Menghadapi Mertua Yang Selalu Minta Uang?

Menghadapi Mertua Yang Selalu Minta Uang
‘Heran deh Dengan Mertua yang Hobi Minta Uang’ 10 Cara ini Ampuh Atasi Mertua Mata Duitan

  • 1. Pisahkan Diri Anda Anda mugkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan diri Anda waktu untuk memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dan mengambil waktu untuk merencanakan berdamai dengan mertua.
  • 2. Jangan Diambil Hati
  • 3. Bangun Pikiran Anda
  • 4. Kewajiban Suami
  • 5. Mengunci Pintu
  • 6. Bicara Dengannya
  • 7. Melihat Setiap Kisah Dari Dua Sisi
  • 8. Selalu Menjadi Orang Yang Lebih Baik

Meer items
Lihat jawaban lengkap

Apakah kita wajib memberi uang kepada mertua?

Apakah Menantu Wajib Menafkahi Mertua? Cariustadz.id, – Bertanggung jawab dalam menafkahi keluarga adalah sebuah keniscayaan bagi seorang kepala keluarga. Istri dan anak menjadi orang yang paling utama dalam hal nafkah yang harus ditanggung suami atau ayah.

  1. Akan tetapi di masa sekarang, banyak pasangan yang tidak menutup kemungkinan bertukar peran antara suami dan istri.
  2. Terlepas dari itu, sebenarnya bagaimana pandangan Islam tentang nafkah dan apakah seorang menantu wajib menafkahi mertua? Program yang diselenggarakan menghadirkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Menurutnya, nafkah adalah harta yang diberikan kepada orang yang menjadi tanggung jawab kita, dan menyangkut kebutuhan pokok harian. Kalau sudah di luar kebutuhan pokok, sebenarnya sudah bukan menjadi tanggung jawab, kecuali kalau memiliki kemampuan lebih.

  1. Sejauh mana kita harus memberi nafkah kepada tanggungan kita? Yang wajib kembali lagi, adalah yang menyangkut kebutuhan pokok untuk hidup: makan minum, tempat tinggal, pendidikan, dan sebagainya.
  2. Bisa dikatakan rumah pertama adalah nafkah karena kebutuhan pokok, tetapi untuk rumah kedua dan ketiga, bukan lagi menjadi nafkah yang wajib.

Tetapi kalau mau kasih ya tidak terlarang,” terang doktor bidang ilmu hadis ini. Kemudian apakah menafkahi mertua termasuk kewajiban? Menurut Ubaid, jawabannya adalah tidak wajib. Tidak ada dalam ajaran Islam menantu wajib menafkahi mertua. Yang wajib adalah menafkahi keluarga yaitu istri dan anak-anak.

Bahkan orang tua kandung, bukan kewajiban anak untuk menafkahinya. Yang menjadi kewajiban anak kepada orang tua adalah berbakti atau berbuat baik dalam bahasa al-Quran wa bi al-walidayni ihsana, “dan terhadap orang tua, kita harus berbakti”. Kata Ihsan dalam al-Quran tidak spesifik kepada nafkah, tetapi bagaimana seorang anak tidak membuat kecewa atau sedih orang tuanya.

Kalau memang yang membuat murka kedua orang tua itu adalah salah satunya urusan nafkah, karena misalnya orangtua tidak punya pekerjaan sama sekali, dan termasuk golongan kurang mampu, sehingga sudah tidak punya kemampuan bekerja, maka di titik ini anak berkewajiban untuk menafkahi orang tuanya.

Pertanyaan selanjutnya terkait dengan bagaimana membina hubungan dengan keluarga besar, apabila misalnya, seorang anak, terutama yang perempuan, diminta untuk membantu orang tua dan keluarga lain? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, hadir juga dalam program Ruang Tengah, psikolog Psikolog founder dari Cinta Setara.

Menurut Rena, kembali lagi kepada komunikasi dan kesepakatan antar pasangan. Karena masing-masing pasangan mempunyai cara yang berbeda-beda. Rena mengatakan bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan kalau misalnya diminta membantu. Pertama, sebisa mungkin lebih spesifik dan detail membantu dalam hal apa, dari segi apa, dan lebih baik misalnya berapa nominalnya, sehingga bisa terukur.

