Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Atas Penjualan Secara Kredit?

Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Atas Penjualan Secara Kredit
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Persaingan antarperusahaan yang semakin ketat memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan pelayanan mereka kepada konsumen. Peningkatan pelayanan ini diharapkan akan meningkatkan jumlah konsumen yang tertarik dengan produk yang mereka tawarkan sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan mereka.

  • Peningkatan pelayanan dapat dilakukan dengan berbagai cara.
  • Salah satu di antaranya ialah dengan mengizinkan konsumen melakukan pembayaran secara kredit.
  • Menawarkan produk dengan cara pembayaran kredit adalah salah satu strategi penjualan yang umum dilakukan.
  • Namun apakah keuntungan perusahaan menjual dengan kredit? Keuntungan yang pertama ialah mendorong konsumen untuk membelanjakan uang lebih besar dari yang seharusnya.

Dengan diadakanya penjualan secara kredit, pelanggan yang awalnya hanya ingin melihat-lihat saja atau dengan kata lain tidak tertarik terhadap produk yang ditawarkan bisa saja mengubah pikirannya. Biasanya konsumen beranggapan bahwa mereka tidak perlu mengeluarkan uang tunai sekaligus di awal, mereka hanya perlu mengeluarkan uang muka saja dan sisa pembayarannya bisa dicicil dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.

Hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi konsumen yang tidak membawa uang lebih pada saat itu dan sangat tertarik dengan produk yang ditawarkan sehingga mereka bisa mendapatkan produknya dengan cara pembelian secara kredit. Akan tetapi tanpa mereka sadari konsumen tersebut justru harus merogoh kocek ekstra dari yang seharusnya dikeluarkan.

Di sisi lain kondisi ini akan menguntungkan penjual karena dapat meningkatan penjualan produk mereka yang akan berpengaruh terhadap penghasilan nanti. Keuntungan selanjutnya ialah meningkatkan hubungan dengan konsumen. Penjualan secara kredit ini menuntut adanya saling keterbukaan informasi antara penjual dan pembeli.

Konsumen yang ingin mendapatkan pelayanan ini harus memberikan informasi yang sebenarnya mengenai keadaan konsumen baik itu dari segi keuangan maupun latar belakang konsumen itu sendiri. Dengan adanya sikap saling terbuka ini, penjual akan lebih memahami kondisi konsumen dan timbul kepercayaan satu sama lain sehingga transaksi yang akan dilaksanakan nanti akan berjalan dengan lancar.

Pada umumnya dengan ditawarkannya penjualan secara kredit tanpa disadari akan meningkatkan jumlah konsumen. Peningkatan ini terjadi dengan cara menjangkau konsumen yang memiliki daya beli terbatas. Cakupan konsumen yang awalnya hanya menargetkan konsumen dengan kemampuan daya beli yang tinggi kini konsumen dengan daya beli terbatas pun bisa melakukan transaski pembelian.

  1. Penjual akan terbuka bagi siapa pun yang ingin mendapatkan produk yang mereka jual.
  2. Penjual pun bebas memilih konsumen mana yang akan menjadi pelanggannya selama penjual tersebut mengetahui informasi lengkap konsumennya dan telah timbul rasa saling percaya.
  3. Hal lainnya ialah memungkinkan perusahaan dapat menjual langsung kepada konsumen akhir.

Umumnya konsumen akhir membeli dalam satuan kecil secara kredit dari perantara, dengan adanya kredit maka konsumen akhir dapat membeli dalam jumlah besar. Penjualan kredit yang menuntut pembayaran secara berkala tentunya akan menimbulkan penghasilan bunga. Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Atas Penjualan Secara Kredit Lihat Money Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Lihat jawaban lengkap

Apa yang termasuk ke dalam faktor faktor penjualan kredit?

Faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Penjualan Kredit – Lantaran penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan secara non-tunai, dalam hal ini laba yang diharapkan adalah lebih besar daripada penjualan tunai, maka perlu kiranya memperhatikan sejumlah faktor penjualan kredit.
Lihat jawaban lengkap

Resiko apa saja yang terjadi dalam penjualan kredit?

Piutang Usaha – Risiko kredit atas penjualan kredit kepada pelanggan adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Perusahaan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru.

  • Epatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Direksi.
  • Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan rekam jejak pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
  • Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel.
  • Manajemen menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan untuk membatasi risiko kredit.
You might be interested:  Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Waktu Uang?

Sesuai dengan kebijakan manajemen, pelanggan yang tagihannya telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan status hold. Saat ini tidak ada risiko kredit terpusat secara signifikan. Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori asset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
Lihat jawaban lengkap

Apakah akibat yang timbul dari penjualan kredit bagi penjualan dan pembeli?

dampak transaksi penjualan/pembelian secara tunai dan kredit – Jika terjadi penjualan tunai maka akan berdampak pada bertambahnya akun kas dan berkurangnya akun persediaan barang dagang. Pada Laporan L/R akan menambah pendapatan dan laba dan pada laporan arus kas akan masuk kas masuk.- Jika terjadi penjualan kredit maka berdampak pada bertambahnya akun piutang dagang dan berkurangnya akun persediaan barang dagang.

Pada Laporan L/R akan menambah pendapatan dan laba.- Jika terjadi pembelian tunai maka berdampak pada bertambahnya akun persediaan barang dagang dan berkurangnya akun kas. Pada Laporan L/R akan menambah Harga Pokok dan pada laporan arus kas akan masuk kas keluar. – Jika terjadi pembelian kredit maka berdampak pada bertambahnya akun persediaan barang dagang dan bertambahnyanya akun utang dagang.

Pada Laporan L/R akan menambah Harga Pokok. : dampak transaksi penjualan/pembelian secara tunai dan kredit
Lihat jawaban lengkap

Mengapa perusahaan perlu menentukan kebijakan penjualan kredit secara tepat?

Dengan adanya kebijakan kredit maka perusahaan perlu menetapkan periode kredit bagi seluruh langganan, karena jangka waktu kredit akan mempengaruhi volume penjualan, biaya dan profit.
Lihat jawaban lengkap

Apa perbedaan antara penjualan kredit dan penjualan angsuran?

Halo Lee, kakak bantu jawab ya 😀 Jawaban : Penjualan dengan kredit merupakan sistem jual beli dengan penyerahan barang kepada pembeli yang pembayarannya dilakukan dikemudian hari sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Pembayaran dalam kredit dilakukan secara bertahap, yaitu ; 1.

Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan (DP) 2. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran. Contohnya : Penjualan barang elektronik seperti HP, Laptop, dll secara kredit. Penjualan wesel adalah sistem jual beli dengan janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain.

Wesel sudah mencakup tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya. Contohnya : Jika perusahaan A menjual mesin ke Perusahaan B dengan pembayaran jatuh tempo dalam waktu 30 hari. Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilaksanakan secara bertahap atau berangsur.

Penjualan angsuran berbeda dengan penjualan kredit, salah satu perbedaannya ialah penjualan angsuran lebih lama yaitu 6 bulan – 5 tahun daripada penjualan kredit (umurnya 30 hari – 60 hari). Contohnya : Penjualan aktiva tetap seperti tanah dengan periode angsuran 2 tahun atau 24 bulan Semoga membantu.

Have a nice day! –
Lihat jawaban lengkap

Apa saja yang mempengaruhi risiko kredit?

Faktor penentu risiko kredit adalah kinerja fundamental debitur yang terdiri dari arus kas, profitabilitas, tingkat leverage dan ukuran perusahaa. Kinerja ekonomi makro dan kinerja industri juga sangat berpengaruh terhadap risiko kredit.
Lihat jawaban lengkap

Faktor faktor apa saja yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam menilai resiko kredit?

