Perilaku Orang Yang Suka Menghambur-Hamburkan Uang Disebut?

Perilaku Orang Yang Suka Menghambur-Hamburkan Uang Disebut
Perilaku konsumtif merupakan suatu perilaku atau kebiasaan yang identik menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang- barang yang kurang bermanfaat.
Lihat jawaban lengkap

Apakah sebutan bagi orang orang yang suka menghambur-hamburkan harta?

Pengertian Tabzir Dikutip dari buku ‘Dari Mana Masuknya Setan’ karya Abdul Hamid Al Bilali, sifat tabzir adalah salah satu sifat-sifat setan dan golongannya, yakni sesuatu yang dinafkahkan di luar kebenaran ( harta, waktu dan ucapan) sehingga masuk dalam perbuatan boros.
Lihat jawaban lengkap

Hidup yang apa adanya tidak menghamburkan uang disebut dengan?

Sikap hemat adalah sikap dimana kita tidak membelanjakan sesuatu yang begiti penting. yang tidak suka menghambur -hamburkan atau mengfoyakan suatu barang berharga, contoh uang.
Lihat jawaban lengkap

Apa yang dimaksud menghambur-hamburkan uang?

Kata-kata di KBBI yang dekat dari hambur –

hambur

Arti menghambur-hamburkan di KBBI adalah: membuang-buang; menyebar-nyebarkan. Contoh: mereka menghambur-hamburkan uang. Lihat arti dan definisi di jagokata. Database utama KBBI merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud (Pusat Bahasa) : Arti kata menghambur-hamburkan. Semua maksud kata dari KBBI. menghambur-hamburkan adalah.
Lihat jawaban lengkap

Bolehkah kita berfoya foya dan menghamburkan uang?

Allah SWT telah memberikan rezeki kepada semua hamba-Nya agar selalu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Sebaliknya, Allah melarang hamba-Nya menggunakan harta untuk pemborosan atau berlebihan. Larangan ini tercantum di Alquran dalam surat Al Isra ayat 27.
Lihat jawaban lengkap

Apa itu sifat mubazir?

Menghindari Mubazir – Republika Online Islam menutup rapat pintu yang mengarah pada mubazir REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Nasiruddin ” Sesungguhnya (pelaku) mubazir itu menjadi kawan syaitan ” (QS 17: 27) Mubazir adalah perilaku boros, terbuang-buang, berlebihan, kesia-siaan dan semuanya itu bermakna ketidakbergunaan.

Tentu saja, konsep mubazir ini bertentangan dengan maksud penciptaan segala sesuatu oleh Sang Maha Pencipta. Allah SWT telah menciptakan segalanya tanpa sedikit pun ada muatan kesia-siaan ataupun ketercelaan (QS 67: 3). Oleh karena itu, meniadakan perilaku mubazir dengan membuat kebergunaan atau kemanfaatan segala sesuatu merupakan langkah yang benar dan bernilai positif, menciptakan kerahmatannya.

Pernah suatu ketika seorang kiai memerintahkan santri-santrinya untuk meng-‘Islam’-kan batu kali. Caranya, dengan mengangkuti batu-batu dari sungai ke pondok pesantren mereka untuk keperluan memperbaiki bangunan masjid. Kiai tadi lantas menegaskan bahwa Allah Ta’ala telah menciptakan batu serta seisi alam semesta ini untuk kepentingan manusia dalam mengabdikan diri kepada-Nya.

Jika kita manfaatkan batu berserakan di sungai itu untuk kepentingan kita membangun sarana ibadah, maka berarti kita telah menaikkan derajat kemanfaatan batu itu. Dengan kata lain, kita telah meng-‘Islam’-kannya. Contoh ini boleh jadi terlalu mudah dipahami karena berkaitan langsung dengan masjid, fasilitas ibadah khusus ( mahdah ).

Namun, sebenarnya keseluruhan hajat hidup manusia bisa dicakup oleh filosofi peningkatan derajat kemanfaatan segala hal, asalkan arahnya untuk pengabdian manusia kepada Allah. Taruhlah, batu-batu mubazir tadi dipakai untuk memperbaiki jalan atau fasilitas umum, bahkan untuk kepentingan pribadi dengan cara dijual sebagai mata pencaharian.

  • Semuanya bisa dibenarkan asal tidak melanggar kepentingan umum di lingkungan.
  • Islam menutup rapat-rapat pintu yang mengarah kepada mubazirnya segala sesuatu dengan cara membukakan pintu-pintu kemanfaatannya.
  • Emanfaatan sesuatu tentu berhubungan dengan peran dan fungsinya bagi pihak yang lain.
  • Semakin berperan dan berfungsinya sesuatu berarti semakin bisa membawa nilai kerahmatan dan ujung-ujungnya adalah nilai keislamannya.