Jadi nanti suami dan istri ini lebih mudah untuk melihat dan menentukan penyalurannya dan sebagainya. Kedua, harus satu tim dengan pasangan dan harus satu kata. Jangan sampai mau bantu mertua atau orang tua, tetapi diam-diam dengan pasangan, yang seperti ini akhirnya nanti akan menimbulkan konflik. Kembali lagi ke komunikasi antar pasangan, lalu cari tahu kebutuhannya, dan prioritas kebutuhan mertua atau orang tua itu apa, sehingga nanti kita lebih gampang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan bersama pasangan.

: Apakah Menantu Wajib Menafkahi Mertua?
Lihat jawaban lengkap

Apa kewajiban menantu perempuan terhadap mertua?

Kewajiban Menantu pada Mertua – Menghadapi Mertua Yang Selalu Minta Uang Foto: Hadis tentang Mertua dan Menantu -3 Foto ilustrasi memperhatikan mertua (Sumber: Timesofindia.com) Setelah menikah, terdapat juga kewajiban menantu pada mertua. Dalam membangun rumah tangga, sudah seharusnya menjaga hubungan yang baik antar keluarga. Berikut ini beberapa kewajibannya:

Memperlakukan Layaknya Orang Tua Sendiri. Perlakukan dengan baik, beri kasih sayang dan perhatian, turuti nasehatnya, dan memahami keduanya.Bersikap Baik. Karena sudah dianggap sebagai orang tua sendiri, maka kewajiban menantu berbuat baik terhadap mereka dan jangan mengucapkan tutur kata yang kasar.Menjaga Silaturahmi. Ada banyak kasus di mana seorang menantu memiliki hubungan tak baik dengan mertuanya, sehingga memutuskan silaturahmi. Padahal, ini tidak dibenarkan dalam islam. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang menyambung silaturahmi itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahmi ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus.” (HR Muttafaqun ‘alaihi).Biarkan Suami Berbakti. Jangan cemburu jika melihat suami tampak mencintai orang tuanya. Ini dapat menjadi wujud berbakti suami kepada orang tuanya.Meringankan Bebannya. Pernikahan dapat terwujud berkat restu dari mertua. Oleh karena itu, beri perhatian dan ringankan bebannya dalam hal apapun sesuai kemampuan.Mendekatkan Hubungan Mertua dengan Keluarga Sendiri. Tujuannya agar tidak terjadi kesenjangan agar ikatan kekeluargaan dari dua keluarga semakin erat.

Itulah beberapa hadis tentang mertua dan menantu dan juga kewajiban keduanya, agar hubungan keluarga tetap terawat dengan baik dan menambah keharmonisan, yang juga sesuai dengan sunnah nabi.
Lihat jawaban lengkap

Kenapa mertua selalu menyalahkan menantu perempuan?

2. Menikah untuk Dinafkahi Saja dan Bersenang-senang – Ini nih yang sering terjadi kepada mertua yang baru punya menantu perempuan. Hanya karena anak laki-lakinya bertemu jodohnya dengan jalan jatuh cinta, maka disangka pernikahan adalah jalan bersenang-senang bagi menantu perempuan.

Penyebab mengapa mertua membenci menantu perempuan biasanya karena prasangka bahwa menantu datang untuk dinafkahi dan senang-senang. Tidak heran sering ada ucapan begini, “Sekarang anak laki-laki (setelah anak menikah), kerja buat istri dan anak. Belum tentu ingat sama ibunya yang bekerja untuk membesarkan anak.” Sekali lagi, itu tidak salah.

Benar, memang suami setelah menikah itu bekerja untuk menafkahi istri dan anak. Terutama jika istri tidak bekerja dan fokus mengurus rumah tangga. Namun, sekali lagi, jika hanya meratapi kepentingan sendiri, pasti konflik tidak bisa dihindari. Padahal, menjadi istri bukan menjadi pricess yang duduk manis minta ini itu ada.