Abstract – Bank daerah merupakan salah satu aset daerah dalam rangka meninglatkan Pendapatan Asli Daerah. Begitu juga peran PD. Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Pati berperan dalam peningkatan PAD di Kabupaten Pati. Maka Bank Daerah Pati selalu berusaha meningkatkan pendapatannya dengan cara mengoptimalkan semua kegiatan perbankan yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang dicapai dengan melayani kredit, tabungan dan deposito.

Dalam penyaluran kredit diperlukan analisis kredit merupakan elemen penting dalam pemberian kredit kepada debitur, guna mencegah timbulnya suatu resiko kredit. Maka dibutuhkan faktor-faktor yang dapat menjadi pertimbangan bank dalam pemberian kredit yaitu dengan analisis 5 C yaitu : Penilaian Watak (Character), Penilaian Kemampuan (Capacity), Penilaian terhadap modal (Capital), Penilaian terhadap agunan (Collateral), dan Penilaian terhadap prospek usaha nasabah debitur (Condition of Economy).

You might be interested:  Pinjaman Online Yang Bagus Dan Aman?

Berdasarkan hasil analisis kredit diketahui bahwa penggunaan 5 C dalam setiap permohonan kredit merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan untuk menentukan keputusan diterima atau ditolaknya suatu kredit pada PD. BPR Bank Daerah Pati. Penilaian terhadap permohonan kredit dimulai dengan meneliti proposal dan berkas permohonan kredit dari calon debitur, kemudian dilakukan penyelidikan terhadap berkas pinjaman, selanjutnya dilakukan penilaian kelayakan kredit yang menggunakan analisis 5 C.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social and Political Sciences > Diploma in Government Finance
ID Code: 27100
Deposited By: Pemerintahan Admin
Deposited On: 29 Apr 2011 12:20
Last Modified: 29 Apr 2011 12:20

Repository Staff Only: item control page
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana dampaknya bagi perusahaan jika proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan semakin besar?

Semakin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan akan memperbesar jumlah investasi dalam piutang. Dengan semakin besarnya volume penjualan kredit setiap tahunnya berarti bahwa perusahaan itu harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi dalam piutang.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa diperlukan adanya penggolongan kredit?

Penggolongan Kualitas Kredit – Penggolongan Kartu Kredit via www.usnews.com Sebagai pihak yang bertindak menjadi kreditur, maka sudah sepatutnya bank memiliki kriteria dan penggolongan terhadap kualitas kredit yang mereka keluarkan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah proses klasifikasi dan penanganan terhadap berbagai macam permasalahan yang mungkin saja timbul dalam sebuah perjanjian kredit yang telah dilakukan.

Penggolongan kualitas kredit yang dilakukan oleh bank bertujuan untuk menghitung cadangan potensi kerugian yang tentunya akan berpengaruh terhadap portofolio bank dan menjadi salah satu indikator penilaian kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank akan memiliki catatan lengkap mengenai pembayaran cicilan dari setiap nasabah mereka, hal ini bisa menunjukkan lancar atau tidaknya pembayaran yang dilakukan oleh debitur terhadap pinjaman kreditnya.

Di bawah ini adalah penggolongan kualitas kredit yang dibuat oleh bank:

Lama Tunggakan/DPD (Hari) Kolektibiltas Keterangan
0 1 Lancar
1-90 2 Dalam Perhatian Khusus
91-120 3 Kurang Lancar
121-180 4 Diragukan
>180 5 Macet

Berdasarkan data di atas, maka bisa dikatakan bahwa kolektabiltas 3, 4, dan 5 adalah termasuk ke dalam kredit bermasalah yang biasa disebut dengan istilah Non Performing Loan (NPL). Penggolongan kredit ini juga memiliki manfaat bagi debitur, di mana mereka akan memiliki pengertian dan penjelasan yang cukup mengenai kualitas kredit yang mereka lakukan, sehingga membuat mereka berpikir untuk melakukan kewajiban / pembayaran cicilannya dengan baik.

