Apa Arti Devaluasi Mata Uang Rupiah?

Apa Arti Devaluasi Mata Uang Rupiah
Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara oleh pemerintah yang bersangkutan terhadap mata uang negara lain. Devaluasi terjadi akibat kebijakan moneter yang menetapkan suatu patokan kurs terhadap mata uang asing.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang terjadi jika devaluasi?

2. Barang impor berkurang – Salah satu pengaruh devaluasi terhadap perdagangan internasional adalah menurunnya jumlah produk impor di pasar domestik. Kebijakan devaluasi dapat menyebabkan meningkatnya harga barang impor. Hal tersebut akan mengalihkan konsumsi masyarakat ke produk lokal. Dengan berkurangnya barang impor, tingkat penjualan barang lokal bisa meningkat.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa Indonesia melakukan devaluasi?

Tujuan Devaluasi – Tujuan devaluasi yaitu:

Membuat stabil nilai mata uang dalam negeri. Menjaga nilai ekspor-impor dan nilai devisa negara. Meningkatkan ekspor dan pemakaian produksi dalam negeri. Memperbaiki imbangan pada neraca pembayaran dan neraca perdagangan. Mengimbangi kelebihan pembelanjaan diatas produksi.

Lihat jawaban lengkap

Apa tujuan dari devaluasi?

Ini Pengertian Devaluasi dan Manfaat dari Kebijakan by Suheriadi 12 September 2022 Jakarta, FORTUNE – Devaluasi adalah sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan untuk menurunkan nilai mata uang negaranya terhadap nilai mata uang negara lain secara cepat. Sebuah negara menerapkan devaluasi biasanya bertujuan untuk memperbaiki neraca pembayaran luar negeri. Dengan demikian, nilai tukar asing akan lebih stabil. Selain itu, devaluasi juga bisa digunakan untuk memperbesar nilai ekspor dan memperkecil impor. Dengan demikian, devisa negara bisa bertambah dan beban utang bisa berkurang. Selain itu, devlasi juga bisa sebagai upaya mengurangi inflasi. Selain itu, devaluasi juga bisa terjadi karena tidak-seimbangannya defisit neraca pembayaran. Dengan tingginya kegiatan impor di suatu negara tanpa diimbangi dengan kegiatan ekspor, maka bisa meningkatnya permintaan untuk mengkonversi nilai mata uang.

  1. Ebijakan ini pernah dilakukan Pemerintahan Indonesia pada 1965 dengan menjadikan uang Rp1.000 menjadi Rp 1.
  2. Namun, dengan pelaksanaan kebijakan yang kurang matang, kebijakan tersebut malah membuat ekonomi Indonesia merosot.
  3. Penyebabnya ialah, pengusaha di daerah tidak sepenuhnya mematuhi ketentuan tersebut.

Pemotongan nilai uang yang berdampak pada harga barang menjadi murah. Namun, masyarakat tatap kesusahan karena tidak memiliki uang. : Ini Pengertian Devaluasi dan Manfaat dari Kebijakan
Lihat jawaban lengkap

Kapan Indonesia mengalami devaluasi?

Devaluasi di Indonesia – Dalam sejarahnya, tercatat sudah 7 kali melakukan devaluasi yaitu; 30 Maret 1950, 24 Agustus 1959, tahun 1966, 21 Agustus 1971, 15 November 1978, 30 Maret 1983 dan 12 September 1986. Hampir seluruhnya dilakukan saat Indonesia dilanda inflasi yang tinggi. Bahkan, masa pemerintahan Presiden Soeharto, pemerintah melakukan devaluasi mata uang sebanyak 4 kali!

Berdasarkan sumber Tirto, devaluasi yang terbesar yang pernah terjadi di Indonesia adalah pada masa pemerintahan orde baru pada 15 November 1978. Kala itu, Indonesia yang merupakan salah satu anggota Dana Moneter Internasional (IMF) dan diwajibkan menggunakan sistem nilai tukar tetap dalam kebijakan ekonominya dan menetapkan nilai tukar mata uang rupiah sebesar Rp250 per dolar Amerika Serikat. Nah, sistem nilai tukar tetap ini mengharuskan Indonesia untuk memiliki cadangan devisa yang besar agar dapat melakukan intervensi aktif untuk menjaga pelemahan nilai tukar di pasar valuta asing.

Namun, akibat nilai tukar mata uang rupiah yang over-valued atau terlalu mahal, pada Agustus 1971, pemerintahan orde baru melakukan devaluasi untuk pertama kalinya dengan nilai tukar mata uang rupiah sebesar Rp415 per dolar AS. Pemerintah juga mengganti sistem nilai tukar tetap menjadi sistem mengambang terkendali.

Pada tahun 1973 sampai 1974, harga minyak bumi di dunia mengalami kenaikan yang pesat. Indonesia yang merupakan salah satu negara penghasil minyak mendapatkan keuntungan yang sangat besar dalam penjualan minyak mentah melalui perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pertamina (Persero). Dengan memanfaatkan naiknya harga minyak, Pertamina melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspansi dan investasi pada sektor-sektor non-komoditas secara besar-besaran.