Menjadi istri artinya seorang menantu perempuan menghabiskan waktu untuk melayani suami (anak laki-laki mertua), mengerjakan pekerjaan rumah (kurang lebih sama dengan pembantu rumah tangga), melahirkan anak dan mengasuhnya, dan semua pekerjaan yang sebenarnya mertua juga pernah mengalami sendiri. Apakah ada senang-senangnya? Ada sih, kalau suami setia, sayang, dan mertua juga baik.

Tidak membeda-bedakan menantu perempuan dengan anak sendiri, dan memiliki simpati terhadap pengorbanan menantu. Bukan fokus kepada pengorbanan diri sendiri.
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Bagaimana Cara Menghasilkan Uang Dari Youtube?

Kenapa tidak betah di rumah mertua?

3 Alasan Menantu Sering Tidak Betah Tinggal Satu Rumah Bersama Mertua Setelah menikah dan belum memilih sendiri, adanya pertanyaan akan tinggal di mana menjadi permasalahan yang perlu dipecahkan. Namun, terkadang tinggal di rumah menjadi salah satu pilihan yang mau tak mau harus diambil.

Eputusan ini biasanya dilakukan sembari menabung untuk membeli rumah sendiri. Sayangnya, tidak semua mertua mempunyai sikap yang menyenangkan. Bahkan, tidak sedikit ditemukan kasus di mana para merasa tertekan dan tidak betah tinggal serumah dengan mertuanya. Berikut beberapa alasan paling umum mengapa hal tersebut bisa saja terjadi.1.

Harus menaati peraturan mertua dan tidak bebas Tinggal di rumah orang lain, walaupun mertua sendiri, tetap saja akan membuat kamu merasa tidak bebas untuk melakukan banyak hal. Meskipun mereka memberikan kamu kebebasan untuk melakukan apapun, tapi rasa sungkan atau tidak enak hati pasti ada, bukan? Oleh sebab itulah banyak menantu yang merasa tidak betah dan lebih memilih agar tinggal di kontrakan daripada harus serumah dengan mertuanya.

Arena, dengan begitu kamu bisa punya aturan sendiri untuk pasangan dan anak-anak.2. Canggung karena belum terlalu dekat Alasan yang sering kali menyebabkan menantu tidak betah berada di rumah mertua adalah merasa canggung. Pastinya tinggal satu rumah dengan orang yang belum kamu kenali dengan lebih dekat akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Apalagi bila pasanganmu ternyata banyak kesibukan di luar rumah. Tentunya hal ini akan membuatmu bingung banget mau berbuat apa, kan? Jika ini permasalahannya, secara otomatis kamu harus berusaha mendekatkan diri dengan mertuamu sehingga kalian bisa menjadi lebih akrab.

  1. Jangan menganggap mereka sebagai orang asing, karena mertua sama saja seperti orang tua kandung juga.3.
  2. Permasalahan antara kamu dan pasangan sering dicampuri Ketika rumah tangga yang kalian bina masih diterjang permasalahan, kamu yang tinggal bersama mertua jadi tak bebas untuk membicarakannya dengan pasangan secara langsung.

Kamu tentu merasa bahwa momennya tidak pernah tepat untuk digunakan. Bahkan, mertua lebih sering ikut campur dan memberikan banyak saran dengan alasan mereka lebih dulu mengalami hal yang serupa daripada kamu dan pasangan. Yang seperti ini pasti membuat kamu merasa tertekan sekali, bukan? Meskipun sebenarnya saran dari mereka itu berguna, tetapi bukankah kamu dan pasangan juga membutuhkan privasi untuk urusan rumah tangga? Kalau terus-terusan diawasi dan dicampuri begitu, lalu kapan kalian berdua bisa sama-sama dewasa dan bijaksana? Setiap orang pasti punya cerita yang berbeda saat tinggal satu rumah dengan mertua.
Lihat jawaban lengkap

Bolehkah suami tinggal bersama mertua?