Sebaliknya, yang kurang bermanfaat akan kurang berperan, kurang membawa rahmat, dan tentu kurang nilai keislamannya. Sampailah kemudian pada kita, diri kita, jabatan kita, pemilikan kita, kekuasaan kita. Sudahkah semuanya itu kita lihat dengan kacamata manfaat-mubazirnya? Usaha kita, anak buah kita, kekayaan kita, potensi kita, lingkungan kita, dan keberadaan kita, benar-benarkah membawa nilai kerahmatan bagi yang lain? Bukankah penguasaan kita itu kelak dimintai tanggung jawab seberapa ikhtiar kita untuk mengislamkannya? Wallahu a’lam bis shawab.
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Akun Yang Ditimbulkan Dari Transaksi Penjualan Secara Kredit Adalah?

Apa yang dimaksud dengan sifat boros?

Jadi, boros bisa diartikan dengan membelanjakan harta kekayaan pada barang halal,namun melebihi kadar kebutuhan. Artinya, seseorang yang menggunakan sesuatu Page 5 277 secara berlebihan dari jumlah yang dibutuhkansesungguhnya disebut dengan boros (Rahman, 1985: 2/39).
Lihat jawaban lengkap

Mengapa kamu tidak boleh bersikap boros?

Pola hidup boros dapat menyebabkan pemenuhan kebutuhan hidup terganggu. Boros adalah sikap menggunakan sumber daya secara berlebihan/melebihi ukuran yang semestinya. Boros dapat dilakukan baik dalam kegiatan konsumsi maupun produksi. Dalam kegiatan produksi misalnya menggunakan bahan baku secara berlebihan.Pola hidup boros, terutama terhadap sumber daya yang tidak dapat diperbaruiakanmenyebabkan kelangkaan yang menyebabkan kita tidak bisa menggunakannya lagi sebagai alat pemuas kebutuhan.

Dampaknya adalah kelangsungan hidup dapat terganggu karena kebutuhan yang tidak terpenuhi. – Pola hidup boros dapat menyebabkan pemenuhan kebutuhan hidup terganggu. Boros adalah sikap menggunakan sumber daya secara berlebihan/melebihi ukuran yang semestinya. Boros dapat dilakukan baik dalam kegiatan konsumsi maupun produksi.

Dalam kegiatan produksi misalnya menggunakan bahan baku secara berlebihan. Pola hidup boros, terutama terhadap sumber daya yang tidak dapat diperbarui akan menyebabkan kelangkaan yang menyebabkan kita tidak bisa menggunakannya lagi sebagai alat pemuas kebutuhan.
Lihat jawaban lengkap

Apakah membelanjakan uang atau harta yang berlebihan membahayakan bagi kita?

Agar Terhindar dari Gaya Hidup Boros Islam memberi peringatan bahwa boros atau berlebihan berbahaya. REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Biki Zulfiki Rahmat Setiap usaha yang kita lakukan seperti bekerja, berwirausaha, berdagang, dan bertani tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

  1. Tanpa usaha, tentunya kita tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup berupa sandang, papan, dan pangan.
  2. Arena itu, sebagai seorang Muslim, kita diperintahkan Allah untuk bersungguh-sungguh berusaha.
  3. Sebab, dengan berusaha, berarti kita telah menempuh jalan kemandirian memenuhi kebutuhan tersebut.
  4. Namun, terkadang sesaat setelah usaha ditempuh, kita masih merasa serbakekurangan dan kepayahan untuk memenuhi apa yang kita butuhkan.

Saat itulah sering timbul godaan dari nafsu syahwat, nafsu yang selalu mengajak pada perilaku boros, dengan cara meminjam uang kepada lembaga keuangan karena saat membutuhkan sesuatu harus segera mungkin dipenuhi. Dengan kondisi demikian, dalam era digital, bermunculan pinjaman daring (online) ilegal yang merampas kebebasan kreditur sehingga banyak terjadi bahaya yang mengancam.

  1. Tentunya, fenomena tersebut patut kita renungkan karena telah menciptakan perilaku boros (konsumtif) sehingga merenggut korban.
  2. Salah satu kasus bunuh diri seorang supir taksi, misalnya, karena terjerat utang pinjaman daring haruslah menjadi bahan renungan bersama.
  3. Pinjaman daring (baca: teknologi finansial) itu, seperti ditulis sang supir dalam surat wasiatnya sebelum bunuh diri, disebut sebagai jebakan setan.