Tak beberapa tahun berselang, tepatnya pada 15 November 1978, pemerintah menurunkan nilai mata uang rupiah lagi. Mengapa hal ini bisa terjadi, ya? Ternyata keputusan tersebut diambil akibat lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan dana yang akhirnya menyebabkan pendapatan negara dari hasil minyak bumi menyusut.
Lihat jawaban lengkap

Berapa kali Indonesia mengalami devaluasi?

Contoh Devaluasi Rupiah di Indonesia – Sepanjang perjalanannya, Indonesia pernah beberapa kali menerapkan kebijakan devaluasi. Umunya, kebijakan ini dilakukan karena adanya inflasi tinggi. Sehingga untuk memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri, pemerintah Indonesia menerapkan devaluasi. Berikut ini beberapa contoh penerapan kebijakan devaluasi di Indonesia.

Tahun 1950

Di masa pemerintahan Presiden Soekarno ini pernah terjadi devaluasi. Dipimpin oleh Syarifuddin Prawiranegara sebagai menteri keuangan. Untuk memperbaiki perekonomian Indonesia, ia menerapkan kebijakan devaluasi dengan menggunting uang kertas ORI (Oeang Republik Indonesia) pada 30 Maret 1950.

Tahun 1959

Sejak dikeluarkannya dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, pemerintah terus menekan inflasi di Indonesia. Salah satu caranya dengan menetapkan kebijakan devaluasi di Indonesia pada 25 Agustus 1959. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 1959 dengan nilai mata uang Rp1.000 dan Rp500 berubah menjadi Rp100 dan Rp50.

Tahun 1971

Pada masa Orde baru, pemerintahan Soeharto sangat bergantung dengan Amerika Serikat. Pada 21 Agustus 1971, pemerintahan Soeharto menerapkan kebijakan devaluasi rupiah dari Rp378 menjadi Rp415 per 1 US. Hal ini dilakukan karena disaat yang bersamaan Presiden Amerika Serikat Nixon menghapuskan sistem dollar yang dapat ditukarkan dengan emas.

Tahun 1978

Walaupun Indonesia mendapat keuntungan dengan naiknya harga minyak, tetapi ternyata Indonesia (pertamina) memiliki utang sebesar US$ 10 miliar. Untuk mengatasi utang negara dan pendapatan yang menurun akibat dari penjualan minyak, pemerintah menerapkan kebijakan devaluasi. Devaluasi mata uang ini terjadi dari awalnya Rp415 menjadi RP625 per 1 US$.

Tahun 1983

Devaluasi rupiah ketiga yang terjadi di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Di Bawah menteri keuangan, Radius Prawiro menerapkan devaluasi dengan membuat kebijakan devaluasi rupiah hingga 48% hampir setengah dari nilai rupiah. Kurs 1 dolar AS naik yang awalnya Rp702,50 menjadi Rp970.

Tahun 1986

Masih terjadi di bawah presiden dan menteri keuangan yang sama, pada 12 September 1986 devaluasi kembali diterapkan. Nilai devaluasi rupiah mencapai angka 47% yang awalnya Rp1,134 menjadi Rp1,664 per 1 dolar AS. Sepanjang masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia telah mengalami devaluasi sebanyak 4 kali.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang terjadi jika nilai tukar rupiah melemah?

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Akhir tahun 2014 sangat tidak menggembirakan karena nilai tukar rupiah yang melorot tajam. Selasa,16 Desember 2014, kurs rupiah pada USD mencapai 12.835. Nilai tersebut adalah titik terendah nilai tukar rupiah sejak era krisis 1998.

Namun, rupiah membaik setelah tanggal tersebut, yang terakhir pada posisi 12.437. Mengapa bisa demikian? Apa saja dampaknya? Lalu bagaimana mengatasi dampaknya? Banyak sekali argumen dari para ekonom bahkan plitikus negeri dalam menanggapi hal ini. Nilai tukar rupiah yang semakin menurun bukanlah persoalan sepele, hal ini sangat berkaitan erat dengan ekonomi makro Indonesia.

Sumber : Bank Indonesia Penyebab nilai tukar rupiah melorot Nilai tukar akan berubah setiap waktu berdasarkan keadaan ekonomi suatu wilayah. Nilai mata uang akan cenderung meningkat apabila permintaan lebih besar dari pasokan yang tersedia, sedangkan nilai mata uang akan menurun apabila permintaan kurang dari suplai yang tersedia.

  1. Permintaan dan penawaran atas hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor dalam aktivitas bisnis sebuat negara, baik secara internal maupun ekternal.
  2. Faktor yang menyebabkan nilai tukar mata uang berfluktuasi antara lain; tingkat suku bunga, tingkat inflasi, neraca perdagangan, hutang publik, tingkat rasio ekspor impor, hasil produksi domestik, tingkat pengangguran, tingkat pendapatan dan kestabilan ekonomi dan politik.
You might be interested:  Penulisan Mata Uang Rupiah Yang Benar?