1. Taat pada Suami – Menghadapi Mertua Yang Selalu Minta Uang Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tak ada larangan jika suami tinggal di rumah mertua karena belum mampu memberi tempat tinggal untuk istri, dan itu boleh-boleh saja. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa kewajiban istri atau suami tak boleh dilupakan.
Lihat jawaban lengkap

Berapa persen perceraian akibat mertua?

Menghadapi Mertua Yang Selalu Minta Uang Noverita Tips Bijak Tinggal di Pondok Mertua Indah, Jangan Sampai Salah! Ketika sedang dimabuk cinta, tentu tidak mudah untuk berpikir rasional. Rasa sangat mencintai pasangan kadang kala membuat kita tidak ingin memikirkan hal lain sebelum menikah. Termasuk hal-hal buruk yang mengkhawatirkan.

  1. Padahal, para ahli berpendapat bahwa kehidupan kita akan lebih baik jika sebelum menikah betul-betul mengenali kehidupan kekasih.
  2. Termasuk relasi kita dengan orang tuanya.
  3. Sebab banyak perempuan berpikir akan bisa mengubah segalanya setelah menikah dan hidupnya menjadi lebih baik.
  4. Tapi sejalan dengan waktu, hal-hal yang terlihat buruk malah bisa menjadi lebih buruk.

Nah, berikut ini ada beberapa tanda dimana kita tak bisa melanjutkan hubungan dengan kekasih seperti yang dilansir dari BOLDSKY: 1. Orang Tua Kita akan merasa sulit untuk tinggal dengan kekasih di rumahnya, jika orangtuanya tidak dapat bertatapan lama dengan kita.

Bahkan jika kita tinggal secara terpisah, setiap kali ketika mertua mengunjungi, rasanya seperti ‘neraka’. Baca: Kenali 11 Karakter Mertua 2, Perlakuan Tak Baik Meskipun pengalaman terbaik dalam hidup adalah ketika seorang pria mengatakan “Aku mencintaimu”, namun bagaimana ketika mertua tidak memperlakukan dengan baik.3.

Bingung Ketika kita tengah protes, kekasih bingung siapa yang ia dukung antara kita atau orangtuanya? Calon suami yang baik tentu akan bersikap bijak, netral, dan rasional. Lebih dari 76 persen perceraian terjadi karena mertua melecehkan kita. Hanya sebagian kecil dari pasangan putus karena alasan kurangnya uang atau cinta.5.

Lebih Baik Hidup Terpisah Sekitar 80 persen dari wanita modern yang disurvei senang tinggal berjauhan daripada tinggal berdekatan dengan mertua. Cepat atau lambat, orang tua pasangan mungkin akan memengaruhi anaknya jika mereka tidak bisa dekat dengan kita. Atau mungkin ia akan bergabung dengan kita dan membuat ‘neraka’ di rumah tangga kita.7,

Atasi dengan Positif Berpikirlah segala sesuatu secara positif dan hidup bahagia. Pikiran positif akan membuat lingkungan kita juga positif. Bila ada konflik, konfrontasi, balas dendam, dendam di rumah sendiri, bagaimana kita bisa mengharapkan kehidupan yang damai? Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.
Lihat jawaban lengkap

Apa hukum menantu tinggal dirumah mertua?

Page 3 – Pernikahan merupakan suatu hal luhur dan sakral dalam Islam. Pernikahan ialah salahsatu bentuk ibadah kepada Allah dan merupakan sunah Rasulullah. Menurut UU RI Nomor 1 Tahun 1974, perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumahtangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

  • Dalam Al-Qur’an, anjuran untuk menikah terdapat dalam firman Allah QS.
  • Ar-Rum ayat 21: Artinya: Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. Dalam sebuah pernikahan, tentunya tidak hanya berkaitan dengan dua insan laki-laki dan saja yang menjalin hubungan tersebut. Namun pernikahan juga melibatkan dua keluarga besar yang dimana sebagai menantu dari orangtua pasangan harus mampu memposisikan diri sehingga dapat diterima dengan baik.