Pinjaman akan menjadi jebakan setan bila kita meminjam tanpa mampu membayarnya. Kita bekerja hanya bertujuan tidak untuk mengumpulkannya, apalagi dibelanjakannya dengan bijak, tetapi untuk membayar cicilan. Parahnya lagi, kita hanya mementingkan nafsu dengan cara foya-foya tanpa peduli terhadap dampak pemborosan.

  • Padahal,di dalam Islam seperti tercantum di dalam Alquran cara pengelolaan ekonomi yang baik (good financial planning) mencakup dua hal.
  • Pertama, kecakapan mencari materi (usaha atau kerja).
  • Allah SWT berfirman, Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

(QS al-Jumu’ah : 10). Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, kita perlu mengoptimalkan daya diri untuk mencari rezeki melalui aktivitas usaha dan bekerja. Kedua, kecakapan membelanjakan harta pada pos-pos pengeluaran yang tepat dengan cara berhemat (tidak boros).

  • Allah SWT berfirman, Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenngu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.
  • QS al-Isra` : 29).
  • Tanpa kemampuan berhemat, materi yang kita dapatkan akan serta-merta habis dan menyebabkan kita menjadi serbakekurangan karena kebutuhan hidup yang makin meningkat secara hierarkis.

Karena itu, Islam hadir ke muka bumi untuk menciptakan mentalitas yang baik, kokoh, dan tahan banting dengan cara berhemat dan menjauhi gaya hidup mewah. Allah SWT memerintahkan kita agar memenuhi kebutuhan dengan cara sederhana dan bersahaja. Dalam bahasa lain, kita dilarang untuk hidupdalam mengelola keuangan.

  1. Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan.
  2. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
  3. QS al-A’raf : 31).
  4. Bahkan, teladan agung kita, Rasulullah SAW, bersabda, Jauhilah gaya hidup bermewahan.

Sesungguhnya hambahamba Allah itu bukan orang-orang yang bermewahmewahan. (al-Hadits). Beliau memperingatkan kita bahwa hidup bermewah-mewah, meskipun dengan barang-barang yang sifatnya mubah, berpotensi menyeret diri pada laku boros. Hal ini juga menandakan kita tidak mengapresiasi harta dan kekayaan dengan baik yang merupakan nikmat Allah sehingga laku boros termasuk ke dalam menyianyiakan harta.

Karena itu, Islam memberi peringatan bahwa boros atau berlebihan dalam membelanjakan harta berbahaya bagi diri kita di dunia dan di akhirat. Karena itulah, dengan mewaspadai bahaya dunia dan akhirat, kita bisa memiliki neraca tetap aman saat mendapatkan rezeki dari Allah; tidak besar pasak daripada tiang.

Penghasilan dan pengeluaran pun menjadi seimbang. Allah SWT berfirman, Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengahtengah antara yang demikian (baca: berhemat).
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Menurut Anda Apa Yang Menarik Dari Kartu Kredit?

Apa itu israf dan tabzir?

Abstract – Penelitian ini berangkat dari ketertarikan peneliti tentang tabżīr dan isrāf dikarenakan melihat masyarakat sekarang ini kehidupannya cenderung suka menggunakan harta dengan berlebihan dan kurang bijaksana dalam membelanjakannya. Bahkan berlebih-lebihan bukan hanya pada perkara yang batil saja, namun ada banyak perkara mubah yang tabżīr dan isrāf.

  1. Selain itu tema ini menarik untuk dibahas karena belum ada yang pernah membahas.
  2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja ayat-ayat tentang tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Bagaimana penafsiran ayat-ayat tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Apa solusi yang ditawarkan oleh al-Qur’an agar bisa terhindar dari prilaku tabżīr dan isrāf dalam al-Qur’an? Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif-analitis yaitu mendeskripsikan data-data yang telah dikumpulkan dikuti analisis data dan interpretasi terhadap data tersebut guna menemukan jawaban dari persoalan yang dikemukakan.

Hasil penelitian ini adalah pertama, tabżīr dan isrāf merupakan dua kata yang berbeda namun memiliki makna dan arti yang hampir sama, bisa dikatakan keduanya saling berhubungan karena tabżīr merupakan dampak dari isrāf. Kedua, tabżīr tidak banyak disebutkan di dalam al-Qur’an, hanya 3 kali di dalam 2 ayat dan 1 surat.

Sedangkan isrāf lebih banyak disebutkan yaitu sebanyak 23 kali di dalam 17 surat. Ketiga, tabżīr secara bahasa bermakna boros sedangkan isrāf secara bahasa bermakna berlebih-lebihan. Secara istilah, keduanya memiliki banyak perbedaan pendapat dari para ulama. Tabżīr dan isrāf termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah dan pelakunya oleh Allah dianggap sebagai saudaranya setan.