Yang menjadi pembahasan kali ini adalah penyebab turunnya rupiah terhadap USD yang mencapai nilai 12.835. Menurut saya, ada beberapa hal yang dapat dijadikan alasan terkait menurunnya dolar beberapa hari lalu antara lain;

Pembahasan suku bunga The Fed

Minggu ini, The Fed (bank sentral AS) akan mengadakan pertemuan pembahasan suku bunga. Atas rencana tersebut, maka muncul ketidakpastian apakah suku bunga akan dinaikan atau tidak. Hal tersebut akhirnya membuat spekulasi tersendiri bagi para pemilik modal di Indonesia.

Pembayaran utang luar negeri

Menurut SULNI (Statistik Utang Luar Negeri Indonesia), pada bulan Nov-Des 14 direncanakan akan membayar utang luar negeri sebesar USD 1.898 juta. Pembayaran utang luar negeri tersebut berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang, dikarenakan pada saat pembayaran, permintaan atas dolar meningkat, sehingga menurunkan nilai mata uang rupiah.

Selain itu, waktu ini juga merupakan masa pembayaran dividen dalam bentuk dolar kepada perusahaan bermodal asing. Inflasi pada bulan Nov 14 pada tingkat 1,5%. Tekanan inflasi domestik ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak, yang kemudian berimbas pada kenaikan harga beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,15%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,71%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,49%; kelompok kesehatan 0,43 % ; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,08%; serta transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 4,29%.

Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks 0,08%. Nilai ekspor Indonesia Oktober 2014 mencapai USD 15,35 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 0,49% dibanding ekspor September 2014. Sementara bila dibanding Oktober 2013 mengalami penurunan sebesar 2,21%.

  1. Peningkatan ekspor terbesar terhadap September 2014 yaitu dari lemak dan minyak hewan/nabati.
  2. Nilai impor Indonesia Oktober 2014 mencapai USD 15,33 miliar atau turun 1,40 persen dibanding September 2014.
  3. Demikian pula jika dibanding Oktober 2013 turun 2,21 persen, dikarenakan nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal mengalami penurunan.

Meskipun demikian kita harunya lebih berhati-hati pada perdangangan internasional. Diupayakan agar menekan nilai impor migas agar surplus yang dihasilkan lebih besar. Dampak menurunnya nilai tukar rupiah Sudah jelas rasanya, jika nilai tukar rupiah menurun maka stabilitas ekonomi nasional akan terganggu.

  1. Dampak buruk yang utama adalah melemahnya devisa negara.
  2. Besarnya kebutuhan warga Indonesia atas barang impor tidak bisa dipungkiri.
  3. Hal ini tentunya akan sangat menambah defisit neraca pendangangan yang sudah mencapai USD 1,64 milyar selama Jan-Okt 2014.
  4. Selanjutnya adalah tekanan Inflasi yang tinggi atas impor bahan baku.

Pengusaha yang mengimpor bahan bakunya akan lebih banyak lagi menggunakan dolar sehingga cost pembuatan produk tinggi, sedangkan bagi mereka sulit untuk menaikkan harga saat ini. Karena mereka sudah menaikkan harga pada saat harga bahan bakar minyak naik.

  • Yang sangat riskan adalah beban anggaran negara.
  • Sektor utang luar negeri pasti akan mengalami kenaikan, sehingga hal ini berdampak pada APBN.
  • Setiap depresi Rp100 per 1 USD, biaya utang negara naik Rp207 milyar, atau sebesar Rp 2 Triliun jika rupiah menurun Rp1.000.
  • Selain itu, berdasarkan data Kemetrian Keuangan, jika rupiah melemah Rp100, maka defisit anggaranbertambah Rp940,4 milyar- Rp1,21 Triliun.

Jadi, jika melemah Rp1.000 maka akan terjadi defisit anggaran sebesar Rp9-12 Triliun. Jumlah yang fantastis bukan, pemerintah hendaknya membuat kebijakan fiskal untuk mengoptimalkan penerimaan APBN. Disisi lain, apabila nilai mata uang rupiah semakin melemah maka kepercayaan para investor juga akan semakin menurun.

  • Dampaknya sulit bagi Indonesia untuk dapat suntikan dana modal sebagai faktor pembangunan ekonomi nasional.
  • Strategi stabilitas ekonomi saat rupiah melemah Keterpurukan rupiah saat ini, merupakan maslah ekonomi makro yang harus diatasi secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat.
  • Bila terjadi suatu kerjasama yang baik antara pemerintah dan para pelaku bisnis maka memudahkan pelaksanaan program-program untuk mengupayakan kestabilan rupiah.