  • Arena sebagai menantu juga sangat berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga.
  • Dalam Islam, menantu seharusnya mampu memperlakukan mertuanya layaknya orangtua sendiri.
  • Mungkin di awal pernikahan akan merasa sulit untuk dapat memperlakukan layaknya orangtua sendiri, namun seiringi berjalannya waktu kita akan memahami karakteristik dari mertua.
You might be interested:  Pengalokasian Kembali Pendapatan Yang Menunjuk Pada Transfer Uang Dari Orang?

Selain itu, kita juga harus bersikap baik dan lemah lembut. Hal tersebut dijelaskan dalam QS Al-Isra ayat 23 yaitu : Artinya : Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Sebagai seorang isteri, sudah seharusnya taat dan berbakti kepada perintah suami. Terkadang suami isteri yang baru saja menikah memilik untuk bersama di rumah mertua. Hal tersebut menjadi pilihan karena terdapat beberapa faktor dan yang sering terjadi ialah semakin mahalnya harga rumah dan orangtua yang berusia lanjut sehingga perlu pendampingan.

Dalam Islam, hukum tinggal bersama mertua yakni boleh boleh saja dan tidak ada larangan terkait hal tersebut. Namun memang banyak catatan yang perlu diperhatikan ketika tinggal bersama mertua terlebih seorang perempuan yang tinggal bersama ibu mertuanya.

  • Terdapat kasus konflik antara mertua dan menantu karena ketidakcocokan antara keduanya.
  • Namun terdapat pula mertua yang merasa senang dengan kehadiran menantu dalam rumahnya.
  • Di dalam Islam, seorang istri diwajibkan untuk menaati perintah suami.
  • Salahsatunya apabila suami meminta istri untuk tinggal bersama ibu mertuanya.

Sebagai menantu perempuan, kita wajib menghormati dan merawat mertua sebaik mungkin layaknya merawat orangtua kandung. Konflik yang sering terjadi antara seorang menantu dan ibu mertua adalah perhatian dari suami yang merupakan anak ibu mertua. Keduanya menginginkan untuk selalu diperhatikan.

  1. Menantu perempuan memiliki hak untuk selalu diutamakan.
  2. Namun ibu mertua juga selalu merasa memiliki hak untuk selalu diperhatikan oleh anak laki-lakinya.
  3. Sebagaimana dalam hadis Rasulullah, “Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab: “Suaminya” (apabila sudah menikah).
  4. Emudian Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya lagi: “Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab: “Ibunya.”Dari hadis tersebut, maka ibu merupakan tanggungjawab seorang anak laki-laki.

Menjadi seorang istri harus mampu memahami posisi dan peran suaminya untuk selalu berbakti kepada orangtuanya, terutama ibunya. Salah satu bentuk ketaatan istri kepada suami yakni merawat dengan baik ibu mertuanya apabila dalam pengasuhannya yakni apabila seorang perempuan tinggal bersama ibu mertuanya.

Apabila hal tersebut dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha Allah, maka akan terbentuk hubungan yang harmonis dalam keluarga tersebut. Seorang istri yang menaati suaminya pun akan mendapat balasan yang luar biasa dari Allah SWT sebagaimana dalam hadis berikut : Artinya : “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR.

Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Kebahagiaan seorang istri yang tinggal bersama ibu mertuanya akan dirasakan apabila istri menaati perintah suami dan perintah Allah. Selain itu, kebahagiaan akan muncul apabila istri merasa bersyukur diberi kesempatan untuk berbakti kepada orangtua walaupun itu orangtua suami.
Lihat jawaban lengkap

Apakah ada durhaka kepada mertua?

3 Macam Durhaka Istri Pada Mertua Ini adalah Dosa Besar, Simak Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah – Bangkapos.com Senin, 7 Februari 2022 14:15 YouTube Abang Mau Hijrah Ustaz Khalid Basalamah jelaskan durhaka istri kepada mertua BANGKAPOS.COM – Durhaka adalah perbuatan yang dilarang dan mendapatkan dosa besar.