Al-Qur’an telah memberikan solusi-solusi untuk menghindari perilaku tabżīr dan isrāf. Salah satunya yaitu membelanjakan dan menggunakan harta dengan seperlunya, jangan sampai terlalu sedikit namun jangan pula terlalu banyak dan berlebihan karena bisa menyebabkan pemborosan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Drs.H. Mahfudz Masduki, M.A.
Uncontrolled Keywords: Tabżīr, Isrāf, Berlebih-lebihan, Pemborosan.
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User: Miftahul Ulum
Date Deposited: 22 Dec 2016 14:22
Last Modified: 22 Dec 2016 14:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/23227

Share this knowledge with your friends :
Lihat jawaban lengkap

Apa saja dampak negatif perilaku tabzir?

Apa bahaya dari tabzir?dan bagaimana cara menghindari tabzir? Bahaya tabzir dalam pandangan islam Tabzir atau boros dianggap sebagai perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Pasalnya Allah SWT tidak suka dengan apa yang dilakukam secara berlebih-lebihan. Bahkan orang yang suka melebih-lebihkan atau suka hidup boros merupakan teman baik dari syaitan. Adapun cara untuk menghindari perilaku tabzir ini, yaitu:

1. Membuat prioritas kebutuhan,2. Bersikap lebih dewasa dalam memutuskan masalah,3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT,4. Selalu bersyukur akan pemberian Allah SWT,

5. Menstabilkan pengeluaran dengan pemasukkan. : Apa bahaya dari tabzir?dan bagaimana cara menghindari tabzir?
Lihat jawaban lengkap

Apa nama surat yang menjelaskan tentang perilaku boros?

QS. Al-Isra’ Ayat 27 27. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa sifat boros dilarang dalam Islam?

Boros adalah perbuatan yang dilarang Allah dan dapat membawa manusia kejalan yang menyesatkan. Boros juga merupakan salah satu perbuatan tercela yang dapat menghalangi manusia kepada kebaikan karena mereka (para pemboros) menganggap apa yang mereka miliki adalah hak mereka seutuhnya dan dapat digunakan semuanya saja.
Lihat jawaban lengkap

Apa hukum israf?

Dalam surat Al A’raf ayat 31 Islam secara terang melarang berperilaku israf, yaitu berlebihan dalam memanfaatkan harta meskipun untuk kepentingan sendiri.
Lihat jawaban lengkap

Apa perbedaan israf dan tabzir serta berikan contohnya?

‘Al- israf : menggunakan harta untuk sesuatu yang benar, namun melebihi batas yang dibenarkan. sedangkan tabdzir, menggunakan harta untuk sesuatu yang tidak benar.’ (Hasyiyah Ibnu Abidin, 6/759). Sebagai contoh; Anda makan berlebihan, itulah israf. Sementara jika anda menggunakan harta untuk maksiat, itu tabdzir.
Lihat jawaban lengkap

Boros termasuk akhlak apa?

Pembahasan : – Perilaku hidup boros dan mubazir dalam bahasa Arab disebut dengan kata ‘ T a b d z i r ‘ yang berarti menghambur-hamburkan harta. Sedang secara istilah, sikap boros adalab perbuatan yang menghambur-hamburkan uang atau barang, karena kesenangan ataupun kebiasaan.

  1. Seorang muslim dilarang keras membelanjakan harta secara boros dan dengan cara sesuka hatinya yang akan berakibat buruk baik di dunia maupun di akhirat.
  2. Rosululloh menegaskan bahwa bukan hanya dalam makan atau minum adanya pemborosan, akan tetapi dalam beribadah pun bisa terjadi, sebagaimana hadits Rosululloh yang artinya, ” D a r i I b n u U m a r i a b e r k a t a b a h w a R o s u l u l l o h t e l a h m e l i h a t s e s e o r a n g b e r w u d h u l a l u b e l i a u b e r s a b d a : J a n g a n l a h k a m u b e r l e b i h – l e b i h a n,

J a n g a n l a h k a m u b e r l e b i h a n ”
Lihat jawaban lengkap

You might be interested:  Pinjaman Online Yang Bisa Dicicil 12 Bulan?

Apakah boros termasuk perbuatan setan?

Orang yang Boros adalah Saudara Setan, Ini Penjelasannya – Republika Online REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Alquran pada Surah Al-Isra’ Ayat 27 dan tafsirnya menerangkan bahwa orang yang boros adalah sudara setan. Boros dalam ayat ini mengandung arti orang-orang yang menghambur-hamburkan harta bendanya dalam perbuatan maksiat.