Situasi kali ini tergolong sulit karena ekonomi melambat dan neraca perdagangan mengalami defisit. Adapun beberapa cara yang mungkin diambil pemerintah dalam mengatasi pelemahan rupiah ini, antara lain :

  • Perkuat modal industri berbahan baku domestik untuk mengoptimalkan ekspor
  • Menjaga kestabilan harga makanan pokok agar kualitas hidup masyarakat terjaga
  • Meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan domestik sebagai bahan konsumsi nasional
  • Menekan impor barang konsumsi
  • Meningkatkan suku bunga agar para pemilik dana menginvestasikan dananya di Indonesia
  • Mengoptimalkan penggunaan APBN untuk kesehatan dan pendidikan serta mengawasinya
  • Membuat peraturan untuk menggunakan mata uang rupiah atas transaksi domestik
  • Tingkatkan iklan wisata untuk menarik wisatawan mancanegara
  • Membedayakan UMKM dan menyediakan pasar atas hasil produksi UMKM
  • Peranan mahasiswa dalam menjaga nilai tukar rupiah
  • Sebagai generasi muda yang terdidik, mahasiswa sebaiknya dijadikan sarana perantara yang menjembatani masyarakat untuk mengikuti dan mendorong pelaksanaan kebijakan tersebut.
  • Berikut adalah beberapa hal kecil yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membantu menjaga nilai tukar rupiah:
  1. Ganti produk impor yang dikonsumsi dengan produk domestik, baik dalam hal makanan, pakaian, dan lain-lain
  2. Beralih mengunjungi tempat-tempat wisata domestik
  3. Aktif dalam membantu memberdayakan UMKM masyarakat untuk meningkatkan volume produksi domestik
  4. Beinovasi untuk menyumbangkan produk yang dapat di ekspor
  5. Menghemat sumber daya (BBM, listrik, air dll) untuk dialokasikan ke sektor industri supaya dapat meningkatkan prodiktivitas produk
  6. Mengurangi transaksi dengan mata uang asing

Sedikit cara untuk membiasakan diri dari hal kecil agar dapat bermanfaat bagi orang lain, sehingga generasi muda memiliki jiwa besar dan kepribadian yang baik. Jika terus ditantamkan mental yang baik, maka Indonesia akan lebih mudah mengatasi masalah-masalah kesenjangan ekonomi yang timbul.

Arena para generasi muda sudah memiliki modal dalam dirinya. Secara tidak langsung, setiap individu sesungguhnya mampu mengurangi dampak melemahnya nilai tukar rupiah ini. Bahkan mereka ikut andil meningkatkan kesejahteraan bangsa. Pada dasarnya, masalah melemahnya nilai tukar rupiah adalah masalah bersama (negara).

Jadi bukan hanya peran pemerintah yang dituntut mengatasi atau bukan hanya pemerintah yang disalahkan. Negara ini bisa memperbaiki dari elemen terkecil, yaitu tiap warga negara. Dengan demikian, semua elemen negara baik rakyat maupun partisi adalah pihak-pihak yang berkepentingan menjaga dan mendapatkan keuntungan dari stabilnya nilai rupiah.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud dengan devaluasi dan contohnya?

Devaluasi – Pengertian, Jenis, dan Contohnya | Tokopedia Kamus Bagikan “Penurunan nilai uang yang dilakukan dengan sengaja terhadap uang luar negeri atau terhadap emas (misalnya untuk memperbaiki perekonomian).” “/de·va·lu·a·si/ ” Kamus Besar Bahasa Indonesia “Penurunan nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain; biasanya devaluasi terhadap mata uang dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan moneter (devaluation).” Bank Indonesia Penurunan nilai suatu negara dengan secara sengaja oleh pemerintahan terhadap nilai mata uang asing.

  • Menguatkan perekonomian dalam negeri dengan menggunakan produk lokal sehingga produk lokal dapat bersaing di dalam dan di luar negeri
  • Setelah produk dalam negeri mempunyai kualitas yang cukup baik maka dari itu tujuan selanjutnya adalah untuk mengekspor produk lokal agar pendapatan negara bertambah atau dapat memperbaiki b alance of payment
  • Tercapainya kesetimbangan balance of payment, sehingga kurs mata uang asing menjadi relatif stabil

Seperti yang telah dibahas secara singkat terkait pengertian devaluasi di atas, bahwasannya keadaan tersebut akan menyebabkan nilai tukar mata uang lokal menjadi lebih kecil. Kondisi ini dapat mempengaruhi kondisi perekonomian nasional dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Devaluasi sendiri sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat di mana kegiatan menjadi faktor utama penyebabnya. Volume impor yang tinggi terhadap barang-barang dari luar negeri, terutama apabila tidak diimbangi dengan kegiatan yang cukup akan mengakibatkan semakin meningkatnya permintaan konversi nilai mata uang lokal menjadi mata uang asing, dari rupiah ke dollar misalnya.

Jika permintaan tersebut semakin tinggi, maka kurs beli dollar akan naik dan nilai rupiah semakin turun yang juga berdampak pada terjadinya, Oleh sebab itu, kebijakan devaluasi dikeluarkan oleh pemerintah sebagai salah satu bentuk penanggulangan untuk menstabilkan perekonomian suatu negara.

  • Kegiatan impor yang tinggi (bahan pokok, elektronik, dan kebutuhan lainnya)
  • Kegiatan ekspor hanya pada bahan pangan dan biota laut
  • Tingginya tingkat pengangguran di suatu negara
You might be interested:  Apa Benar Uang Koin 1000 Kelapa Sawit Mahal?