Banyak dosa besar yang diperbuat oleh manusia. Termasuk dalam hal kepada, Jelas, bahwa kepada orang tua kandung berdosa, sama hal nya dengan, Maka dari itu sebaiknya para menantu harus tahu apa saja yang bisa dikatakan kepada, Dalam sebuah ceramah Ustaz Khalid Basalamah menceritakan seorang menantu perempuan yang sudah pada orang tua dari suaminya ( ).Padahal menjalani rumah tangga ingin mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT. Namun karena perlakuan seperti ini bukan mendapatkan ridho, justru mendatangkan dosa besar bagi keluarganya. Lalu perlakuan seperti apa yang dimaksud oleh Ustaz Khalid Basalamah tersebut? Baca juga: Ustaz Khalid Basalamah pun menjelaskannya dalam video YouTube Abang Mau Hijrah yang diunggah pada 22 September 2019.Kata ada 4 dosa menantu perempuan kepada yang apabila dilakukan menjadi dosa besar.Berikut 4 dosa besar menantu perempuan kepada : Suami Berbakti pada Orang Tuanya, Istri Cemberut. Kata, dalam hukum Islam, seorang anak laki-laki atau suami wajib berbakti kepada orang tuanya sampai meninggal.

Lihat jawaban lengkap

Apakah dosa menantu kepada mertua?

PARA MENANTU WAJIB TAHU, Jangan Lakukan Hal Ini Pada Mertua, Termasuk Dosa Besar Kata Ustadz Khalid Basalamah – Desk Jabar

  • DESKJABAR – Para perempuan jangan sampai melakukan hal ini kepada karena termasuk,
  • Jangan sampai karena hal sepele yang dilakukan perempuan kepada malah menjadi,
  • Padahal menjalani rumah tangga itu tujuannya untuk mendapat ridho Allah SWT. Namun karena sikap pada malah menjadi
  • Para perempuan wajib tahu apa saja yang termasuk yang sering dilakukan kepada,
  • Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan sikap sikap yang dilakukan perempuan kepada bisa menjadi,
  • Bahkan kata Ustadz khalid Basalamah jika seorang perempuan melakukan karena sikapnya pada, maka suami halal menceraikan nya.
  1. Baca Juga:
  2. Dalam video YouTube Abang Mau Hijrah dengan judul Durhaka Istri kepada Mertua yang tayang pada 22 September 2019 Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan perempuan kepada,
  3. Kata Ustadz Khalid Basalamah ada 4 perempuan kepada yang apabila dilakukan menjadi,
  4. Apa saja 4 perempuan kepada tersebut, di antaranya:

Sumber: YouTube Abang Mau Hijrah
Lihat jawaban lengkap

Apakah suami harus mengutamakan istri atau orang tua?

Menurut Elie Mulyadi dalam Buku Pintar Membina Rumah Tangga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah, bila istri dan ibunya memiliki kebutuhan tertentu dalam waktu bersamaan, maka suami harus lebih mengutamakan ibunya. Maka, dapat disimpulkan bahwa hukum suami lebih mementingkan ibunya daripada istrinya adalah wajib.
Lihat jawaban lengkap

Apakah gaji suami sepenuhnya milik istri menurut Islam?

Hak istri dalam gaji suami, benarkah seluruh gaji suami? – Nafkah untuk istri dan anak merupakan sebuah kewajiban yang ditetapkan oleh Allah SWT bagi para suami. Apakah ini maksudnya bahwa semua gaji/penghasilan suami secara keseluruhan mutlak menjadi milik istri? Dalam sebuah hadits, Aisyah r.a menceritakan tentang seorang istri bernama Hindun bintu Abu Sufyan yang mencuri uang dari dompet suaminya dikarenakan suaminya, Abu Sufyan memiliki sifat yang sangat pelit.

  • Ejadian ini kemudian disampaikan kepada Rasulullah SAW.
  • Beliau berkata, “Ambilah secukupnya untuk kebutuhanmu dan anak-anakmu (HR.
  • Bukhari, dll).
  • Hadis di atas menunjukkan bahwa hak istri dari harta suaminya adalah sesuai dengan kebutuhan istri dan anak-anaknya.
  • Menurut beberapa ulama, kebutuhan istri disesuaikan dengan ukuran kebiasaan masyarakat di sekitarnya.
You might be interested:  Uang Yang Akan Ditarik Dari Peredaran 2020?