  • Hal ini sangat penting untuk dijelaskan kepada debitur, terutama mengenai konsekuensi yang akan mereka dapatkan jika ternyata mereka mengalami kemacetan pembayaran terhadap kredit yang mereka ajukan.
  • Dalam kasus di mana debitur tidak melakukan pembayaran kredit tepat waktu, maka hal tersebut akan sangat merugikan debitur di hari yang akan datang, terutama jika mereka ingin mengajukan pinjaman kembali.

Hal tersebut akan menjadi pertimbangan khusus bagi pihak bank selaku kreditur, karena semua informasi debitur mengenai riwayat kredit sebelumnya akan tercatat pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia yang dapat diakses oleh pihak bank sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan persetujuan kredit.
Lihat jawaban lengkap

Bagaimana pemberian kredit berfungsi sebagai alat stabilitas ekonomi?

Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyrakat. Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi si nasabah yang memang modalnya pas-pasan.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa kredit bagi suatu perusahaan itu penting?

Dalam kehidupan sehari hari terlebih pada dunia akuntansi istilah kredit tidak asing lagi dan sering kali kita dengar, bahkan tanpa kita sadari hampir semua orang pernah melakukannya. Secara umum masyarakat yang mengajukan kredit memiliki kebutuhan dana untuk modal usaha atau kebutuhan lainnya.

Kita ambil contoh kegiatan kredit yang tanpa kita sadari telah kita lakukan seperti pemakaian kartu kredit untuk berbelanja, kredit kebutuhan rumah tangga yang sering dilakukan ibu rumah tangga di lingkungan sekitar rumah, peminjaman modal usaha, pengambilan agunan rumah dan lain sebagainya. Baca juga: 6 kesalahan besar yang harus dihindari affiliate marketer Dalam akuntansi kredit sendiri merupakan pencatatan akuntansi untuk akun hutang dan ekuitas yang mengalami peningkatan.

Sedangkan menurut pengertiannya secara umum kredit adalah pemberian penggunaan suatu uang atau barang kepada orang lain di waktu tertentu dengan jaminan atau tanpa jaminan, dengan pemberian jasa atau bunga atau tanpa bunga. Kredit resmi biasanya disediakan oleh bank umum konvensional, BPR, dan Pegadaian.

You might be interested:  Jelaskan Risiko Yang Dihadapi Saat Pembayaran Dengan Uang Elektronik?

Redit dibuat pada awalnya agar pengusaha dan debitur dapat saling menolong dengan tujuan tercapainya suatu kebutuhan, baik itu kebutuhan usaha atau kebutuhan sehari-hari. Kredit dapat dikatakan baik apabila pihak pengusaha, debitur dan masyarakat membawa dampak yang lebih baik secara sosial ekonomi.

Dalam dunia usaha melakukan peminjaman modal usaha kepada bank adalah hal yang wajar dilakukan oleh para pebisnis. Tetapi, ada satu hal yang harus diingat yaitu seluruh pendapatan bersih usaha selama satu bulan harus lebih besar daripada cicilan yang harus dibayarkan kepada pihak bank.

Mencari Keuntungan

Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan, dalam bentuk bunga yang dibebankan kepada nasabah.

Membantu Usaha Nasabah

membantu nasabah yang memerlukan dana, baik dalam bentuk investasi maupun dana untuk modal kerja atau konsumsi. Dengan harapan nasabah dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.

Membantu Pemerintah

Semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak bank, maka hal ini akan menjadi semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti adanya kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan diberbagai sektor terutama sektor rill. Menurut jenis nya kredit dibedakan menjadi :

Dari segi kegunaan Dari segi tujuan kredit Dari segi jangka Waktu Dari segi jaminan

Kredit Investasi Kredit Modal Kerja

Kredit Produktif Kredit Konsumtif Kredit Perdagangan

Kredit Jangka Pendek Kredit Jangka Menengah Kredit Jangka Panjang

Kredit dengan Jaminan Kredit Tanpa Jaminan

Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan penjualan secara tunai dan kredit?