Devaluasi mata uang dapat terjadi apabila pemerintah memiliki kontrol terhadap nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini lebih mungkin untuk dilakukan ketika nilai tukar Rupiah bersifat tetap ( fixed exchange rate). Dalam sejarah Indonesia, devaluasi Rupiah terjadi sebanyak empat kali dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto:

  1. Devaluasi pada 21 Agustus 1971 dengan Menteri Keuangan Ali Wardhana. Indonesia terpaksa harus mendevaluasi Rupiah karena Presiden Richard Nixon di Amerika Serikat waktu itu menghentikan pertukaran dolar dengan emas. Devaluasi Rupiah yang terjadi adalah dari Rp378 menjadi Rp415.
  2. Devaluasi pada 15 November 1978 dengan Menteri Keuangan Ali Wardhana. Adanya risiko kebangkrutan Pertamina dengan hutang senilai US$ 10 miliar memaksa pemerintah untuk melakukan devaluasi Rupiah yang kedua dari Rp415 menjadi Rp625 per US$ 1.
  3. Devaluasi pada 30 Maret 1983 oleh Menteri Keuangan Radius Prawiro. Devaluasi Rupiah yang dilakukan adalah sebanyak 48%, dari Rp702,5 menjadi Rp970.
  4. Devaluasi pada 12 September 1986 oleh Menteri Keuangan Radius Prawiro. Devaluasi yang dilakukan adalah sebesar 47%, dari Rp1.134 menjadi Rp1.664.

: Devaluasi – Pengertian, Jenis, dan Contohnya | Tokopedia Kamus
Lihat jawaban lengkap

Apa beda inflasi dengan devaluasi?

Ada perbedaan devaluasi dan inflasi dari sisi definisi yang harus Anda ketahui. Jika kita telah mengetahui devaluasi adalah kebijakan menurunkan nilai mata uang negeri terhadap mata uang asing. Sedangkan inflasi adalah fenomena turunnya nilai mata uang dalam negeri yang mengakibatkan harga barang naik drastis.
Lihat jawaban lengkap

Dampak apa yang ditimbulkan dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan?

Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan Kelas: XI Mata pelajaran: Ekonomi Materi: Mata Uang Asing dan Kurs Valuta Asing Kata kunci: Kurs, Daya Saing Pembahasan: Devaluasi adalah menurunnya kurs atau nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Kurs suatu mata uang tidak tetap, namun berubah-ubah. Nilai IDR (rupiah) terhadap USD bisa naik atau turun. Rupiah bisa menguat atau melemah terhadap dolar.

Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan bisnis, konsumen dan hutang ke negara lain itu adalah: Terhadap perusahaan bisnis : dapat berkurang daya saingnya bila banyak mengimpor barang dari luar negeri.Ini karena bila terjadi devaluasi, harga impor dari luar negeri akan naik, dan akan lebih memberatkan bagi bisnis yang mengimpor bahan baku atau barang jualan dari luar negeri, sehingga meningkatkan biaya, dan menurunkan daya saing bisnis. Namun bila bisnis berorientasi ekspor, akan meningkat daya saingnya harga jual menjadi lebih rendah di pasar internasional

Terhadap Konsumen : konsumen akan kesulitan membeli barang yang diimpor dari negara lain karena harganya meningkat. Akibatnya penjualan barang impor juga akan menurun. Ini misalnya terjadi pada penjualan barang elektronik seperti handphone, tablet atau komputer yang menurun karena konsumen keberatan dengan harga yang naik ketika nilai rupiah turun.

Jadi kesimpulan dari semua nya itu dampaknya apa ka

: Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan
Lihat jawaban lengkap

Apakah kerugian dari kebijakan devaluasi ini bagi sebuah negara?

Ditinjau dari berbagai literal, devaluasi bermakna sebagai berkurangnya nilai satu hal. Di dunia ini, hampir semua orang ingin meningkatkan nilai mereka. Entah itu nilai yang bisa didapat dari pekerjaan, nilai aset yang dimiliki, atau apapun juga. Namun, jika membicarakan tentang mata uang sebuah negara, ada banyak negara yang justru mau menurunkan nilai mata uang mereka.

Kenapa demikian? Kata devaluasi sendiri digunakan dalam pasar mata uang. Devaluasi adalah sebuah prosedur di mana sebuah negara mengurangi nilai mata uang mereka dengan tetap menghargai mata uang lainnya. Ada alasan tertentu yang membuat sebuah negara bisa sampai mengambil keputusan tersebut. Agar lebih mudah dipahami, yuk simak untung dan rugi devaluasi berikut ini.

Keuntungan Devaluasi Bagi Sebuah Negara Belakangan beredar kabar bahwa Indonesia berencana melakukan devaluasi mata uang rupiah. Tentu sekilas, menurunkan nilai mata uang itu negatif, tetapi sebenarnya devaluasi juga memiliki kentungan. Jika kita telaah lebih dalam, ada beberapa keuntungan devaluasi.