Jadi, mengambil uang suami melebihi batas kebutuhan dan tanpa sepengetahuan suami tetap dikategorikan mencuri dan merupakan perbuatan dosa. Dengan demikian, ungkapan gaji suami adalah milik istri tidak benar. Hak istri dari gaji suami menurut islam adalah sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan karena sisa atau kelebihan yang ada dari gaji suami tetaplah hak suami.
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang wajib menafkahi mertua?

Hukum Menafkahi Mertua, Begini Penjelasannya! Dalam pernikahan hubungan bukan hanya berlandaskan persetujuan antara sang istri dan suami, pun peran orang tua di dalamnya. Bukan menyatukan pihak wanita dan laki-laki, juga menyatukan keluarga dari keduanya.

  • Pernikahan adalah ikatan sakral yang tujuannya saja beribadah dan jalan untuk menyempurnakan separuh agama.
  • Pernikahan terjadi atas persetujuan antara kedua belah pihak untuk saling berkomitmen dalam melanjutkan hubungan yang sah dan bersedia hidup bersama menjadi keluarga baru.
  • Dan persetujuan tidak lepas kaitannya dengan restu orang tua.

Orang tua pasangan yang kita sebut mertua telah menjadi bagian dari keluarga kita karena sejatinya orang tua pasangan adalah orang tua kita sendiri. Jika bukan mereka yang merestui, tidak mungkin kini anaknya menjadi pasangan kita. Jika kita mendapati situasi harus menafkahi orang tua pasangan atau mertua lantas bagaimana dalam pandangan Islam? Apakah kita berkewajiban atas nafkah orang tua pasangan kita? Seorang lelaki yang telah menikah wajib untuk menafkahi istri dan anaknya, karena kewajiban suami sebagai kepala keluarga memang seperti itu, bahkan Allah berfirman dalam Al-Quran, وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا Artinya : ” Dan kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian kepada para ibu (istri) dengan cara ma’ruf.

Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. ” (QS. Al-Baqarah : 233). Namun, suami tidak diwajibkan atas nafkah kepada mertuanya. Harta suami dibolehkan untuk menafkahi mertua jika suami dengan ikhlas dan ridha memberi kepada mertua secara suka rela. Siapakah orang yang wajib menafkahi mertua? Orang yang wajib menafkahi mertua adalah anaknya sendiri yang memang harta dari anak-anaknya sendiri.

Sekiranya istri memiliki harta lebih dari kebutuhannya yang bukan harta milik suaminya (harta pribadi), maka wajib baginya untuk menafkahi kedua orang tuanya yang fakir. Karena membantu kedua orang tua sudah menjadi tugas anak-anaknya. Perbuatan tersebut juga sebagai bakti anak kepada orang tua yang telah merawat dan menjaga kita hingga tumbuh menjadi dewasa dan bahkan memiliki keluarga sendiri.

Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban dan adab-adab yang harus ditunaikan seorang anak kepada orang tuanya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran, وا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا Artinya : ” Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya,” (QS. Al-Isra : 23) Salah satu bentuk berbuat baik kepada orang tua adalah dengan cara berbakti kepada mereka.

Bahwa, suami berkewajiban berbakti kepada orang tuanya dan istri berkewajiban berbakti kepada orang tuanya. Masing-masing, baik suami atau istri, juga berkewajiban agar pasanganya bisa berbakti kepada orang tuanya. Apalagi membantu keadaan di masa tua mereka, sebab kita pun akan menjadi tua kelak.

Mengambil sebatas yang tidak bermudharat bagi anaknyaTidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan anakTidak mengambil untuk diberikan kepada anaknya yang lain. Dan sebagian ulama menjelaskan hal tersebut hanya diperbolehkan dalam kondisi ketika orang tua membutuhkan saja

Namun, suami boleh membantu menafkahi mertua jika memang atas dasar niatan dari Allah SWT dan tidak merasa terbebani. Jika menantu memiliki kelebihan harta dan ingin membantu mertuanya dalam menafkahkan hidup, tentu hal itu sangat dibolehkan dengan syarat harus niat atas dasar keinginan diri sendiri.

