  1. Menurut cuitan twitter resmi Bank Indonesia tersebut, merawat uang Rupiah dilakukan dengan cara 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
  2. Tak hanya itu, selanjutnya akun Twitter @bank_indonesia pun menambahkan bahwa uang Rupiah seharusnya jangan dicuci bahkan disetrika karena rupiah merupakan simbol kedaulatan negara Indonesia.

Baca Juga: 3 Kelemahan Penanggulangan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi “Uang Rupiah jangan disamakan dengan kain jemuran dong. Untuk selanjutnya mari sama–sama kita jaga & rawat Rupiah kita dengan cara 5J. Jangan disetrika lagi yaa uang kamu. Yukk cintai Rupiah kita karena uang Rupiah merupakan simbol Kedaulatan Negara kita lho,” cuit @bank_indonesia, pada 29 Mei 2020 lalu seperti yang dikutip Solopos.com, Selasa (23/8/2022).
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan uang fiducier?

Pada uang kertas, nilai nominal uang lebih besar dari pada nilai intrinsiknya, namun uang tersebut tetap diterima oleh oleh masyarakat karena negara menjaminnya. Dengan demikian uang kertas disebut sebagai uang fiducier (uang kepercayaan). – Pada uang kertas, nilai nominal uang lebih besar dari pada nilai intrinsiknya, namun uang tersebut tetap diterima oleh oleh masyarakat karena negara menjaminnya.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud fiducier money?

Fiduciary money atau uang fidusiar adalah uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya. Jenis uang ini nilainya tergantung pada keyakinan bahwa uang itu akan diterima secara umum sebagai alat tukar.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan uang beredar dalam arti sempit?

Teori Jumlah Uang Beredar Dalam arti sempit, uang memiliki pengertian sebagai seluruh uang kartal dan uang giral yang tersedia untuk digunakan oleh masyarakat, sehingga merupakan daya beli yang bisa langsung digunakan untuk pembayaran (Boediono,1998:3).
Lihat jawaban lengkap

Siapakah lembaga di Indonesia yang memiliki kewenangan untuk menertibkan emisi maupun menarik uang rupiah yang beredar?

Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia diberikan tugas dan kewenangan Pengelolaan Uang Rupiah mulai dari tahapan Perencanaan, Pencetakan, Pengeluaran, Pengedaran, Pencabutan dan Penarikan, sampai dengan Pemusnahan. Bahwa Pengelolaan Uang Rupiah perlu dilakukan dengan baik dalam mendukung terpeliharanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.

  • Pengelolaan Uang Rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia ditujukan untuk menjamin tersedianya Uang Rupiah yang layak edar, denominasi sesuai, tepat waktu sesuai kebutuhan masyarakat, serta aman dari upaya pemalsuan dengan tetap mengedepankan efisiensi dan kepentingan nasional.
  • TAHAPAN PENGELOLAAN RUPIAH SESUAI UU NO.7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG Perencanaan Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan menetapkan besarnya jumlah dan jenis pecahan berdasarkan perkiraan kebutuhan Rupiah dalam periode tertentu.
You might be interested:  Kertas Yang Cocok Untuk Uang Palsu?

Dalam melakukan perencanaan jumlah uang yang akan dicetak dilakukan dengan memperhatikan asumsi tingkat inflasi, asumsi pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, kebijakan perubahan harga uang Rupiah, kebutuhan masyarakat terhadap jenis pecahan uang Rupiah tertentu, tingkat pemalsuan, dan faktor lain yang mempengaruhi.

Tambahan uang kartal yang diedarkan, yaitu tambahan uang kartal yang diperlukan masyarakat sejalan dengan meningkatnya perekonomian. Dalam menentukan tambahan uang kartal yang diedarkan, proyeksi dilakukan dengan memperhatikan asumsi besaran ekonomi makro yang meliputi inflasi, suku bunga, produk domestik bruto dan nilai tukar. Asumsi besaran ekonomi makro tersebut harus dikoordinasikan dengan pemerintah (c.q. Kementerian Keuangan). Selain memperhatikan besaran ekonomi makro, perkiraan tambahan uang kartal yang diedarkan juga mempertimbangkan data historis outflow (uang yang keluar dari Bank Indonesia), inflow (uang yang masuk kembali ke Bank Indonesia), dan karakteristik perekonomian secara spasial. Penggantian uang yang dimusnahkan karena tidak layak edar, yaitu perkiraan jumlah uang yang akan dimusnahkan oleh Bank Indonesia. Pemusnahan uang ini dilakukan oleh Bank Indonesia sebagian besar berasal dari setoran bank ( inflow ) yang oleh Bank Indonesia diklasifikasikan sebagai uang tidak layak edar. Jumlah uang tidak layak edar yang dimusnahkan tersebut harus diganti dengan yang baru ( clean money policy ). Menjaga kecukupan persediaan kas Bank Indonesia melalui penetapan Kas Minimum dan Iron Stock Nasional, Kas Minimum adalah persediaan kas yang harus dijaga oleh setiap kantor Bank Indonesia yang memperhatikan faktor kelancaran distribusi uang dan ketersediaan moda transportasi. Saat ini Bank Indonesia menetapkan jumlah Kas Minimum sebesar dua hari rata-rata outfow bulanan untuk Kantor Pusat Bank Indonesia, satu minggu rata-rata outflow bulanan untuk kantor Bank Indonesia di wilayah Jawa, dan 2 minggu rata-rata outflow bulanan untuk kantor Bank Indonesia di wilayah non-Jawa. Sementara itu jumlah Iron stock Nasional ditetapkan sebesar 15% dari Uang Kartal yang Diedarkan (UYD).