Bisa Meningkatkan Ekspor Sebuah Negara

Keuntungan yang paling nyata dari devaluasi adalah dapat meningkatkan ekspor barang buatan dalam negeri. Karena nilai mata uang yang diturunkan, maka negara lain akan merasa diuntungkan dengan mengekspor barang dari negara tersebut. Hal ini karena harganya jadi lebih murah.

Mampu Meningkatkan Kesempatan Kerja

Karena ekspor yang meningkat, maka permintaan akan barang pun otomatis meningkat. Ini akan langsung berpengaruh pada kebutuhan tenaga kerja untuk bisa mengimbangi banyaknya permintaan barang dari luar negeri. Tentu saja ini berdampak baik bagi negara tersebut, karena peluang kerja bagi masyarakat jadi meningkat.

Konsumsi Masyarakat Akan Barang Dalam Negeri Meningkat

Devaluasi akan menyebabkan naiknya harga barang-barang yang diimpor dari negara lain. Karena itu, permintaan masyarakat akan barang impor pun akan berkurang. Sebaliknya, masyarakat akan mengganti pilihan kepada barang buatan dalam negeri yang cenderung lebih murah.

Hal ini tentu saja dapat berakibat positif terhadap perekonomian negara. Pemasukan negara akan bertambah karena masyarakat lebih banyak mengkonsumsi barang buatan negeri sendiri. Setidaknya, tiga hal di atas adalah keuntungan paling nyata adanya devaluasi. Tentu saja masih ada banyak keuntungan lain. Tergantung dari mana kita melihatnya.

Tetapi, devaluasi tidak hanya membawa keuntungan semata. Apa Arti Devaluasi Mata Uang Rupiah Kerugian Devaluasi Bagi Sebuah Negara Ada juga kerugian devaluasi. Terutama jika kebijakan ini tidak diambil dengan pertimbangan yang tepat. Berikut beberapa kerugian yang bisa diderita sebuah negara karena devaluasi:

Berkurangnya Kepercayaan Investor Asing

Sudah sewajarnya jika sebuah negara mengalami devaluasi, maka negara lain akan mempertanyakan kredibilitas negara tersebut. Terutama dari segi ekonomi. Ini akhirnya bisa mengakibatkan kurangnya kepercayaan tehadap negara yang mengalami devaluasi. Dan hal ini bisa menjadi kerugian yang paling besar dari devaluasi.

Nilai Hutang Luar Negeri Kian Bertambah

Karena nilai mata uang negara tersebut berkurang, maka otomatis nilai mata uang asing menjadi bertambah. Ini berakibat langsung kepada nilai hutang luar negeri, yang tentu saja menjadi lebih besar nilainya dari jumlah semula. Devaluasi juga akan langsung berpengaruh pada harga barang impor.

Produktivitas dan Kreativitas Eksportir yang Menurun

Walaupun peningkatan ekspor akibat devaluasi bisa menjadi dampak yang positif, tapi hal ini ternyata juga memiliki sisi negatif. Kenapa bisa begitu? Para eksportir akan cepat puas dengan keadaan ini, karena usaha mereka justru diuntungkan. Pemasukan mereka pun bertambah.

Rasa cepat puas ini bisa berakibat negatif apabila tidak dibarengi dengan semangat kerja dan menjadi lebih maju. Eksportir yang mudah puas akan terkesan “malas”, karena mereka urung meningkatkan kreativitas. Mereka sudah puas dengan kenyataan bahwa pendapatan mereka bertambah di tengah devaluasi dan kesulitan ekonomi.

Akibatnya, produktivitas dan kreativtas anak bangsa pun jadi terhenti dan tidak berkembang. Apa Arti Devaluasi Mata Uang Rupiah Alasan Negara Melakukan Devaluasi Melihat untuk rugi devaluasi, tentu yang jadi pertanyaan besar sekarang adalah kenapa sebuah negara sampai memutuskan melakukan devaluasi. Sebab devaluasi tidak hanya membawa dampak baik saja. Melainkan ada dampak buruk yang sangat mengkawatirkan. Setidaknya ada dua alasan utama kenapa Negara melakukan devaluasi:

Untuk Meningkatkan Ekspor

Seperti sudah disinggung sebelumnya, devaluasi memiliki dampak positif, yaitu mampu meningkatkan ekspor sebuah negara. Nilai mata uang sebuah negara yang dibuat lebih rendah akan membuat barang-barang produksi negara tersebut jadilebih murah. Negara lain pun akan denga cepat mengincar untuk ekspor.

Mengurangi Defisit Negara dari Ekspor dan Impor

Karena jumlah ekspor yang meningkat dan harga barang impor tentu jadi lebih mahal, maka masyarakat akan beralih ke produk dalam negeri. Karena itu, negara akan mendapat keuntungan dari bertambahnya jumlah ekspor dan juga konsumsi rakyat sendiri akan barang dalam negeri.