Jenis-Jenis Penjualan – Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Atas Penjualan Secara Kredit Ada beberapa jenis penjualan yang perlu diketahui oleh pemilik bisnis agar tetap bisa mempertahankan bisnisnya, seperti berikut:

  1. Penjualan Tunai, dilaksanakan secara tunai di mana p embayaran dilakukan oleh pembeli secara cash dan selesai dalam satu kali transaksi.
  2. Penjualan Kredit, pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil dalam rentan waktu tertentu. Jumlah cicilannya disesuaikan dengan berapa lama kredit yang diambil. Biasanya, penjual akan menambahkan bunga untuk setiap cicilan, tetapi ada juga yang tanpa bunga.
  3. Tender, dilakukan melalui proses tender dengan mengikuti prosedur yang berlaku. Ketentuannya dibuat sesuai dengan kebutuhan penjual dan pembeli.
  4. Ekspor, dilakukan dengan pembeli yang berasal dari luar negeri. Biasanya ini terjadi untuk bisnis yang sudah besar sehingga mudah untuk mendapatkan pembeli yang berasal dari luar negeri.
  5. Konsinyasi. biasanya melalui pihak ketiga yang mana produk atau jasa yang dijual melewati reseller sebelum sampai kepada pembeli.
  6. Grosir, dijual secara eceran melalui pedagang grosir.

Biaya-Biaya Yang Ditimbulkan Atas Penjualan Secara Kredit
Lihat jawaban lengkap

Jelaskan apa yang dimaksud dengan penjualan kredit brainly?

Jelaskan pengertian penjualan kredit, penjualan tunai, penjualan sebagian tunai dan sebagian

Jawaban: Penjualan kredit = Penjualan dimana pihak pembeli akan membayar nanti. Penjualan tunai = Penjualan dimana pihak pembeli membayar secara tunai.Penjualan sebagian tunai dan sebagian kredit = penjualan dimana pembeli membayar sebagian dan sebagiannya dibayar nanti.Retur penjualan = pengembalian barang yang telah dijual dikarenakan barang tidak sesuai / cacatPelunasan penjualan kredit = penerimaan atas pelunasan penjualan kredit.

: Jelaskan pengertian penjualan kredit, penjualan tunai, penjualan sebagian tunai dan sebagian
Lihat jawaban lengkap

Apa perbedaan penjualan kredit dan penjualan angsuran jelaskan?

Halo Lee, kakak bantu jawab ya 😀 Jawaban : Penjualan dengan kredit merupakan sistem jual beli dengan penyerahan barang kepada pembeli yang pembayarannya dilakukan dikemudian hari sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Pembayaran dalam kredit dilakukan secara bertahap, yaitu ; 1.

  1. Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan (DP) 2.
  2. Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran.
  3. Contohnya : Penjualan barang elektronik seperti HP, Laptop, dll secara kredit.
  4. Penjualan wesel adalah sistem jual beli dengan janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain.

Wesel sudah mencakup tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya. Contohnya : Jika perusahaan A menjual mesin ke Perusahaan B dengan pembayaran jatuh tempo dalam waktu 30 hari. Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilaksanakan secara bertahap atau berangsur.

Penjualan angsuran berbeda dengan penjualan kredit, salah satu perbedaannya ialah penjualan angsuran lebih lama yaitu 6 bulan – 5 tahun daripada penjualan kredit (umurnya 30 hari – 60 hari). Contohnya : Penjualan aktiva tetap seperti tanah dengan periode angsuran 2 tahun atau 24 bulan Semoga membantu.

Have a nice day! –
Lihat jawaban lengkap