Selanjutnya, perencanaan uang Rupiah emisi baru merupakan kegiatan untuk merencanakan desain uang baru, yang meliputi ukuran uang, gambar utama uang, dan unsur pengaman yang akan ditanamkan pada uang baru (ciri-ciri khusus uang), serta bahan uang yang digunakan. Faktor yang dipertimbangkan Bank Indonesia dalam menerbitkan uang emisi baru adalah:

Tingkat pemalsuan uang, yaitu suatu kondisi dimana Bank Indonesia mencermati perkembangan tingkat kualitas temuan uang Rupiah palsu, sejalan dengan perkembangan teknologi digital (antara lain fotokopi berwarna, scanner, dan printer berwarna). Untuk melindungi masyarakat dari dampak pemalsuan uang, Bank Indonesia menerbitkan uang emisi baru untuk menggantikan uang emisi lama yang memiliki potensi dapat dipalsukan dengan kualitas yang baik. Penerbitan uang emisi baru harus dilengkapi dengan unsur pengaman baru yang lebih mampu melindungi uang dari upaya pemalsuan. Nilai instrinsik uang, yaitu nilai atau harga dari bahan yang digunakan untuk membuat uang. Nilai intrinsik uang kertas pada umumnya jauh lebih rendah dari nilai nominalnya, sedangkan nilai intrinsik uang logam berpotensi melebihi nilai nominalnya. Oleh karena itu, pertimbangan nilai intrinsik dalam penerbitan uang emisi baru biasanya terkait dengan uang logam. Masa edar uang, yaitu jangka waktu pecahan uang tertentu berlaku sebagai alat pembayaran yang sah yang dimulai sejak uang diterbitkan sampai uang dicabut dan ditarik dari peredaran. Kebutuhan masyarakat akan pecahan baru, dengan mempertimbangkan faktor kegunaan dalam transaksi sehari-hari dan kegunaan dalam menyimpan nilai ( store a value ).

Pencetakan Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan mencetak Uang Rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia berdasarkan rencana cetak dalam periode tertentu. Rencana tersebut mencakup rencana jumlah nominal dan jumlah lembar Uang Rupiah kertas, serta rencana jumlah nominal dan keping Uang Rupiah logam.

  1. Sesuai amanat UU Mata Uang, pencetakan Uang Rupiah dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pelaksana pencetakan Uang Rupiah.
  2. Saat ini Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) merupakan satu-satunya BUMN yang bergerak dalam bidang pencetakan Uang Rupiah.

Namun demikian, dalam hal Perum Peruri tidak sanggup memenuhi permintaan Bank Indonesia, maka pencetakan uang Rupiah dilaksanakan oleh Perum Peruri bekerja sama dengan lembaga lain yang ditunjuk melalui proses yang transparan, akuntabel serta menguntungkan negara.

Dalam melaksanakan pencetakan uang kertas Rupiah, Perum Peruri menerapkan standar operasional prosedur yang berpengaman tinggi untuk menjamin mutu serta keamanan dan kerahasiaan proses cetak uang, mulai dari proses desain uang, penyediaan bahan kertas uang, tinta maupun proses cetaknya. Selain itu, kewajiban Bank Indonesia dalam proses pencetakan uang adalah menyediakan bahan uang sebesar pesanan cetak ditambah dengan tingkat salah cetak (inschiet).

Oleh karenanya dalam proses pencetakan Bank Indonesia berkordinasi secara intens dengan Perum Peruri untuk menjamin kelancaran proses cetak Perum Peruri, sehingga keseluruhan pesanan cetak dapat diselesaikan Perum Peruri secara tepat waktu. Kualitas hasil pencetakan uang Rupiah sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan uang yang dikirimkan Bank Indonesia ke Perum Peruri.

  • Oleh karena itu, sebelum dikirimkan ke Perum Peruri bahan uang tersebut harus lolos uji mutu di laboratorium untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Pengeluaran Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan menerbitkan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
You might be interested:  Apa Syarat Uang Rupiah Yang Dimusnahkan Bank Indonesia?

Bank Indonesia memiliki wewenang dalam mengeluarkan Uang Rupiah dalam bentuk emisi baru, Uang Rupiah desain baru dan Uang Rupiah khusus ( commemorative currency ). Pengeluaran uang Rupiah baru diatur dalam Peraturan Bank Indonesia yang ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, serta diumumkan melalui media massa sehingga masyarakat di seluruh wilayah NKRI dapat mengetahui adanya pengeluaran uang baru oleh Bank Indonesia.