Jika ini sampai berhasil terwujud, maka defisit dalam perdagangan bisa berkurang. Pemerintah pun bisa memperbaiki keseimbangan perekonomian negaranya. Kesimpulan Dengan melakukan devaluasi, ada dampak positif yang bisa didapatkan sebuah negara. Namun, pemerintah negara tersebut juga harus mempertimbangkan dampak negatifnya.

Bukan hanya secara ekonomi, dampak jangka panjang bagi masyarakat juga harus diperhatikan. Artikel Terkait

  • Keuntungan / Dampak Positif dari Resesi
  • Dampak Resesi Ekonomi
  • Menghitung Biaya Peluang
  • 7 Prinsip Investasi Jangka Panjang Bagi Calon Investor Sukses
You might be interested:  Bukti Transaksi Pembelian Barang Yang Dilakukan Secara Kredit Disebut?

Demikianlah artikel tentang untung rugi devaluasi, semoga bermanfaat bagi Anda semua.
Lihat jawaban lengkap

Adakah nilai uang yang stabil?

Ketika menukar mata uang rupiah ke mata uang negara lain di money changer, nilai mata uang selalu berubah setiap waktu. Nilai mata uang yang ditukarkan hari ini dan dua hari kemudian belum tentu akan sama, bahkan bisa berubah dalam hitungan jam. Selain itu, saat mendapat informasi mengenai keuangan di berbagai media, bisa jadi nilai tukar suatu mata uang melemah atau menguat terhadap mata uang lain.

Lantas, kenapa nilai mata uang selalu berubah? Berikut beberapa faktor yang menyebabkan nilai mata uang naik atau turun. Permintaan dan penawaran Pada dasarnya, nilai mata uang selalu berubah tergantung pada permintaan dan penawaran terhadap mata uang tersebut. Baca juga: 5 Hal yang Mempengaruhi Harga Emas Naik atau Turun Apabila ada permintaan yang banyak, maka nilai suatu mata uang akan menguat.

Sebaliknya, akan terjadi pelemahan jika banyak yang menjual atau menawarkan mata uang tersebut. Sebagai contoh, dolar Amerika Serikat (AS), menjadi salah satu mata uang utama di dunia. Dolar AS tak hanya digunakan untuk keperluan ekonomi dalam negeri, tetapi juga untuk perdagangan internasional. Perbandingan inflasi antar dua negara Suatu negara dengan tingkat inflasi yang konsisten lebih rendah akan cenderung lebih kuat nilai mata uangnya. Inflasi yang rendah menandakan daya beli masyarakat yang tinggi. Baca juga: Apa Bedanya Resesi, Inflasi, Krisis, dan Depresi Ekonomi? Sebaliknya, apabila tingkat inflasinya cenderung tinggi maka nilai tukar mata uang biasanya melemah dan daya beli masyarakatnya turun. Stabilitas ekonomi dan politik Salah satu hal yang menjadi pertimbangan seorang investor menanamkan modalnya di suatu negara adalah stabilitas ekonomi dan politiknya. Jika situasi negara tersebut sedang positif, investor tidak merasa khawatir untuk berinvestasi.

Baca juga: Apa Itu BI Checking dan Bagaimana Cara Mengeceknya? Tapi, jika sedang terjadi masalah politik atau krisis ekonomi, maka akan berdampak ke berbagai hal termasuk nilai tukar mata uang. Investor bisa jadi ragu untuk menanamkan modalnya dan mencari negara dengan mata uang yang lebih stabil. Neraca perdagangan Neraca perdagangan merupakan selisih nilai ekspor dan impor suatu negara dalam periode waktu tertentu.

Jika ekspor lebih besar dari impor, artinya neraca surplus. Sedangkan jika impor lebih besar dari ekspor, neraca defisit. Baca juga: 5 Tips Investasi Logam Mulia yang Cocok untuk Jangka Panjang Hal itu karena negara lebih banyak membayar ke negara partner dagangnya sehingga negara tersebut butuh mata uang lebih banyak. Utang publik Untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, suatu negara terlibat dalam pembiayaan proyek-proyek kepentingan publik dan pemerintahan, serta akan defisit. Defisit publik dan utang besar akan menurunkan minat investor asing. Pemerintah bisa sajak mencetak uang untuk membayar sebagian utang, tetapi meningkatnya jumlah uang yang beredar akan menyebabkan inflasi.

Inflasi tinggi tentunya berdampak pada melemahnya nilai mata uang. Baca juga: 3 Alasan Suatu Negara Tidak Mencetak Uang Sebanyak-banyaknya Lima hal tersebut merupakan beberapa faktor kenapa nilai mata uang selalu berubah. Naik atau turunnya suatu mata uang akan selalu menjadi perhatian para investor dalam menentukan keputusan untuk berinvestasi atau tidak.

Maka dari itu, bagi kamu yang sudah terjun ke dunia investasi, jangan lupa untuk selalu memantau pergerakan nilai mata uang ya.
Lihat jawaban lengkap

Siapa yang menentukan nilai tukar mata uang?