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS Al-Isra’: 27) Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan, Allah SWT menyatakan bahwa para pemboros adalah saudara setan.

Ungkapan serupa ini biasa dipergunakan oleh orang-orang Arab. Orang yang membiasakan diri mengikuti peraturan suatu kaum atau mengikuti jejak langkahnya, disebut saudara kaum itu. Jadi orang-orang yang memboroskan hartanya berarti orang-orang yang mengikuti langkah setan.

Di dunia mereka tergoda oleh setan, dan di akhirat mereka akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Allah SWT berfirman, “Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Alquran), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS Az-Zukhruf: 36) Allah SWT berfirman, (Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah.” (QS Ash-Shaffat: 22)

Di akhir ayat, dijelaskan bahwa setan sangat ingkar kepada Tuhannya, maksudnya sangat ingkar kepada nikmat Allah yang diberikan kepadanya, dan tidak mau mensyukurinya. Bahkan, setan membangkang tidak mau menaati perintah Allah, dan menggoda manusia agar berbuat maksiat.

  • Al-Karkhi menjelaskan keadaan orang yang diberi kemuliaan dan harta berlimpah.
  • Apabila orang itu memanfaatkan harta dan kemuliaan itu di luar batas-batas yang diridhoi Allah, maka dia telah mengingkari nikmat Allah.
  • Orang yang berbuat seperti itu, baik sifat ataupun perbuatannya, dapat disamakan dengan perbuatan setan.

Ayat ini diturunkan Allah dalam rangka menjelaskan perbuatan orang-orang Jahiliah. Telah menjadi kebiasaan orang-orang Arab menumpuk harta yang mereka peroleh dari rampasan perang, perampokan, dan penyamunan. Harta itu kemudian mereka gunakan untuk berfoya-foya supaya mendapat kemasyhuran.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa orang yang boros menjadi teman setan?

Hello, Kak Fariz bantu jawab ya. Jawaban dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Yuk simak pembahasan berikut. Boros merupakan perilaku menghambur-hamburkan harta dengan tujuan hanya untuk menuruti nafsu semata. Seorang pemboros dapat dikatakan sebagai saudara setan.

Hal ini karena orang yang boros merupakan orang yang ingkar terhadap perintah Allah, dimana tidak menuruti perintah Allah SWT untuk hidup sederhana. Hal ini sama dengan sifat setan yang selalu ingkar. Pernyataan orang yang boros adalah saudara setan dinyatakan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat 27 yang berbunyi: إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS.

Al Isra: 27). Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat pada pembahasan di atas. Semoga membantu ya.
Lihat jawaban lengkap

Apa sebutan bagi orang yang berlebih lebihan dalam menggunakan harta?

Jawaban. Berlebihan lebihan dalam membelanjakan harta di sebut Isyraf/Boros.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa orang yang menghambur hamburkan harta disebut saudara setan jelaskan?

Hello, Kak Fariz bantu jawab ya. Jawaban dari pertanyaan di atas adalah sebagai berikut. Yuk simak pembahasan berikut. Boros merupakan perilaku menghambur-hamburkan harta dengan tujuan hanya untuk menuruti nafsu semata. Seorang pemboros dapat dikatakan sebagai saudara setan.

Hal ini karena orang yang boros merupakan orang yang ingkar terhadap perintah Allah, dimana tidak menuruti perintah Allah SWT untuk hidup sederhana. Hal ini sama dengan sifat setan yang selalu ingkar. Pernyataan orang yang boros adalah saudara setan dinyatakan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an surat Al Isra ayat 27 yang berbunyi: إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS.

Al Isra: 27). Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat pada pembahasan di atas. Semoga membantu ya.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa seseorang tidak boleh menghambur hamburkan atau boros terhadap hartanya?

Boros adalah perbuatan yang dilarang Allah dan dapat membawa manusia kejalan yang menyesatkan. Boros juga merupakan salah satu perbuatan tercela yang dapat menghalangi manusia kepada kebaikan karena mereka (para pemboros) menganggap apa yang mereka miliki adalah hak mereka seutuhnya dan dapat digunakan semuanya saja.
Lihat jawaban lengkap

Mengapa orang yang menghambur hamburkan harta disebut saudara setan?

Allah SWT menyatakan bahwa orang – orang pemboros adalah saudara setan di dalam SURAH AL-ISRA’ AYAT 27. Alasan mengapa Allah menyatakan demikian adalah karena seseungguhnya pemboros itu adalah orang – orang yang ingkar pada nikmat yang diberikan Allah SWT.
Lihat jawaban lengkap