Konsekuensi dari penerbitan uang ini adalah masyarakat dilarang menolak apabila dibayar dengan uang yang telah diterbitkan oleh Bank Indonesia. Sesuai amanat UU Mata Uang, Bank Indonesia telah mengeluarkan 11 pecahan Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir.H.

Joko Widodo pada tanggal 19 Desember 2016. Uang tersebut terdiri atas 7 Uang Rupiah kertas dan 4 Uang Rupiah logam. Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 Tahun, pada tanggal 17 Agustus 2020, Bank Indonesia mengeluarkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia pecahan Rp75.000 tahun emisi 2020 sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan berbagi kebahagiaan kepada rakyat Indonesia.

Pengedaran Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan mengedarkan atau mendistribusikan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan pengedaran Uang Rupiah mencakup distribusi Uang Rupiah dan layanan kas. Kegiatan distribusi Uang Rupiah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kas di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia baik dalam bentuk pengiriman uang (remise) dari KPBI ke KPwBI maupun pengembalian uang ( retur ) dari KPwBI ke KPBI.

Sementara itu, kegiatan layanan kas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penarikan dan penyetoran perbankan, termasuk Kas Titipan, serta penukaran uang rusak/cacat/lusuh kepada masyarakat melalui Kas Keliling dan kerja sama dengan perbankan dan/atau instansi lain.

​ Mekanisme distribusi uang Rupiah dilakukan dari Kantor Pusat Bank Indonesia kepada Kantor-kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) yang berfungsi sebagai Kantor Depo Kas (KDK), dan untuk selanjutnya oleh KDK didistribusikan lagi kepada KPwDN lainnya. Moda transportasi utama yang digunakan adalah moda transportasi darat (truk dan kereta api) dan laut (kapal barang dan kapal penumpang).

Dalam kondisi tertentu, moda transportasi udara (pesawat) juga digunakan untuk melakukan distribusi uang oleh Bank Indonesia. Untuk menjaga kelancaran distribusi uang, Bank Indonesia terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi seperti penyedia moda transportasi dan penyedia pengawalan dan pengamanan jalur distribusi.

Pencabutan dan Penarikan Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan yang menetapkan Rupiah tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pencabutan dan penarikan uang dilakukan dengan berbagai pertimbangan, diantaranya masa edar suatu pecahan sudah terlalu lama dan adanya perkembangan teknologi unsur pengaman (security features) pada uang.

Di samping itu juga dimaksudkan untuk mencegah dan meminimalisir peredaran uang palsu serta menyederhanakan komposisi dan emisi pecahan yang ada. Esensi dari pencabutan dan penarikan uang dari peredaran adalah pengumuman Bank Indonesia yang menyatakan bahwa uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sudah tidak lagi berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, sehingga masyarakat dapat menolak apabila dibayar dengan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut.

Oleh karena itu, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia mengenai pencabutan dan penarikan uang yang ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, serta membuat pengumuman melalui media massa sehingga masyarakat luas dapat mengetahui adanya pencabutan dan penarikan uang oleh Bank Indonesia.

Uang Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran dapat ditukarkan dengan uang Rupiah layak edar sebesar nilai nominalnya. Pemusnahan Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan meracik, melebur, atau cara lain memusnahkan Rupiah sehingga tidak menyerupai Rupiah.

  • Bank Indonesia berkomitmen untuk menyediakan uang layak edar bagi masyarakat, yaitu Uang Rupiah yang memenuhi persyaratan untuk diedarkan berdasarkan standar kualitas yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Sebagai wujud komitmen tersebut, salah satu langkah yang dilakukan Bank Indonesia secara rutin adalah kegiatan pemusnahan uang.

Uang yang dimusnahkan oleh Bank Indonesia merupakan uang yang tidak layak edar baik berupa uang lusuh, uang cacat, uang rusak maupun Uang rupiah yang masih layak edar yang dengan pertimbangan tertentu tidak lagi mempunyai manfaat ekonomis dan/atau kurang diminati oleh masyarakat serta uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran.

Pemusnahan uang kertas dilakukan oleh Bank Indonesia dengan cara diracik sehingga tidak menyerupai uang kertas, baik dengan menggunakan Mesin Sortasi Uang Kertas (MSUK) dan/atau Mesin Racik Uang Kertas (MRUK). Sementara itu, pemusnahan uang logam dilakukan dengan cara dilebur atau dengan cara lainnya sehingga tidak menyerupai uang logam.

Sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang, pelaksanaan pemusnahan uang Rupiah oleh Bank Indonesia harus berkoordinasi dengan Pemerintah. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Pemerintah yang berisi teknis pelaksanaan pemusnahan uang Rupiah, termasuk pembuatan berita acara pemusnahan uang Rupiah.
Lihat jawaban lengkap