Faktor yang mempengaruhi kurs – Dikutip dari idxchannel, sedikitnya ada lima faktor yang mempengaruhi kurs.1. Tingkat Inflasi Inflasi adalah suatu kenaikan harga pada barang atau jasa. Inflasi juga adalah penurunan nilai mata uang lokal. Dalam pasar valuta asing, yang menjadi dasar utama adalah perdagangan internasional, baik berbentuk jasa maupun barang.

  1. Dengan begitu, perubahan harga dalam negeri yang relatif terhadap harga luar negeri merupakan faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai mata uang asing.2.
  2. Ebijakan Pemerintah Berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah suatu negara akan berpengaruh pada nilai tukar mata uang di negara tersebut.
  3. Berbagai contoh dari kebijakan tersebut adalah upaya pemerintah dalam menghindari masalah niai tukar valuta asing dan juga perdagangan internasional, serta mengintervensi pasar uang.3.

Perbedaan Tingkat Suku Bunga Arus modal internasional dipengaruhi oleh perubahan tingkat suku bunga suatu negara. Dengan kata lain, kenaikan suku bunga akan memancing masuknya modal asing. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi operasi pasar valuta asing dan pasar uang.

  • Etika terjadi aktivitas transaksi, maka bank akan mempertimbangkan perbedaan suku bunga di pasar modal nasional dan global dengan pandangan yang berasal dari keuntungan.
  • Pihak Bank lebih memilih mendapatkan pinjaman murah di pasar uang asing dengan tingkat bunga yang lebih rendah dan tempat mata uang asing pada pasar kredit domestik jika tingkat bunganya yang lebih tinggi.4.

Aktivitas Neraca Pembayaran Nilai tukar mata uang juga dipengaruhi oleh neraca pembayaran. Neraca pembayaran aktif akan meningkatkan nilai mata uang domestik dengan meningkatnya jumlah debitur asing. Jika saldo pembayaran pasif, hal ini akan mengakibatkan menurunnya nilai tukar mata uang domestik sehingga debitur akan akan menjual semuanya dengan mata uang asing untuk membayar kembali kewajiban eksternal mereka.

Dampak dari neraca pembayaran diukur terhadap nilai tukar yang sudah ditentukan oleh tingkat keterbukaan ekonomi. Pembatasan impor, perubahan tarif, kuota perdagangan, dan subsidi akan mempengaruhi neraca perdagangan.5. Ekspektasi Faktor lainnya yang turut memengaruhi nilai tukar pada valuta asing adalah ekspektasi nilai tukar yang bisa terjadi di masa depan.

Pasar valuta asing akan memberikan reaksi yang cukup agresif pada setiap berita ataupun isu yang bisa berefek di kemudian hari. Sebagai contoh, berita tentang meningkatnya inflasi Amerika Serikat yang bisa menyebabkan pedagang valuta asing menjual mata uang dolarnya, karena nilai mata uang dolar bisa menjadi menurun di masa depan.
Lihat jawaban lengkap

Apa dampak dari depresiasi dan devaluasi mata uang?

Masa berlakunya terhadap ekonomi – Depresiasi cenderung lebih sulit dikendalikan bahkan oleh Pemerintah suatu negara sekalipun. Dampaknya juga bisa berjangka panjang terhadap perekonomian suatu negara. Sebaliknya, devaluasi mata uang hanya menimbulkan dampak terhadap perekonomian dalam jangka pendek dan cenderung lebih mudah dikendalikan.
Lihat jawaban lengkap

Dampak apa yang ditimbulkan dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan?

Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan Kelas: XI Mata pelajaran: Ekonomi Materi: Mata Uang Asing dan Kurs Valuta Asing Kata kunci: Kurs, Daya Saing Pembahasan: Devaluasi adalah menurunnya kurs atau nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Kurs suatu mata uang tidak tetap, namun berubah-ubah. Nilai IDR (rupiah) terhadap USD bisa naik atau turun. Rupiah bisa menguat atau melemah terhadap dolar.

Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan bisnis, konsumen dan hutang ke negara lain itu adalah: Terhadap perusahaan bisnis : dapat berkurang daya saingnya bila banyak mengimpor barang dari luar negeri.Ini karena bila terjadi devaluasi, harga impor dari luar negeri akan naik, dan akan lebih memberatkan bagi bisnis yang mengimpor bahan baku atau barang jualan dari luar negeri, sehingga meningkatkan biaya, dan menurunkan daya saing bisnis. Namun bila bisnis berorientasi ekspor, akan meningkat daya saingnya harga jual menjadi lebih rendah di pasar internasional

Terhadap Konsumen : konsumen akan kesulitan membeli barang yang diimpor dari negara lain karena harganya meningkat. Akibatnya penjualan barang impor juga akan menurun. Ini misalnya terjadi pada penjualan barang elektronik seperti handphone, tablet atau komputer yang menurun karena konsumen keberatan dengan harga yang naik ketika nilai rupiah turun.

Jadi kesimpulan dari semua nya itu dampaknya apa ka

: Dampak yang mungkin timbul dari devaluasi mata uang suatu negara terhadap perusahaan
Lihat jawaban lengkap