Tidak merasa dipaksa dan terbebani. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, dari Jubir bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Mulailah (nafkah) dari dirimu, jika berlebih, maka nafkah itu untuk ahlimu, jika berlebihan, maka nafkah berikutnya untuk kerabatmu, jika masih berlebih, maka untuk orang di antaramu, sebelah kananmu dan sebelah kirimu,” (HR.

Muslim). Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa orang tua boleh dinafkahkan ketika kondisi (mertua) itu harus ditolong kebutuhan. Jika masih dalam keadaan mampu, nafkahnya menjadi tidak wajib. Ibnu al-Qayim juga menjelaskan bahwa kewajiban nafkah tersebut itu pada saat kondisi mertua membutukan secara finansial.

Sebagaimana Ibnu al-Mundzir menukil: para ulama telah konsensus bahwa nafkah mertua yang fakir dan tidak memiliki sumber pendapatan itu menjadi wajib nafkah anak.Sedangkan, Syekh Athiyah Shaqr berpendapat bahwa memberi nafkah kepada mertua tidak terbatas pada formalistik dengan kadar yang terbatas, tetapi sebagaimana hajat-hajat mereka terpenuhi sehingga mereka terhormat dan termuliakan.Dalam pandangan hukum nasional, sebagaimana ditegaskan dalam KUHPer (Pasal 321-Psal 322) : “Setiap anak wajib memberi nafkah orang tua dan keluarga sedarahnya dalam garis ke atas, bila mereka ini dalam keadaan miskin. Menantu laki-laki dan perempuan juga dalam hal-hal yang sama wajib memberi nafkah kepada mertua mereka, tetapi kewajiban ini berakhir:

Bila ibu mertua melangsungkan perkawinan kedua ;Bila suami atau istri yang menimbulkan hubungan keluarga semenda itu dan anak-anak dan perkawinan dengan istri atau suaminya teleh meninggal dunia.

Jadi, kita sangat dianjurkan membantu kebutuhan nafkah mertua yakni orang tua dari pasangan kita sendiri sekiranya memang benar-benar membutuhkan bantuan. Karena bagaimana pun hal tersebut termasuk ke dalam perbuatan terpuji. dan Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan perbuatan terpuji. : Hukum Menafkahi Mertua, Begini Penjelasannya!
Lihat jawaban lengkap

Bolehkah sedekah ke mertua?

Imam Baghawi mengungkapkan, sedekah paling utama adalah kepada keluarga yang statusnya masih sebagai tanggungan. Contohnya adalah istri serta anak yang masih kecil. Setelah itu, kamu dapat memberikan sedekah untuk orang tua, keluarga, serta mertua.
Lihat jawaban lengkap

Berapa persen uang yang harus diberikan kepada orang tua?

1. Sesuaikan dengan kemampuan – Pada dasarnya besar kecilnya pemberian uang bulanan orangtua ditentukan dari kemampuan keuangan masing-masing. Sebab, kondisi keuangan setiap anak berbeda. Idealnya, kamu dapat mengalokasikan uang bulanan orangtua sebesar 10% dari gaji.

  • Jika penghasilan kamu semakin besar, alokasi ini juga dapat mengikuti.
  • Bisa 20% atau lebih.
  • Misalnya gaji kamu Rp 5 juta per bulan.
  • Maka, sebesar Rp 500 ribu untuk uang bulanan orangtua.
  • Alau gaji sudah Rp 10 juta, naikkan menjadi 20%, yakni Rp 2 juta.
  • Sebetulnya tidak ada aturan baku minimal harus 10%.

Bila sudah menikah dan memiliki anak, jika gaji Rp 5 juta dirasa pas-pasan karena harus memenuhi banyaknya kebutuhan rumah tangga, kamu dapat memberikan uang bulanan orangtua sebesar 5% sebesar Rp 250 ribu. Namun terlebih dahulu memberitahukannya kepada orangtua mengenai kondisi keuanganmu. Yakinlah, orangtua akan selalu mengerti dan memahami kondisi anaknya.
Lihat jawaban lengkap